Sesatkah Kitab Al Barzanji

Sesatkah Kitab Al Barzanji ? : Sebagian Syubhat

BARZANJI DAN NIAT

Membaca kitab Barzanji yang dilakukan pada berbagai keadaan adalah perbuatan bid’ah yang tidak ada dalilnya. Melakukan bid’ah saja sudah mengerikan, karena membuat syariat dalam agama yang Allah Azza wa Jalla telah sempurnakan. Hal ini kemudian di tambah makin parah oleh maksud pembacaan barzanji yang dimaksudkan agar mendapat keselamatan dan terhindar dari bahaya dan hal-hal yang tidak disukai. Yang mana hal tersebut dimaksudkan dengan pembacaan kitab Barzanji, perbuatan hamba atau dengan diri dan kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yang kesemuanya adalah kesyirikan.

Ayat-ayat Al Qur’an yang telah jelas kemuliaannya serta sangat jelas keutamaannya, itupun tidak boleh dikatakan bahwa membaca ayat-ayat itulah yang menyelamatkan. Tapi harus diyakini bahwa Allah Azza wa Jalla-lah yang menyelamatkan disebabkan karena pembacaan kita terhadap Al Qur’an adalah perbuatan yang Dia ridhai.

Tapi membaca kitab yang penuh kesyirikan, bid’ah, keterangan-keterangan dusta yang ditulis oleh orang yang tidak mengerti ilmu hadits yang kemudian dengan maksud duniawi. Isinya hanya berisi sejarah tanpa dalil yang shahih, shalawat bid’ah dan doa syirik tapi bersamaan dengan itu ada orang yang melakukan perjalanan ke Baitullah untuk Haji kemudian diselamatkan oleh Allah Azza wa Jalla, tapi bersamaan dengan itu dia berkata, “ini karena kita telah melakukan barzanji.” Ucapan ini adalah ucapan syirik.

Syubhat Seputar Barzanji

  1. Kami tidak memaksudkan ini sebagai ibadah, kami hanya melaksanakan adat.

Bantahan:

    1. Membaca Barzanji bukanlah adat orang bugis, makassar, sunda, batak ataupun madura. Nenek moyang bangsa ini nanti mengenal Barzanji sekitar abad ke-13 samapai abad ke-15 yaitu setelah islam masuk ke Indonesia. Yang benar adalah bahwa ritual-ritual semacam ini adalah tradisi penyembah berhala, pohon, batu, sungai dan sebagainya dari nenek moyang yang sebelum kedatangan islam berkeyakinan Animisme. Ketika islam masuk mereka tetap melaksanakan tradisi tersebut yang kemudian dibungkus dengan sesuatu yang menurut mereka bagian dari islam.

    2. Jika barzanji tidak teranggap ibadah bahkan hanya sekedar tradisi, maka kenapa kalian menganggapnya berpahala kalau melakukannya dan merasa bersalah/berdosa1 kalau meninggalkannya. Bahkan berkeyakinan dengan keyakinan syirik bahwa kalau melakukan barzanji akan lebih selamat atau lebih beruntung dalam perdagangan dan sebagainya.

    3. Kalian membaca Barzanji adalah untuk memuliakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan karena cinta kepada beliau. Dan cinta serta pemuliaan terhadap Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah Ibadah yang sangat besar.

  1. Sebenarnya ini ada dalilnya, yaitu keutamaan shalawat, keutamaan mengambil pelajaran dari kisah dan sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Masa tidak boleh bershalawat?

Bantahan :

Pembahasan tentang ini telah lewat. Kemudian keutamaan apa yang bisa digapai dari shalawat bid’ah dan doa syirik. Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah-kisah tanpa keterangan yang jelas bahkan sebagian besarnya adalah kedustaan atas nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Yang diperoleh bukan keutamaan dan pelajaran tapi ancaman dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berupa jahannam. Kemudian pendapat ini (bahwa ada dalilnya) bertentangan dengan pendapat di atas yang mengatakan bahwa ini hanya sekedar adat dan bukan ibadah.

Dan jika sekiranya ini ada dalilnya tentulah para sahabat telah melaksanakannya dan akan sampai keterangannya kepada kita. Al Imam Said bin Jubair –seorang ulama tabi’in- berkata, “apa yang tidak dikenal oleh Ahli (peserta perang Badr maka itu bukan bagian dari agama.

  1. Masa ini (baca Barzanji) sesat padahal yang menganjurkannya adalah Kyai ini, Ustadz ini, Anre Gurutta ini?

Bantahan :

Yang menentukan perkara agama ini dan menetapkan syariat itu Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya atau para Kyai-kyai dan Anre Gurutta itu? Jika sekiranya semua orang bisa menetapkan suatu aturan yang kemudian ditetapkan sebagai aturan agama maka agama ini akan amburadul

1 Atau merasa kurang dan kurang afdhal kalau meninggalkannya

About these ads

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

7 thoughts on “Sesatkah Kitab Al Barzanji ? : Sebagian Syubhat

  1. Salam…
    kalau kita baca bukan untuk keselamatan, tetapi ganti dari pada kita nyanyi nyanyian yang lebih g jelas, boleh ng…?
    bukan karena adat… tapi karena emang dari pada menghindari nyanyi yang lebih ng jelas.
    jangan bilang lebih baik bc Al-Quran, guwa tau itu. ki sanak aja ng akan sanggup bc Al-Quran 24 jam, situ juga manusia kn..?
    Monggo d jawab…

    Posted by ISLAM | 06/01/2013, 00:29
    • Sufyan Ats Tsauri berkata : “Bid’ah lebih disukai Iblis daripada maksiat” kitab al barzanji adalah bid’ah dan menyanyi itu adalah maksiat
      . Imam Asy Syafi’iy –rahimahullah– berkata :
      “Jika seorang hamba menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segenap dosa kecuali syirik jauh lebih baik (lebih ringan dosanya, ed.) daripada ia menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala membawa sesuatu berupa hawa nafsu (bid’ah).” (Syarhus Sunnah halaman 124, disandarkan kepada Al Baihaqy dalam I’tiqad 158)
      Yunus bin Ubaid berkata kepada anaknya :
      “Saya larang kamu berzina, mencuri, dan minum khomer namun seandainya kamu bertemu Allah Subhanahu Wa Ta’ala Azza wa Jalla dengan (masih) berbuat ini lebih saya sukai daripada kamu bertemu Allah Subhanahu Wa Ta’ala membawa pemikiran Amru bin Ubaid dan shahabat-shahabatnya.” (Al Ibanah 2/466 nomor 464)
      Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata :
      “Ikutilah dan jangan berbuat bid’ah! Sebab sungguh itu telah cukup bagi kalian. Dan (ketahuilah) bahwa setiap bid’ah adalah sesat.” (Ibnu Nashr 28 dan Ibnu Wudldlah 17)

      la kalau sudah tahu lebih baik baca al qur’an ngapain berpaling ke hal lain. jika seandainya kita menghabiskan seluruh hidup kita bahkan di tambah lagi sebanyak itu maka sungguh itu belum cukup untuk bisa mentadabburi ayat2 al qur’an dan hadits2 nabi. antum -rahimakallah- juga bisa melakukan dzikir2 yang diajarkan nabi dan itu bisa dilakukan sambil duduk, berjalan bahkan berbaring.

      Posted by Fahruddin Abu Shafiyyah | 06/01/2013, 05:58
      • kalau anda mengatakan setiap bid’ah sesat maka anda salah besar. anda naik haji pakai apa..?
        Rasulullah naik haji pakai kenderaan apa..?

        untuk belajar tafsir Al-Quran dan Hadist anda harus menguasai ilmu nahwu dan saraf, ilmu ‘alat, ilmu mantiq, ilmu balaghah dan beberapa ilmu.

        dan ada juga hadits yang lain yang menunjukkan bantahan terhadap pernyataan bahwa burzanji sesat.

        Posted by ISLAM | 06/01/2013, 13:05
      • Wah sepertinya anda -hayyakallah- tidak mengerti yang di maksud bid’ah ya…. silahkan baca di sini http://aboeshafiyyah.wordpress.com/2012/11/25/meluruskan-pemahaman-tentang-bidah/ dan silahkan baca semua tulisan dalam blog ini yang di judulnya pakai kata “bid’ah” -kalau ada yang mau dikomentari komentari di sana, jangan di sini- lebih lengkapnya silahkan baca kitab Al I’tisham karya Imam Asy Syathibi, Al Amru Bil Ittiba Karya Imam As Suyuthy
        ====dan ada juga hadits yang lain yang menunjukkan bantahan terhadap pernyataan bahwa burzanji sesat.
        ========== bisa didatangkan haditsnya…. (jangan bawakan hadits tentang keutamaan shalawat, sebab telah disebutkan bahwa yang jadi masalah bukan bershalawatnya tapi cara dan isi shalawatnya)

        Catatan :
        Afwa Sebelumnya ana sampaikan bahwa ana telah menetapkan aturan tersendiri dalam blog ini dan berlaku untuk semuanya (untuk menutu pintu debat kusir dan terlalu melebar)
        1. Silahkan di baca tulisan-tulisan yang saya sebutkan kemudian komentarilah tulisan tersebut -jangan komentari komentar ana ini – misalnya anda telah membaca kitab Al I’tisham maka silahkan dikritisi yang mana yang tidak benar menurut antum
        2. pertanyaan/permintaan yang ana ajukan harap dijawab.
        3. Komentar tambahan sebelum membaca buku atau tulisan yang dimaksud dan/atau tanpa menjawab pertanyaan yang ana ajukan tidak akan dilayani dan tidak akan ditampilkan. jika ngotot akan dianggap spam
        4. Terakhir yang ana bisa katakan “lana a’maluna wa lakum a’malukum”
        Peraturan lengkapnya baca di sini : http://aboeshafiyyah.wordpress.com/peraturan/

        Posted by Fahruddin Abu Shafiyyah | 06/01/2013, 16:26
      • wahai saudaraku ana dah jawab pertanyaan anda, semua yang mau ana sampaikan dah disampaikan di tulisan ini, terkait beberapa perkara ana dah berikan link buat download buku yang bisa menjawab pertanyaan anda yang lain sebab terlalu panjang kalau mau idtulis di sini, ana dah kasih link buat beberapa isykal anda, apa anda sudah baca buku tersebut, apa anda sudah baca link tersebut? kalau anda benar-benar cari kebenaran maka silahkan anda baca buku syarah qawaidul arba’ah dan syarah kasyfu syubuhat yang linknya dah ana kasih -di sana ada penjelasan tentang tawassul dan ittishal yang anda ungkapkan, tapi sekali lagi sudahkah anda membacanya, jangan-jangan mendownloadnya pun belum, jawaban yang anda minta sudah ana berikan, tapi pertanyaan/permintaan yang ana ajukan tidak anda jawab/penuhi, jadi diskusi macam apa yang akan kita lakukan? dan siapakah yang ngeles…
        anda meragukan keabsahan kitab yang ana pegang tapi anda juga tidak bisa mendatangkan kitab yang menurut anda sah dan otentik, anda juga tidak bisa menunjukkan dibagaian mana dalam kitabnya imam abdurrazzaq yang memuat hadits tersebut. ana tanyakan beberapa pertanyaan tidak antum jawab malah balik bertanya. itu namanya MENDEBAT…. kemudian seakan-akan bahwa ana belum memberi cukup penjelasan.
        Semua yang hendak ana sampaikan sudah ana sampaikan baik dalam transkrif ini, maupun link-link yang ana kasih, tapi sekali lagi sudahkan anda membacanya?
        tidak mengapa kalau anda bahkan bikin iklan bahwa ana ini tidak tahu,bodoh atau apapun itu.
        ana tanyakan hadits yang anda maksud yang menunjukkan bantahan terhadap pernyataan bahwa burzanji sesat tapi tidak anda jawab juga?
        ana juga kasih link kalau anda masih mau bertanya silahkan tanyakan di link yang ana kasih yang memuat tulisan yang serupa -ana sampaikan kalau pemilik web tersebut lebih berilmu dari pada ana- tapi anda kembali kemari dan seakan-akan ana belum melakukannya (menunjukkan orang yang lebih berilmu)
        silahkan baca buku yang ana maksud dan kalau anda sudah melakukannya -sekali lagi baca dulu- maka silahkan anda sampaikan uneg-uneg atau isykal anda di e-mail ana nanti kita diskusi di sana.
        Komentar anda di sini selanjutnya akan di anggap spam kecuali jika anda menjawab pertanyaan2 yang ana ajukan dan anda menunjukkan di kitab mana Imam Abdurrazzaq menyebutkan hadits yang anda tanyakan pertama kali dan telah di jelaskan. dan anda juga harap mendatangkan bukti -kalau menurut anda hadits yang dilemahkanoleh ibnul jauzi, as suyuthy- itu adalah hadits shahih (dan itulah yang nampak) sebab ketika ana bawakan kutipan pernyataan Syaikh SHadiq, anda meragukannya dan ketika ana bawakan penjelasan sanadnya anda meragukan keabsahan kitab Al La’ali yang ana punya, jadi sekali lagi kalau anda hadits tersebut tidak lemah/maudhu maka datangkanlah bukti sebagaimana kaidah yang ana sampaikan.

        Terakhir : sekali lagi jika anda benar2 mencari kebenaran maka silahkan hadiri dan datangi kajian salafi di tempat anda -anda bisa e-mailkan lokasi anda dan nanti ana kasih info kajian di kota/tempat tersebut- dan bertanyalah di sana sesuka anda tentang berbagai perkara yang anda menyimpan isykal di dalamnya
        Wassalmu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Baarakatuh..

        Posted by Fahruddin Abu Shafiyyah | 07/01/2013, 17:27
      • saya tidak menyatakan syekh nasiruddin al-albani sesat, tapi banyak salahnya. sering kontradiksi. gitu lho.

        Pada tanggal 07/01/13, Aboe Shafijjah Beladjar

        Posted by pedangmalaikat | 14/01/2013, 09:45
      • saya sebenarnya tidak ingin melanggar aturan saya tapi lantaran anda melontarkan kritikan kepada syaikh al albany maka saya merasa perlu angkat bicara. sebelumhya anda mengatakan syaikh -rahimahullah- hanya belajar hanya dari buku dan itu sudah saya jawab melalui link yang saya kasih.
        sekarang anda mengatakan kalau syaikh al albany itu banyak salahnya, maka saya katakan
        1. Rasulullah -shallalhu ‘alaihi Wa Sallam- bersabda “Setiap Ana Adam Khaththa (berbuat Salah)…”
        2. adapun tuduhan anda bahwa beliau sering kontradiksi, maka sepertinya anda tertipu oleh kicauan hasan as saqqaf dan yang mengikuti dan membela dia silahkan baca link berikut http://abusalma.wordpress.com/2006/09/25/115914862920396347/
        3. kalaulah setiap orang yang merubah pendapatnya atau dia memiliki 2 pendapat yang berbeda langsung dinilai kontradiksi dan tanaqudh maka kenapa mereka (hasan as saqqaf dkk) tidak sekalian menulis buku TANAQUDH ASY SYAFI’I sebab sudah ma’ruf bahwa Al Imam Asy Syafii memiliki 2 pendapat dalam bayak perkara sehingga terkenal dari beliau -rahimahullah- AL QOULUL QADIM dan AL QOULUL JADID

        Posted by Fahruddin Abu Shafiyyah | 15/01/2013, 15:36

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d bloggers like this: