Manhaj, Uncategorized

AL USTADZ DZULQARNAIN TENTANG PONDOK PUTRI (TN)

Bismillah. berikut adalah transkrip dari penjelasan Ustadz Dzulqranain ketika beliau ditanya pada ssi tanya jawab DAURAH FIQIH dan USHUL FIQIH Hari Terakhir Majelis Terakhir Ba’da Ashar di Makassar yang baru saja berakhir…. kalau ada yang menemukan kekurangan dalam transkrip ini mohon dibetulkan…karena ini berasaldari rekaman ana yang ana sendiri tidak hadir langsung tapi cuma mendengar via streaming radio an-nashihah

PERTANYAAN :

Apakah akhwat yang mondok di tempat yang jauh harus ditemani mahramnya selama dia mondok di tempat tersebut atau hanya menemani pulang pergi saja?

JAWABAN:

Yang pertama, perempuan itu ya yang dilarang dia melakukan -apa namanya-, perjalanan tanpa mahram, jelas ya? kalau dia sampai ke suatu tempat dan dia ingin muqim di situ, itu namanya dia muqim dan bukan apa? bukan safar namanya. dia muqim dan apa namanya? bukan safar, jelas ya?

Baik, karena itulah kalau dia sudah sampai di suatu tempat, tempat itu aman, tempat itu aman, terjaga, maka tidak ada pelanggaran syariat di dalamnya, tidak ada pelanggaran syariat di dalam untuk hal itu, apa yang mau disalahkan …ya… dikatakan safar tanpa mahram… ini sekarang bukan safar, sudah muqim, jelas ya? dikatakan dia hidup tanpa mahram, ndak benar sebab dia hidup -apa namanya- di tempat yang dia aman di situ, jelas ya? dia aman di situ. karena itu sebagian orang yang -apa namanya- belakangan ini ada yang, SEBAGIAN ORANG YANG KURANG AKALNYA, TIDAK PAHAM PERMASALAHAN tiba-tiba memunculkan tulisan..ya.. PONDOK PUTRI ITU TIDAK ADA, TIDAK BOLEH…ya.. dan ini yang saya bilang tadi TERMASUK MUSIBAH. MUSIBAH, sebagian menganggap dirinya penuntut ilmu, MENGANGGAP DIRINYA SUDAH CERDAS tapi sebenarnya apa, dari perbuatannya itu TIDAK MENUNJUKKAN ILMU YANG DIA PELAJARI, TIDAK MENUNJUKKAN ILMU YANG DIA PELAJARI, dan LEBIH BANYAKNYA -kalau menurut saya-wallahu a’lam- LEBIH BANYAKNYA HAWA NAFSU. LEBIH BANYAKNYA, Kenapa saya katakan hawa nafsu, dia misalnya lihat di sebuah pondok pesantren, ada kesalahan di pondok itu, karena ada kesalahan di pondok tersebut, dia anggap semua pondok yang lain sama, sama seperti itu, itu benar hukumnya yang seperti ini? Hukum yang adil ini?…INI TIDAK BENAR YA!… dan itulah hawa nafsu namanya, itu namanya hawa nafsu, itu yang pertama. Kemudian yang kedua, Pondok Pesantren itu, itu adalah kebaikan, tempat mengajarkan ilmu, sebuah program kebaikan diadakan, kalau ada kekeliruan, sifat seorang muslim adalah menasehati, dia membantu meluruskan kesalahan. bukan apa ya… bukan justru dia meruntuhkan kebaikan, karena tidak masuk akal ada orang luka tangannya ya… ada luka tangannya… kalau tangannya luka dia pergi potong tangannya, masuk akalkah itu? tidak masuk akal. Orang kalau luka tangannya diobatin, diperbaiki, diluruskan, kalau dia luka tangannya…jelas ya? sama kalau saudaranya bikin kekeliruan, dia luruskan, dia perbaiki, bukan tangannya pergi dipotong. Dan ini sudah menunjukkan kurangnya, sedikitnya -apa namanya- pendangan kemudian SIKAP TERGESA-GESA MENJATUHKAN HUKUM, SIKAP TERGESA-GESA MENJATUHKAN HUKUM…YA… MAKA SAYA NASEHATKAN SEMUA UNTUK BERTAQWA KEPADA ALLAH DALAM SETIAP PERKARA DAN DIA BERBICARA DENGAN ILMU, JANGAN BERBICARA SEMBARANGAN. Kemudian JANGAN MEMPERTANYAKAN HAL-HAL YANG SEBENARNYA -apa- YANG DITANYAKAN BERBEDA DENGAN KENYATAAN, BERBEDA DENGAN KENYATAAN, YA!. dan ini juga dari kemarin saya dipembahasan ushul fiqih diterangkan sebenarnya. Antum paham ushul fiqih, bentuk orang yang -apa namanya- ucapan, hukum itu kalau dia pada satu keadaan maka kadang hukum tersebut untuk keadaan tertentu saja..ya! jadi kalau di keadaan tertentu, itu kaidah, ada kaidah namanya berbunyi -apa- Qadhiyatul a’yan la umumalah -permasalahan yang sifatnya khusus, itu ndak bisa diambilkan petikan hukum umum, hukum umum

Ada seorang syaikh misalnya ditanya tentang keadaan suatu pondok, dia katakan, “oh ini ndak benar, harusnya diperbaiki keadaan pondok ini” maka fatwanya itu untuk pondok itu saja karena ini berkaitan dengan -apa- sifat khusus dari …..(afwan tidak jelas)….pondok tersebut, di pondok yang lainnya belum tentu ada kesalahan itu sehingga dijatuhkan -apa- hukum umum, ini namanya orang yang mengerti ilmu tentang cara pendalilan., kalau sembarang berbicara, ini menjadi apa?…ini menjadi hal yang repot. Seperti ini ADA JUGA YANG BERKATA : “PEREMPUAN ITU TIDAK PERLU MONDOK LAMA, YANG PENTING SUDAH MENGENAL DA’WAH SALAF, PAKAI CADAR, CUKUP BAGINYA.” ini juga pernyataan apa namanya, orang yang tidak mengerti ilmu syariat, ya menuntut ilmu, itu adalah perintah kepada laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan di dalamnya cuma laki-laki yang mau pintar saja, perembuan ndak boleh pintar, ini hasil dari ucapannya. dan ini kebalikannya, katanya, “Akhwat katanya boleh butuh kuliah, sarjana karena dibutuhkan ke depannya sebagai tenaga pengajar di pondok pesantren harus sarjana dan ini juga kebalikannya ya…satu ekstrim dan satunya -apa- menyepelekan dan ini yang membuat kerusakan di tengah manusia yang seperti ini…ya… jelas ya! kata Ibnul Qayyim rahimahullah : “Maa min amrin amarrallahu bihi illa walisysyithani …..(afwan tidak jelas)… tidak ada satu perintahpun yang ALLAH perintahkan padanya manusia kecuali syaithon ada 2 tindakan di situ untuk menyesatkan manusia.

tindakan yang pertama diarahkan manusia itu untuk berlebihan di dalam melakukan. yang kedua diarahkan untuk menyepelekan. ini 2 target syaithon yang jelas dia tidak sesuai dengan apa yang diperintah, dia ke kanan ya… ke kanan atau ke kiri, ekstrim kanan atau ekstrim kiri dan dua-duanya disenangi oleh syaithon. Syaithon tidak perduli dia dapat yang mana yang penting tidak ke jalan yang lurus…iya…jelas ya!…maka ini hendaknya seseorang itu berhati-hati…

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: