Uncategorized

Antara Gempa Aceh dan Kesyirikan yang Melanda Negeri Kita

Antara Gempa Aceh dan Kesyirikan yang Melanda Negeri Kita
Oleh: Wira Bachrun Al Bankawy

Baru saja kita saksikan bersama, bencana gempa bumi kembali menimpa negeri kita. Sebagai orang yang beriman apabila terjadi gempa, badai, banjir, serta berbagai bencana lainnya, hendaknya kita segera bertaubat kepada Allah, tunduk menyerahkan diri kepada Allah, dan meminta keselamatan pada-Nya.
Demikian pula kita diperintahkan untuk memperbanyak zikir dan istighfar, meminta ampun kepada Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ketika terjadi gerhana,

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
”Jika kalian melihat/mengalami yang demikian, takutlah dan rendahkanlah diri-diri kalian kepada Allah dengan berdzikir kepadaNya, berdoa dan beristighfar kepadaNya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Gempa ini adalah peringatan yang kesekian kalinya dari Allah ta’ala. Sudah sepatutnya-lah berulangnya musibah demi musibah, gempa demi gempa, membuat kita berpikir, mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Di dalam Al Quran Allah ta’ala berfirman,

أَوَلاَ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عاَمٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لاَ يَتُوْبُوْنَ وَلاَ هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
“Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak juga bertaubat dan tidak pula mengambil pengajaran?” (At Taubah: 126)
Demikian pula Allah takdirkan terjadinya gempa bumi dan berbagai macam musibah yang lainnya dalam rangka memperingatkan hamba-hamba-Nya karena mereka terus menerus menjalankan hal-hal yang dilarang Allah.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا
“Dan tidaklah kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali dalam rangka untuk menakuti.” (Al-Isra: 59)

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami dari segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an adalah benar. Dan apakah Rabb mu tidak cukup bagi kamu, bahwasanya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushilat: 53).
Sesungguhnya bencana yang timbul adalah karena kezhaliman yang dilakukan oleh manusia. Allah berfirman,

كُلًّا أَخَذْنَا بِذَنبِهِ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. (Al Ankabut : 40)

Allah juga berfirman,
مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ
“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri”. (An Nisaa` : 79)
Dan ketauhilah kezhaliman yang terbesar itu adalah KESYIRIKAN, sebuah kezhaliman yang begitu tersebar di negeri kita yang notabene adalah Negara dengan jumlah penduduk muslimnya TERBESAR di dunia. Allah berfirman,

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13)
Di mana-mana kita temui orang-orang meminta kepada selain Allah; Meminta kepada kuburan-kuburan para wali , tempat keramat, benda-benda pusaka, roh-roh leluhur, jin ‘penguasa’ laut, batu dan pohon.
Kita temukan juga praktek-praktek kesyirikian seperti perdukunan, ramal-meramal, bahkan disuguhkan di rumah kita, disuguhkan ke hadapan kita melalui beragam media seperti koran dan televisi. Padahal selain menjadi sebab ditimpakannya musibah atas umat manusia, syirik memiliki kejelekan yang sangat besar. Kejelekan-kejelekan tersebut adalah:

1. SYIRIK ADALAH KEZHALIMAN YANG SANGAT BESAR
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13)
Zhalim itu adalah “meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya”. Maka siapa beribadah kepada selain Allah, berarti dia telah meletakkan peribadahan itu tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, itulah kezhaliman yang besar.

2. SYIRIK ADALAH DOSA BESAR YANG TIDAK DIAMPUNI OLEH ALLAH
Allah berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, tetapi akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisa’: 48)

3. ALLAH MENGHARAMKAN SURGA BAGI ORANG YANG MELAKUKAN KESYIRIKAN
Di dalam surat Al Maidah ayat 72, Allah berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan orang-orang zhalim itu tidak memiliki para penolong.” (Al Ma’idah: 72)
Orang-orang yang menyekutukan Allah, mereka tidak akan masuk ke dalam surga. Allah haramkan surga bagi mereka. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam, bahkan kekal di dalamnya.

4. SYIRIK MENGGUGURKAN SEMUA AMALAN IBADAH KITA
Allah berfirman,
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan kalaulah mereka menyekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka amalkan.” (Al An’am: 88)
Allah juga berfirman,
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para nabi sebelummu; “Jika engkau menyekutukan Allah, pasti gugur amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi. ” (Az Zumar: 65)
Inilah bahaya syirik. Semua amalan kita akan menjadi sia-sia apabila kita melakukan perbuatan syirik. Shalat kita, puasa kita, zakat kita, shadaqah kita, infaq kita di jalan Allah akan pupus, hancur lebur tak bersisa karena perbuatan syirik kita.
Oleh karena itu, berhati-hatilah kita dari perbuatan syirik. Jagalah diri kita dan keluarga kita dari jatuh kepada perbuatan syirik.

Perbuatan Syirik yang Tersebar di Masyarakat
Sekarang marilah kita telaah beberapa praktek kesyirikan yang masih membudaya di tengah-tengah masyarakat kita. Di antara perbuatan syirik tersebut adalah:

• MEMINTA, BERDOA KEPADA SELAIN ALLAH.
Sebagaimana yang telah kita sebutkan, banyak dari orang yang mengaku muslim, tapi suka datang ke kuburan-kuburan, ke tempat-tempat keramat, ke gua-gua, ke tepi laut, ke pesugihan untuk meminta berkah dan perlindungan. Ini adalah perbuatan syirik besar yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali apabila pelakunya bertaubat.
Padahal di dalam Al Qur’an Allah ta’ala telah memerintahkan kepada kita, agar berdoa hanya kepadanya:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al Mu’min 60)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam juga telah berwasiat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam At Tirmidzi,
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ،
‘Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”
Dan ingatlah firman Allah ta’ala yang setiap kali kita baca di dalam shalat:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta pertolongan.”
Demikian pula Rasulullah telah melarang kita untuk meminta kepada kuburan-kuburan, bahkan melarang untuk menjadikannya sebagai tempat beribadah.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari, Rasululllah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيآئِهِمْ مَسَاجِدَ
“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan nabi mereka sebagai sebagai masjid-masjid (tempat ibadah).”

• MEMAKAI JIMAT ATAU PENANGKAL BALA’ YANG SEJENISNYA
Hal ini masih kita dapatkan di banyak kaum muslimin. Mereka menggunakan gelang, kalung, atau cincin untuk menolak bala’. Sebagian yang lain juga menempelkan rajah-rajah di pintu-pintu dan dinding rumah mereka. Ketahuilah saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, ini semua adalah syirik kepada Allah subhanahu wata’ala.
Di dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan yang selain beliau, Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّماَئِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna pengasih adalah syirik.”

• PRAKTEK PERDUKUNAN DAN RAMAL MERAMAL
Praktek kesyirikan ini cukup marak di kalangan masyarakat. Bahkan cukup disayangkan, mayoritas media informasi baik media cetak, elektronik atau lainnya selain menampilkan berbagai bentuk kemaksiatan tapi juga memberi andil dalam menyebarkan penyimpangan-penyimpangan aqidah di tengah-tengah kaum muslimin. Yaitu berupa berbagai acara, artikel, maupun iklan yang mempromosikan praktek-praktek perdukunan yang dihias-hiasi dengan istilah pengobatan, kekuatan pikiran atau meditasi. Padahal Islam telah melarang praktek perdukunan semacam itu.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافاً فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْئٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)
Demikian juga di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Demikianlah sedikit penjelasan tentang praktek-praktek kesyirikan yang melanda masyarakat kita. Semoga kita senantiasa menjaga diri dan keluarga kita agar tidak terjatuh kepada perbuatan syirik ini, sebagaimana Nabi Ibrahim yang meminta perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari perbuat syirik, di mana beliau berdoa:
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ اْلأَصْنَامَ
“Jauhkan diriku dan anak keturunan ku dari menyembah berhala…”
Semoga Allah jauhkan negeri kita dari segala macam musibah dan bencana, serta menjadikan penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, menjalankan syariat-syariat-Nya dengan kaffah…
Wallahu ta’ala a’lam, semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Ditulis di Hadramaut, pada kamis pagi 20 Jumadil Ula 1433 H, sehari setelah terjadinya gempa Aceh (11 April 2012)

Sumber : http://wirabachrun.wordpress.com/2012/04/12/antara-gempa-dan-kesyirikan-yang-melanda-negeri-kita/#more-428

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: