Nasehat

Cinta Rasul : Antara Pengakuan dan Sikap Berpaling

Setiap orang yang mengaku muslim kalau ditanya ; “APAKAH KAU MENCINTAI RASULULLAH? maka dia akan menjawab :
“YA”
“TENTU SAJA”
“PASTI”
“100 %” karena yang tidak mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  hanyalah orang munafik, dan tak seorangpun yang mau disebut munafiq.
“Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai aku menjadi yang paling dicintainya melebihi -cintanya- kepada anak2nya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya.(Al-Hadits)
Tapi sesuaikah pengakuan itu dengan realita yang ada.
Ketika kita mencintai seseorang -seorang pria/wanita- maka kita akan mencari segala macam cara untuk mendapatkan perhatiannya, kita akan mencoba mencari tahu segala sesuatu tentang orang itu, hala yang disukai dan dibencinya, di mana dia tinggal? Berapa orang bersaudara? Apa pekerjaan orang tuanya? Apa hobbynya? Sampai ke hal-hal yang paling sepele seperti jam berapa dia tidur? Jam berapa dia bangun? Apa warna kesukaannya? Makanan apa yang paling disukainya? Dan siapa nama bonekanya -kalau dia wanita dan punya boneka? Kita akan menanyai orang-orang yang dekat dengannya, dengan saudaranya, dengan sahabat2nya, dengan teman sekolah/kuliahnya. Bahkan mungkin beberapa orang dari kita bertindak sedikit kelewat agresif dengan mencoba membaca catatan hariannya atau mendatangi rumahnya.
Pertanyaannya adalah : PERNAHKAH KITA MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENCARI TAHU TENTANG RASULULLAH KARENA KITA MENGAKU MENCINTAINYA?
Pernahkah kita membaca sirah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  walaupun hanya sekilas dan sambil lalu? Pernahkah?
Pernahkah kita mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan beliau Shallallahu Alaihi Wasallam selain yang kita tahu dan kita ingat dari pelajaran2 di sekolah atau di Universitas? Pernahkan kita mencari tahu bagaimana beliau menjalani keseharian beliau sejak bangun tidur sampai tidur lagi -sebelum itu pernahkah kita mencari tahu doa2 beliau sebelum tidur dan bagaimana cara tidur beliau?- sebagai seorang Nabi, Sebagai seorang Kepala Negara, Sebagai seorang Ayah, sebagai seorang suami, sebagai seorang sahabat dan yang terpenting kehidupan beliau Shallallahu Alaihi Wasallam   sebagai seorang Rasul dan Hamba ALLAH?
PERNAHKAH? Ataukah kita sibuk dengan keseharian -urusan dunia- kita dan berkata tak punya waktu? Subhanallah, kalau itu alasan kita wahai saudaraku, sebaiknya segeralah bertobat sebelum malaikat maut datang menjemput.
Saudaraku…!
Pernahkah kita mencari tahu, makanan apa yang paling beliau suka, warna apa yang paling beliau sukai, siapakah manusia yang paling beliau cintai. Tidakkah kita merasa malu mengaku cinta, tapi ketika ditanya siapakah istri beliau Shallallahu Alaihi Wasallam yang kedua, ketiga, keempat dan saudaranya. Beberapa orang dari kita bahan masih rancu berapa jumlah istri beliau. Berapa yang meninggal sebelum beliau, berapa yang beliau tinggal jadi janda. Tidakkah kita merasa malu karena tidak tahu nama-nama istri beliau yang merupakan ibu-ibu kita -kalau kita memang beriman- karena istri-istri beliau Radhiallahu anhunna adalah Ummul Mu’minin (ibunya orang-orang yang beriman)
Sangat ironis dan memprihatinkan ketika ditanya nama2 sahabat yang dijamin oleh beliau masuk surga, kita mencelong, melongo, tapi kalau ditanya nama-nama pemain PSM, akan dengan lancar lengkap dengan posisi dan asal daerahnya. Sangat memilukan, kita mengaku cinta, tapi ketika ditanya nama-nama putri beliau Shallallahu Alaihi Wasallam, menganga bengong tapi akan dengan lancar tanpa tersendat menyebut nama-nama personil band Dewa, Padi, Slank, dll berdasarkan kekagumannya. Banyak diantara kita menghapal dengan lancar lagu-lagu DEWA (yang lirik2nya penuh dengan kesyirikan dan kekufuran) tapi ketika ditanya doa dan dzikir sebelum tidur ataupun dzikir-dzikir pagi sore dan sayyidul istighfar hanya termangu dan gelagapan. Yang lebih menyedihkan dan menyayat hati, banyak diantara kita ketika ditanya siapa tokoh idolanya? Yang muncul adalah nama2 seperti Einstein -seorang Yahudi kafir-, atau yang lebih parah Che Quevarra -Seorang Komunis Kafir sejati. Jarang sekali nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam muncul apalagi nama2 shahabatnya. Sekali lagi : TIDAKKAH KITA MERASA MALU.
Saudaraku…!
Belajar dan belajarlah! Sebab tak ada kata cukup untuk ilmu. Orang bijak berkata : Siapa yang merasa cukup dengan ilmunya sekarang berarti dia telah tertipu. Dan saya ulang kembali pertanyaanku  APAKAH KALIAN MENCINTAI RASULULLAH Shallallahu Alaihi Wasallam
Wallahul Musta’an

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: