Aqidah, Manhaj

Sesatkah Kitab Al Barzanji? : Pendahuluan

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد

 

Berikut ini adalah transkrip pembahasan Kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam kitab Maulid Al Barzanji yang dibahas oleh Al Ustadz Abu ‘Abdillah Khidhir –hafizhahullah- (Rekamannya Bisa Di Download Di Sini). Sebelumnya perlu disebutkan di sini bahwa sebahagian kata-kata yang saya (Abu Shafiyyah) gunakan dalam transkrif ini tidak persis sama dengan apa yang diucapkan oleh Al Ustadz Khidir –hafizhahullah- tapi insya-Allah maknanya sama, kemudian juga ada beberapa dalil yang tidak beliau sebutkan pada waktu pembahasan ini, tapi biasa beliau sebutkan di tempat lain maka ana tambahkan, kemudian transkrif ini telah diperlihatkan kepada beliau –hafizhahullah- untuk dikoreksi dan jika memungkinkan bias diterbitkan menjadi sebuah buku akan tetapi beliau menyampaikan kepada ana bahwa kata-kata yang ana pakai dalam transkrif ini tidak cukup bagus untuk digunakan sebagai bahasa tulisan, olehnya itu jika ada ikhwa yang memiliki kemampuan untuk mengeditnya sehingga bisa menjadi bahasa tulisan maka bisa dilaksanakan dan hasilnya diberikan kepada ana untuk insya-Allah aka nana ajukan lagi kepada beliau –hafizhahullah-

PENDAHULUAN

Kita semua sadar akan rahmat dan kasih Allah Azza wa Jalla sehingga tidak sedetikpun kita lepas dari rahmat Allah Azza wa Jalla dan sebesar-besar nikmat tersebut adalah Agama dan kita bersyukur bahwa Allah Azza wa Jalla menetapkan bahwa kita hadir di zaman setelah terutusnya Rasul terbaik, diturunkannya kitab yang terbaik, dan itu semua karena kebaikan Allah Azza wa Jalla. Dan karena kebaikan-Nya pula kitapun memeluk agama ini, agama yang dibawa oleh sebaik-baik makhluq. Nikmat ini harus dijaga dan diwujudkan dalam keseharian kita, disyukuri sebagaimana wajibnya mensyukuri nikmat harta.

Mensyukuri nikmat agama ini adalah dengan mempelajarinya dengan niat yang ikhlash untuk benar-benar tahu tuntunan agama, mengamalkannya, mendakwakannya kemudian bersabar di atasnya sampai kita berjumpa dengan Allah Azza wa Jalla. Tanpa keempat hal ini (menuntut ilmu, mengamalkan ilmu tersebut, mendakwahkannya dan kemudian bersabar di atasnya) manusia pasti binasa. Lihat firman Allah Azza wa Jalla :

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

 Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al Ashr 1 -3)

Allah Azza wa Jalla bersumpah demi masa, dikuatkan dengan huruf taukid (إِنَّ), kemudian ditambah lagi dengan huruf la (لَفِي). Ini untuk menunjukkan kuat dan pentingnya pengkhabaran ini. Bahwa hanya dengan keempat hal ini maka manusia akan selamat.

Salah satu upaya yang masuk dalam lingkup 4 perkara tersebut adalah dengan menjaga diri dari berbagai penyimpangan dan kesalahan, apalagi kalau itu menyangkut perkara dasar dalam agama islam, tentang aqidah, ushuluddin, Tauhid. Sangatlah mengerikan kalau seseorang mengaku beriman kepada Allah Azza wa Jalla tapi kemudian melakukan perbuatan yang menodai bahkan menghabiskan nilai-nilai iman itu, mencabutnya sampai ke akar-akarnya. Mengatakan keimanan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, tapi bersamaan dengan itu dia melakukan  perbuatan, perkataan dan meyakini keyakinan yang memangkas habis keimanan itu. Untuk itu harus diketahui lawan-lawan islam, lawan-lawan tauhid, lawan-lawan sunnah. Seperti kata penyair :

Saya mengetahui yang tidak baik bukan untuk melakukan yang tidak baik.

Tapi untuk berhati-hati terhadapnya

Umar bin Khatthab berkata : “Tidaklah ikatan Islam itu terlepas sehelai demi sehelai. Seutas demi seutas kecuali ketika seseorang hidup di atas Islam tapi dia tidak tahu lawan-lawan islam yakni Al –Jahiliyah

Para Ulama berkata : Kapan hamba melakukan bid’ah maka ketika itu pula lepas sunnah sebesar itu pula”

Membangun bangunan harus memperhatikan hal-hal yang bisa merobohkan bangunan itu.

Olehnya itu, sekali lagi sungguh kerugian besar bagi orang-orang, kecuali yang mengamalkan 4 perkara :

·        Mengetahui Islam

·        Mengamalkan Islam

·        Mendakwahkan Islam, dan

·        Bersabarlah di Atas Islam

Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia dari berbagai arah dan Allah Azza wa Jalla telah menetapkan Syetan sebagai musuh.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda: Sebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian setelahnya kemudian setelahnya.

Dalam pejalanan sejarah, kesesatan itu muncul bahkan ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa SallamShallallahu ‘Alaihi Wa Sallam masih hidup, Khawarij, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa SallamNabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Palsu, orang-orang yang ghuluw (berlebihan) kepada beliau. Setelah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam meninggal, di zaman sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in, bid’ah dan kerusakan muncul semakin banyak dan makin beragam.

Lakukanlah upaya tanpa henti untuk mengetahui perkara-perkara yang disandarkan kepada islam tapi jauh darinya, dianggap bagian dari islam padahal bukan bagian dari islam, disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, tapi beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berlepas diri darinya bahkan benci akan hal itu.

Takutlah dari hal-hal yang bisa merusak agama kita. Rasa takut ini adalah sifatnya orang-orang beriman.

Firman Allah Azza wa Jalla :

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ ﴿٩٩ الأعراف

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah Azza wa Jalla (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah Azza wa Jalla kecuali orang-orang yang merugi. (Al A’raaf 99)

Semua mengaku punya hubungan dengan Laila

Tapi Laila tidak mengakui hubungan dengan siapapun.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: