Sesatkah Kitab Al Barzanji

Sesatkah Kitab Al Barzanji: Pendahuluan Ketiga : Bershalawat Itu Ada Aturannya

Perkara berikutnya yang harus dipahami adalah salah satu wujud kecintaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah dengan banyak bershalawat pada beliau. Pembahasan ini sangat penting mengingat begitu banyaknya orang yang terjatuh dalam kebatilan karena hal ini. Mereka berdalih, ”inikan shalawat, masa tidak boleh bershalawat pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam”. Padahal yang mereka lakukan adalah shalwat bid’ah, shalawat syirik dan kemudian mereka menuduh orang yang melarang barzanji dan shalawat bid’ah lainnya[1] sebagai orang yang tidak cinta pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴿٥٦﴾

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Al Ahzab 56)[2]

Kembali bahwa cinta kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah ibadah yang sangat besar dan karena dia adalah ibadah maka harus sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan tidak boleh seenaknya saja. Demikian pula dengan shawalat. Tapi yang harus dipahami adalah bahwa bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bukan artinya mendoakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Bershalawat adalah wujud pemuliaan karena kita butuh memuliakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan kuta butuh shalawat Allah Azza wa Jalla sebab siapapun yang bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam satu kali maka Allah Azza wa Jalla akan bershalawat kepadanya sepuluh kali[3].

Dalil dalil yang Menjelaskan Keutamaan Shalawat

Berikut beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang diambil dari Shahih Targhib wa Tarhib karya Syaikh Nashiruddin Al Albany, Kitab Targhib wa Tarhib sendiri adalah karya Al Hafizh Al Mudziri :

1.            Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabada : Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah Azza wa Jalla akan bershalawat padanya sepuluh kali.

         Dalam Lafal yang lain : Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah Azza wa Jalla tuliskan baginya sepuluh kebaikan.

2.            Dari Anas bin Malik : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : Barang siapa yang namaku disebut disisinya maka dia harus bershalawat untukku (hadits ini shahih lighairih)

Hadits diatas menunjukkan wajibnya bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika nama beliau disebut. Akan tetapi shalawat tersebut harus memenuhi dua syarat sebagaimana semua ibadah harus memenuhi kedua syarat itu, yaitu : 1) Ikhlash karena Allah Azza wa Jalla dan 2) Sesuai dengan tuntutan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Tanpa kedua syarat tersebut maka seluruh ibadah tertolak. Sedangkan begitu banyak shalawat yang masyhur tapi tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam seperti shalawat sebelum dan sesudah azan, shalawat badar, dan lain-lain.

Orang yang shalat dengan memenuhi kedua syarat di atas pun masih banyak yang melakukan kemungkaran dalam ibadahnya, yaitu dalam bentuk dia beribadah dengan ikhlash dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tapi dengan ibadahnya itu dia mengharapkan dunia[4] sehingga ibadahnya tertolak. Apalagi dengan membaca Al Barzanji yang tidak memenuhi satupun syarat di atas[5],

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿١٦﴾

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? (Huud 15 – 16)

Makanya banyak pelaku syirik yang tetap dikasihi, diberi harta[6]

         Diriwayatkan pula dari Anas bin Malik dengan lafal : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

         Barang siap yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah Azza wa Jalla akan bershalawat padanya sepuluh kali, dihapuskan untuknya sepuluh kejahatan dan akan diangkat derajatnya sepuluh derajat.           

         Kalau membaca Barzanji bukan naik malah turun sekian ratus derajat.

3.            Diriwayatkan Dari Abdurrahman bin Auf : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam keluar maka saya mengikutinya, kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam masuk ke sebuah perkebunan. Di situ Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sujud dengan sujud yang panjang sampai-sampai saya takut jangan-jangan Allah Azza wa Jalla wafatkan beliau. Maka saya datang melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengangkat kepalanya kemudian bertanya : “kenapa kamu wahai Abdurrahman? Maka sayapun menceritakan ketakutanku. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : Sungguh Jibril berkata kepada saya : Inginkah kusampaikan berita gembira kepada engkau. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman, “Barang siapa yang bershalawat pada Rasulullah maka Aku akan bershalawat kepadanya. Barangsiapa yang mengucapkan salam kepada engkau, maka Aku akan mengucapkan salam padanya. (Dalam riwayat yang lain beliau bersabda : Maka akupun sujud syukur kepda Allah Azza wa Jalla) (Hasan Lighairih)

4.            Dari Abu Hurairah : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Barang siapa yang bershalawat padaku dari umatku satu kali ikhlash dari hatinya maka Allah Azza wa Jalla akan bershalawat padanya sepuluh kali, Allah Azza wa Jalla akan angkat sepuluh derajat, dituliskan baginya sepuluh kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan.(Hasan Shahih)

5.            Dari Anas : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Perbanykanlah shalawat padaku pada hari jum’at karena sungguh Jibril tadi datang membawa berita dari Rabbnya. Allah Azza wa Jalla berfirman : Tak ada seorangpun yang bershalawat padamu satu kali kecuali pasti Aku bershalawat padanya dan juga para malaikat bershalawat padanya sepuluh kali” (Hasan Lighairih)

6.            Dari Al hasan bin Ali : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Di mana saja kamu berada bershalawatlah kepadaku karena sungguh shalawatnya kalian sampai kepadaku.

7.            Dari Abu Hurairah : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Tak ada seorangpun yang memberi salam padaku kecuali Allah Azza wa Jalla kembalikan ruhku sampai aku jawab salamnya (Hadits Hasan)

Adapun cara menjawabnya kita tidak tahu, karena ini adalah perkara ghaib. Tidak ada juga keterangan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendengar. Untuk hal-hal seperti ini kita tetapkan saecara lafzh dan kita imani apa adanya adapun kaifiyat (bagaimana) nya kita tawaqquf (Diam dari membicarakannya)

8.            Dari Ibnu Mas’ud : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sungguh Allah Azza wa Jalla mempunyai malaikat-malaikat yang berjalan-jalan yang akan menyampaikan salam dari umatku.

9.            Dari Ibnu Mas’ud : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Manusia yang paling berhak padaku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat padaku (Hasan Lighairih)

Yang menjadi masalah bukanlah keutamaan shalawat, yang menjadi masalah adalah apakah shalawat kita sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, apakah shalawat kita ikhlash atau tidak. Apalagi kalau didalamnya terdapat ghuluw terhadap Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.


[1]     Insya Allah akan datang penjelasannya.

[2]     Sebuah pelajaran berharga diperlihatkan oleh para sahabat -akan tidak bolehnya sembarangan membuat-buat ucapan zikir yang disandarkan kepada agama- ketika ayat ini turun. Diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhary dari Abdurrahman bin Abu Laila, beliau menuturkan bahwa Ka’ab bin Ujrah (seorang sahabat Nabi) bertemu dirinya. Ka’ab lantas berkata, “maukah engkau kuberi hadiah? Sesungguhnya Nabi pernah keluar kepada kami. Kami lantas bertanya kepada beliau, ‘Wahai rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimanakah cara mengucapkan shalawat kepadamu?’ maka nabi memerintahkan untuk mengucapkan :…(shalawat yang dibaca ketika tasyahhud yang dikenal dengan nama shalawat ibrahimiyah).

      Perhatikanlah, para shahabat saja tidak berani membikin-bikin shalawat, lantas bagaimana kita yang ilmu dan kemuliaan kita seperti langit dan sumur bor –itupun dikali berlipat-lipat- berani berbuat sesuatu yang shahabat tidak berani lakukan. Masihkah tersisa dalil bagi kita untuk itu.Wallahul Musta’an!

[3]     Seperti dalam hadits yang akan dijelaskan kemudiaan.

[4]     Penjelasan tentang ini bisa dilihat dengan lebih jelas dan rinci dalam Fathul Madjid Syarah Kitab Tauhid, atau kitab-kitab Syarah Kitab Tauhid lainnya dalam bab Di Antara Kesyirikan Adalah Seseorang Beramal Amalan Akhirat Tapi Untuk Tujuan Dunia.

[5]     Mayoritas orang bahkan mungkin keseluruhannya melakukan barzanji karena maksud selain mengharap hari akhirat dan perjumpaan dengan Allah, yakni untuk maslahat duniawi. Naik rumah baru melakukan barzanji karena berharap agar rumahnya selamat dari marabahaya. Beli mobil baru, agar selamat, yang kalau mau dipakai berusaha barzanji dilakukan dengan maksud agar usahanya lancar dan banyak uang. Semuanya untuk maksud duniawi. Bahkan orang yang melakukan haji ke baitullah, orang yang ditinggalkan dikampung tiap malam jum’at melakukan barzanji agar sang jama’ah selamat. Sekali lagi untuk maksud duniawi.

[6]     Dan orang awam menganggap itu sebagai karamah padahal itu adalah istidraj(perlalaian), makanya banyak-banyak orang yang dianggap wali adalah manusia-manusia paling rusak yang pernah diciptakan Allah seperti Al Badawy, Ar Rifai, Al Hallaj.

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

One thought on “Sesatkah Kitab Al Barzanji: Pendahuluan Ketiga : Bershalawat Itu Ada Aturannya

  1. Al barzanji sirik bid’ah,di tmpt kami klo memberi nama ato peresmian nama anak acara orgen tunggal,main kartu,joget dan nyanyi

    Posted by Wong bodo | 23/07/2012, 19:01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: