Sesatkah Kitab Al Barzanji

Sesatkah Kitab Al Barzanji ? : Lagi Menyifati Nabi Dengan Sifat ALLAH

Qasidah yang Di Baca Ketika Berdiri.

Bacaan yang dibaca ketika berdiri berbeda-beda tergantung orang yang membacanya.

Dalam Ad Daibai dimulai dengan bacaan, Thala’al badru ‘alaina…(telah terbit pulan purnama kepada kita) kemudian ditutup dengan bacaan, Shallallah ‘ala Muhammad (Shalawat kepada Muhammad 3 kali).

Bacaan lainnya dalam Syarful Anam di awali dengan bacaan, Yaa Nabi Salam Alaeka (Wahai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam salam atasmu). Jadi diucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam karena beliau telah datang menurut keyakinan batil mereka.

Bacaan dalam Syarful Anan mirip dengan bacaan adalam kitab yang sedang dibahas yaitu kitab Maulid Al Barzanji.

Berikut beberapa bait dalam Ad Daibai,

Telah terbit bulan purnama kepada kita, Wajib bagi kita untuk mensyukurinya

Wahai yang diutus kepada kami, Yang datang dengan urusan yang di ta’ati

Engkaulah Ghautskami, Wahai yang dimuliakan tabiatnya

Jadilah penyembuh wahai kekasih, pada hari berkumpul (padang masyhar)

Pembahasan

Itu di atas sebagian bacaan dalam kitab Ad Daibai, adapun dalam kitab Barzanji mirip-mirip dengan bacaan dalam Syarful Anam. Entah siapa yang mengambil atau mencontek yang jelas bait-bait dalam kitab tersebut sama mengerikannya.

Ghautsartinya penolong/penyelamat dalam kondisi yang sangat genting. Permintaannya disebut istghatsah, dalam perang badar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beristighatsah kepada Allah Azza wa Jalla. Perang badar dihadiri orang-orang terbaik umat ini tapi bersamaan dengan itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beristighatsahnya kepada Allah Azza wa Jalla.1 Permintaan syafaat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah kesyirikan, yang benar adalah memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar dimasukkan dalam orang-orang yang mendapat syafaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

قُل لِّلَّـهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan” (Az Zumar 44)

Penjelasan ayat

 لِّلَّـهِ (lillahi) menggunakan lam istihqaq yang menunjukkan makna pengkhususan, jar majrur yang mutaaliq dengan khabar muqaddam2, mubtadanya syafaat. Terjadi pendahuluan perbuatan dari pelaku sehingga membentuk pengkhususan secara mutlak. Jadi meminta sesuatu kepada yang tidak memilkinya adalah sebuah kebatilan besar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hanya diberi syafaat oleh pemiliknya. Doa ini (doa minta syafaat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) adalah doa syirik maka pantaskah dijadikan sebagi pujian kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa. (Al An’am 51)

مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. (Al Baqarah 255)

وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّـهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). (An Najm 26)

Sekarang perhatikan kengerian isi kitab Al Barzanji, yang pembahasan kali ini tentang qasidah yang di baca orang ketika berdiri.

  1. wahai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam salam atasmu; wahai rasul salam atasmu

  2. wahai kekasih salam atasmu; shalawat Allah atasmu

  3. telah terbit bulan purnama kepada kami; maka bulan yang lainnya pudar

  4. (belum pernah) kami melihat yang sebaikmu; sebelum wahai wajah yang menggembirakan

  5. engkau3lah matahari engkaulah bulan purnama; engkaulah cahaya di atas cahaya

  6. engkau bagaikan emas murni yang mahal; engkau pelita seluruh hati

  7. wahai kekasihku, wahai Muhammad; wahai pengantin dua hati yang menenangkan.

  8. Wahai yang dikokohkan dengan mukjizat; wahai imamnya dua kiblat

  9. Barang siapa yang melihat wajahmu niscaya berbahagia; wahai yang mulia kedua orang tuanya.

Bait-bait di atas mengandung ghuluw kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang telah berlalu pembahasannya. Penyifatan beliau dengan cahaya di atas cahayajuga telah lewat pembahasannya.

1 pembahasan tentang ini akan dibahas lebih luas nanti

2 yang diawalkan

3 engkau yang dimaksud di sini adalah Rasulullah, perhatikan baik-baik hal ini karena ini sangat penting untuk penjelasan selanjutnya.

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: