Sesatkah Kitab Al Barzanji

Sesatkah Kitab Al Barzanji : Melanggar Sunnah Rasul dan Sahabat Dalam Masalah Berdiri

Berdiri Ketika Membaca Al Barzanji

Ketika para pemabaca kitab Barzanji sampai pada bacaan, … dan tidak lama kemudian, ibunya terasa akan melahirkan maka lahirlah beliau dengan bercahaya yang sangat cemerlang, sehingga memenuhi seluruh angkasa… maka mereka berdiri sebab menurut keyakinan mereka bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sudah lahir.

Di sini ada beberapa pembahasan :

Pertama, Bahwa beliau lahir dalam keadaan bercahaya dan bukan sekedar cahaya tapi cahaya yang sangat terang sehingga menerangi angkasa atau langit jadi terang benderang karena cahaya yang berasal dari tubuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Sekali lagi ini adalah kedustaan atas nama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Kedua, Mereka meyakini bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendatangi majelis mereka, makanya mereka berdiri dalam rangka menyambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Dalam kitab Al barzanji disebutkan,

9) inilah letak tempat dianggap baik untuk berdiri ketika menyebutkan tentang kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, oleh para imam ahli riwayat (ahli hadits) dan ahli rawiyah (ahli fiqh)1

Penyandaran ini -bahwa para imam ahli hadits dan ahli fiqhi menganggap baik berdiri ketika dibaca tentang kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam– adalah penyandaran yang batil karena tidak seorangpun dari para imam-imam tersebut yang menyatakan hal ini2. Bahkan para imam tersebut tidak mengenal kitab Al Barzanji. Imam besar yang paling dikenal oleh kaum muslimin dan mereka sepakat menerimanya sebagai imam adalah imam yang empat, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal. Mereka dikenal sebagai imam ahli fiqh meskipun mereka juga imam ahlul hadits, demikian juga Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam An Nasai dan para penulis kitab hadits lainnya tidak mengenal siapa itu Al Barzanji dan kitabnya, bahkan mereka rahimahumullah hidup berabad sebelum lahirnya Ja’far Al Barzanji.

Kalaupun ada yang berpendapat seperti itu, mana dalilnya?. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam masih hidup saja beliau marah jika disambut dengan berdiri apalagi ketika beliau telah meninggal.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Barangsiapa suka dihormati manusia dengan berdiri, maka hendaknya ia mendiami tempat duduknya di Neraka.” (HR. Ahmad, hadits shahih)

Anas bin Malik berkata, “Tak seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat dari-pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Shallallaahu ‘alaihi wa Salam. Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Shallallaahu ‘alaihi wa Salam (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau membenci hal tersebut.” (HR. At-Tirmidzi, hadits shahih)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda, “Tidak datang suatu zaman kecuali pasti zaman setelahnya lebih jelek dari sebelumnya.

Pada bait selanjutnya disebutkan…

maka beruntunglah orang yang pengagungannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebagai puncak dari (seluruh) kehendak dan tujuannya.3

Bait ini bukan menyampaikan kepada keberuntungan tapi akan menyampaikan ke puncak syirik akbar bagi orang yang mebaca dan juga meyakininya. Sebab yang menjadi puncak tujuan dari seluruh ibadah dan juga harusnya menjadi landasan dari ibadah itu adalah cinta dan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla. Cinta dan pengagungan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hanyalah mengikut kepada cinta dan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla, maka ambillah pelajaran wahai orang yang memiliki akal.

Tapi dalam kitab Al Barzanji –seperti akan dijelaskan- memang sepertinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang jadi puncak, Allah Azza wa Jalla seakan-akan tidak ada sebab dalam bacaan Al Barzanji hak-hak Allah Azza wa Jalla di palingkan atau diberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Ketiga, berdiri untuk membesarkan itu hanya milik Allah Azza wa Jalla, makanya salah satu aturan bahkan rukun shalat adalah berdiri –jika mampu- dan berdiri untuk pengagungan adalah ibadah dan kapan dipalingkan kepada selain Allah Azza wa Jalla maka itu adalah syirik.

Syaikh bin baz rahimahullah mengomentari keyakinan ini sebagai kebatilan dan kebodohan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ada di alam barzakh dan tidak bisa kembali ke dunia, demikian juga dengan orang lain.

Tapi ya ustadz yang datang ke pak ronda tadi malam itu si anu yang baru meninggal,” maka yakinilah bahwa itu adalah syetan.

1 hal 30 bait ke-9

2 Datangkanlah seorang imam yang benar-benar rabbani yang menyatakan pendapat itu

3 hal 30 bait ke-10

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: