Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Antara Murji’ah dan Khawarij, Hadits Mungkar

Pada hal 19 penulis berkata : lihatlah ayat dalam al qur’an selalu : orang-orang yang beriman pastiberamal shaleh.

Perlihatkan ayat mana dalam Al Qur’an yang menggunakan lafal itu. Yang ada adalah, orang yang beriman DAN beramal shalih. Amal shalih yang dimaksud di sini oleh JT adalah shalat, puasa, jihad, dll.

Konsekuensi dari penggunaan kata pasti di atas mengandung dua kesalahan;

  1. Berarti orang yang tidak beramal shaleh bukan orang yang beriman karena kalau dia beriman pasti beramal shaleh adapun kalau kerjanya maksiat semua maka dia bukan orang yang beriman alias kafir dan ini adalah manhajnya Khawarij.

  2. Orang-orang yang beramal shaleh berarti juga pasti beriman. Berarti orang-orang yang melakukan amalan shalih juga masuk kategori beriman. Berarti orang munafik juga orang beriman karena zhahirnya mereka melakukan amal shaleh dan ini adalah Murji’ah.

Sedang telah menjadi ijma’ ahlussunnah tentang tidak kafirnya orang yang melakukan dosa besar selama dia tidak menghalalkannya. Pertanyaan berikutnya apa kategori suatu amalan dikatakan shaleh menurut JT?

Mungkin penulis akan berkilah bukan itu maksudnya tapi ini dan itu, tapi anggapan saya ternyata di pertegas oleh penulis lagi dengan berkata pada hal yang sama, jadi amal berbanding lurus dengan iman.

Kemudian perkataannya , jadi kalau JT habis keluar 3 hari lalu jadi ahli mesjid otomatis termasuk yang Nabi katakan yakni orang yang beriman.

Sebelumnya mari kita lihat dalil yang antum pakai berdalil, hadits tersebut diriwayatkan dari jalam Darraj Abu Samah dari Abul Haitsam dari Abu Said. Al Hafizh yakni Ibnu Hajar berkata tentang Darraj ini dalam At Taqrib (1/235) : “dia shaduq/jujur, sedangkan haditsnya dari Abu haitsam adalah Lemah.

Karena itu Adz Dzahaby memberikan komentar terhadap Al Hakim dengan perkataannya : Darraj meriwayatkan Hadits Mungkar. “

Kemudian perlu dijelaskan bahwa tak satupun dari salafiyyun yang mengatakan orang JT bukan orang yang beriman hanya saja JT mencampurkan keimanannya dengan begitu banyak bid’ah, penyimpangan dan kebatilan dan itu mesti dijelaskan. Jangan katakan ini hanya untuk fadhailul a’mal maka boleh hadits lemah, anggaplah begitu –meskipun sebenarnya umat ini tidak butuh terhadap hadits lemah bahkan dalam perkara fadhail, seperti yang dijelaskan syaikh Al Albany dalam Tamamul Minnah – maka perhatikanlah bahwa itu bukan sekedar fadhailul a’mal tapi itu masalah Aqidah sebab mengandung persaksian tentang keberimanan seseorang yang kata antum gak bisa di tahu hatinya, sebab bisa saja yang bolak-balik ke mesjid itu adalah orang munafik sebagaimana di zaman Nabi.

Di sini penulis melakukan standar ganda karena mencela dan melarang orang mengklaim keimanan bagi dirinya karena telah duduk menuntut ilmu (sebagaimana yang dia sebutkan di halaman 25) tapi ternyata dia sendiri mengklaim keimanan hanya karena telah keluar khuruj maka inilah yang ajaib. Yang lebih ajaib lagi dari mereka adalah, hari ini baru sadar dari zina, mabuk-mabuk, judi, bahkan sepulang dari khuruj bergelimang lagi dengan riba tapi karena keluat khuruj bersama JT, maka besoknya dah jadi ustadz. Benar-benar ajaibkan karena JT melahirkan banyak ustadz karbitan, jadi kalau mau potong kompas jadi ustadz maka khuruj saja sama JT. ….AJIB! kalah kontes da’i yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

2 thoughts on “Dialog Dengan JT : Antara Murji’ah dan Khawarij, Hadits Mungkar

  1. Orang yg punya blog ini ngomong apa sih….???
    knp semua orang2 yg lo ini fatwa yg di ambil cuma dari hasan albana, lagi2 w denger hasan albana emangnya d dunia ini ulama cuma dia doang yah…
    Emang di dunia ini udah ga ada ulama laen selain dia yah…
    trus mengkultuskan ini sesat, itu bidah lo ngikut aja…bego amat lo…
    Gw saranin yah, klo belajar jngn cuma satu guru n jangan cuma belajar satu pemahaman doang, pemahaman islam itu luas bro coba lo pelajarin dulu apa yg lo tulis ini baru ngomong, yg lo tulis ini aja lo salah paham udah ngelek jelekin sesama muslim yg laen…
    klo gw cuma belajar pemahaman satu guru doang gw juga bisa balikin lo itu pendosa besar…
    otak KAFIR…
    ngapain lah gw ky lo gitu klo gw bukan ahli dan pernah ngeliat kejelekan lo di mata kepala gw…
    islam itu luas jdi jgn sok mengkultuskan sesuat klo lo sendiri blm pernah bergabung n pernah liat dgn mata lo sendiri, jangan cuma katanya meski ulama sekalipun yg ngomong dia jg manusia kan bukan malaikat, yg bisa buat salah sama kaya manusia yg laen iya kan…
    klo gw kultusin kata orang lo bukan orang tapi setan wujud orang, bgmn.,????
    kan cuma katanya, tpi gw bukan tipe orang ky lo gitu, gw liat dulu lo baru ngomong…
    ok bozz udah sadar blom.,
    lo mo ngomong apa…?????

    Posted by hamba Allah | 09/12/2012, 00:52
    • Siapa yang ambil fatwanya hasan albanna? Baca baik-baik, dibagian mana tulisan itu ana sebutkan nama Hasan Al Banna? kami berlepas diri Hasan Al Banna dan Ikhwanul Muflisunnya dan kami tidak menganggap Hasan Al Banna -rahimahullah- sebagai seorang ulama.
      Bisa anda -rahimakallah- berikan bukti bahwa kami hanya belajar dari satu guru dan siapakah guru tersebut?
      Kemudian Bagian mananya yang ana salah paham? bisa dijelaskan?
      Siapa yang mengkultuskan seseorang dan siapa yang kami kultuskan, berikan buktinya?
      bagi para pembaca yang lain silahkan lihat cara karkun ini berkomentar, sebelumnya perlu antum semua ketahui kalau tulisan ini keluar hanyalah sebagai jawaban buat Hosein Al Bana dan bukunya yang berjudul DIALOG FIKTIF SALAFY VS JAMA’AH TABLIGH.

      Posted by Fahruddin Abu Shafiyyah | 09/12/2012, 11:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: