SYIAH-UDI

Syiah-udi Mencocoki 10 Kriteria MUI Tentang Aliran Sesat

Pada tanggal 6 Nopember 2007 MUI kembali mengeluarkan keputusan tentang 10 Kriteria Aliran Sesat/Menyimpang yang jika ditelusuri maka Syiah Imamiyyah/Madzhab Ahlul Bait/IPABI/IJABI mencocoki seluruh kriteria tersebut, sehingga dengan begitu ditarik kesimpulan bahwa SYIAH itu SESAT DAN MENYESATKAN. Berikut uraian ringkas 10 kriteria tersebut dan kecocokannya dengan ajaran Agama Syiah

1.      Mengingkari dari salah satu rukun iman yang Enam.

Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara, yaitu:

1. Iman Kepada Allah 2. Iman Kepada Malaikat 3. Iman Kepada Kitab-Kitab

4. Iman Kepada Para Rasul 5. Iman Kepada hari qiamat 6. Iman Kepada Qadha Qadar.

Rukun Iman Syiah berbeda dengan Rukun Iman Agama Islam, Rukun Iman Syiah : 1. Tauhid, 2. Kenabian, 3. Imamah 4.Keadilan, 5.Qiamat

 2.      Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah.

Di antara aqidah kaum muslimin adalah menghormati dan memuliakan para sahabat dan Istri-istri Nabi sebab itu diperintahkan dalam Al Qur’an dan Sunnah. Adapun bagi Syiah para Sahabat adalah orang kafir murtad selain 3 orang dan istri-istri Nabi yang ditinggal sebagai janda hanyalah pelacur, khusunya Aisyah yang sangat mereka benci dan juga Hafshah.

Salah seorang tokoh merekaMuhammad Baqir Al-Majlisi di dalam kitab Haqqul Yaqin hal. 519 berkata: “Aqidah kami dalam hal kebencian adalah membenci empat berhala yaitu Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah dan empat wanita yaitu ‘Aisyah, Hafshah, Hindun, Ummul Hakam serta seluruh orang yang mengikuti mereka. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk Allah di muka bumi ini. Tidaklah sempurna iman kepada Allah, Rasul-Nya dan para imam (menurut keyakinan mereka) kecuali setelah membenci musuh-musuh tadi.

Dalam tempat yang lain ia berkata: “Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar adalah kafir, kafir pula setiap orang yang mencintai keduanya.” (Lihat kitab mereka “Biharul Anwar” karya Al-Majlisi, 69/137,138)

Agama Syiah meyakini bahwa Aisyah hanyalah seorang pelacur (Ma’rifatur Rijal karya At Thusi hal. 57-60) yang telah Murtad (keluar dari iman) dan menjadi penghuni jahannam. (Tafsirul Iyasi 2/243 dan 269) Aisyah digelari Ummusy-Syurur (ibunya kejelekan) dan Ummusy-Syaithan (ibunya syaithan), (Al Bayadhi di dalam kitabnya Ash Shirathal Mustaqim 3/135 dan 161 )

3.      Meyakini turunnya wahyu setelah Al Qur’an

Mereka (kaum Syiah) menyebutkan bahwa Imam Mahdi mereka akan keluar dengan MEMBAWA KITAB BARU sebagaimana di sebutkan oleh Muhammad Amin dan Nuruddin Al Amilydalam Al Fawaidul Madaniyyah Wasy-syawahidul Makkiyah hal 532 – 533)

4.      Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran Al Qur’an

Syiah dengan sangat jelas mengingkari Keaslian Al Qur’an yang ada di tangan kaum Muslimin saat ini. Di dalam kitab Ushul Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdillah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata: “Sesungguhnya Al-Qur`an yang dibawa Jibril kepada Muhammad ada 17.000 ayat.” Kalau demikian 2/3 dari Al-Qur`an telah hilang karena jumlah ayat di dalam Al-Qur`an di sisi kaum muslimin tidak lebih dari 6666 ayat !!!

Di dalam juz 1, hal.239-240, dari Abu Abdillah ia berkata: “Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah, namun mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu.” Abu Bashir bertanya: “Apa mushaf Fathimah itu?” Abu Abdillah menjawab: “Sebuah mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian (umat Islam). Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al-Qur`an kalian….”

Bahkan salah seorang ulama besar mereka An Nuri Ath-Thabrisi membuat satu kitab khusus yang menegaskan adanya perubahan pada Al Qur’an, dia member judul kitab tersebut Fashl Khithab Fii Itsbat Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab (Kata Pemutus Dalam Menetapkan Terjadinya Perubahan Pada Kitab Rabb).

5.      Menafsirkan Al Qur’an Yang Tidak Berdasar Kaidah-kaidah Tafsir

Dalam hal ini banyak sekali contoh-contoh yang menunjukkan bahwa mereka menafsirkan Al Qur’an sesuai hawa nafsunya yang juga menunjukkan bahwa mereka meyakini bahwa Al Qur’an sekarang telah mengalami banyak perubahan. Di antara contohnya :

Dalam Surat Al-Insyiraah:7

“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Sedangkan dalam Al-Qur`an palsu mereka:

“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari suatu urusan), maka berilah Ali kepemimpinan.”

Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan:

“Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali sang menantumu.”

Ini adalah kesepakatan mereka sebagaimana oleh seorang ulama mereka yaitu Al-Mufid bin Muhammad An-Nu’man dalam kitab Awai’ilul Maqalaat hal 49.

Kemudian semua penyebutan Al Qur’an tentang Kekafiran diarahkan kepada Mengingkari keimamahan Ali dan 11 Keturunannya. Di antara contohnya :

Dalam Surat Al-Baqarah:257

“….Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Thaghut (Syaithan)….”  Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka disebutkan :

“Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah syaithan….”

 6.      Mengingkari Kedudukan Hadits Sebagai Sumber Ajaran Islam

Mereka kaum Syiah menolah seluruh hadits yang tidak diriwayatkan dari jalur ahlul bait (menurut persangkaan mereka), Imam Al Bukhary dan Imam Muslim di sisi mereka hanyalah pemalsu hadits dan pendusta.

Muhammad Husain ‘Alu Kasyifil Githa berkata : “Sesungguhnya Syiah tidak menganggap (sesuatu) sebagai sunnah kecuali hal-hal yang telah shahih untuk mereka melalui jalur ahlul bait….Adapun riwayat Abu Hurairah, Samurah bin Jundub, ‘Amr bin ‘Ash dan semisalnya, itu tidaklah bernilai (semisal) seekor lalat di kalangan orang-orang Syiah Imamiyyah (Ashlusy Syiah Wa Ushuluhu hal 79)

Asy Syahid Nurullah At Tustury berkata : “… (hal itu) karena Al Bukhary, Muslim dan semisalnya adalah para pemalsu hadits lagi pendusta di kalangan Syiah. Bahkan karena banyak alas an mereka menetapkan kedunguan dan pendeknya pemahaman Al Bukhary … (Ash Shawarimul Muhriqah hal 57)

Bahkan menurut mereka orang yang mengambil hadits yang datang dari jalur selain ahlul bait adalah Orang Musyrik ( lihat Ushulul Kaafi 1/439 terbitan Daarut Ta’arut Beirut 1990M/1411H)

7.      Menghina. Melecehkan dan atau merendahkan para  Nabi dan Rasul

Al Khumeini berkata tentang para Nabi dan Rasul termasuk Rasulullah Muhammad : “Semua nabi datang untuk menancapkan kaidah keadilan di dunia akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan Nabi Muhammad, penutup para Nabi yang datang untuk memperbaiki umat manusia, menjalankan keadilan dan mendidik manusia juga tidak berhasil dalam hal ini (Nahj Khumaini hal 46)

Al Khumaini di dalam kitab Al Hukumah Al Islamiyah hal. 52 berkata: “Bahwasanya kedudukan imam tersebut tidak bisa dicapai malaikat yang dekat dengan Allah dan tidak pula bisa dicapai seorang nabi yang diutus sekalipun.”

Ini adalah tikaman dan celaan tak kenal ampun terhadap Rasulullah bahkan Allah, karena ternyata Allah telah mengutus utusan yang di bawah perintah-Nya gagal memperbaiki manusia.

8.      Mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Terakhir

Meskipun tidak secara langsung akan tetapi mereka meyakini bahwa syariat yang di bawa oleh Nabi Muhammad belum sempurna (ini adalah kekafiran dan pengingkaran terhadap Surat Al Maidah Ayat 3) dan nanti akan disempurnakan oleh Imam Mahdi.

Setelah menyebutkan bahwa para Nabi dan Rasul telah gagal dan tidak mendapat taufik dalam menerakan perbaikan dan keadilan, dia (khumeini) berkata : “Sesungguhnya yang akan berhasil dengan segala ma’na kalimat (keberhasilan) dan menerapkan keadilan di seluruh penjuru dunia adalah Al Mahdi yang ditunggu,” (Mukhtarat min Ahadits wa Khithabat Al Khumeiny 2/42)

Bahkan telah disebutkan di atas bahwa Imam Mahdi (versi mereka) akan keluar dengan MEMBAWA KITAB BARU, dan dalam keyakinan Islam yang diberi Kitab hanyalah para Nabi dan Rasul

9. Mengubah, menambah dan atau Mengurangi  pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat.

Dalam perkara ini terlalu banyak tapi cukuplah rukun islam, rukun iman dan seruan adzan yang berbeda dengan Agama Islam menjadi contoh.

Rukun Islam menurut agama Islam:

1. Dua Syahadat 2. Sholat 3. Puasa 4. Zakat 5. Haji [HR Muslim]

 Rukun Islam ala agama Syi’ah:

1. Sholat 2. Puasa 3. Zakat 4. Haji 5. Wilayah/Kekuasaan [Ushulul Kaafi 2/18]

2. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara, yaitu:

1. Iman Kepada Allah 2. Iman Kepada Malaikat 3. Iman Kepada Kitab-Kitab

4. Iman Kepada Para Rasul 5. Iman Kepada hari qiamat 6. Iman Kepada Qadha Qadar.

Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu: 1.      Tauhid 2. Kenabian 3. Imamah 4. Keadilan 5. Qiamat

10.  Mengkafirkan Sesama Muslim  Tanpa Dalil Syar’I Seperti Mengkafirkan Muslim Hanya Karena bukan Kelompoknya.

Bahkan menurut mereka orang yang mengambil hadits yang datang dari jalur selain ahlul bait adalah Orang Musyrik ( lihat Ushulul Kaafi 1/439 terbitan Daarut Ta’arut Beirut 1990M/1411H)

Yusuf Al Bahrany berkata : “Tiada silang pendapat di kalangan shahabat kami dan selainnya dari yang berpendapat dengan keyakinan ini tentang Kekafiran, Kenajisan serta Kehalalan darah dan Harta Naashib (seluruh yang tidak sekeyakinan dengan mereka di sebut naashib, pen). Juga bahwa hokum terhadap (naashib) adalah sama dengan hokum terhadap Kafir Harbi (boleh untuk dibunuh, pen).” [Al Hadaaiqun Naahirah 10/42)

Demikianlah Syiah, di tempat yang mereka minoritas dan merasa lemah mereka akan tampil dengan pakaian persahabatan, perdamaian dan persatuan atau mereka sengaja memancing kemarahan kaum muslimin sehingga ketika kaum muslimin lepas control merekapun berlindung di belakang media agar ditampilkan sebagai orang yang di zhalimi seperti yang terjadi di kasus Sampang. Tapi di tempat mereka berkuasa atau mayoritas mereka menekan dan menindas kaum Muslimin Ahlus Sunnah. Di Bahrain, Di Iran bahkan tak satupun Mesjid Ahlus Sunnah berdiri, di saat yang sama terdapat banyak SInagoga (Tempat Ibadah Kaum Yahudi) di sana, bahkan Iran adalah Negara dengan penduduk Yahudi terbanyak setelah Israel, Mereka membombardir Daarul Hadits Dammaj di Yaman dengan Mortir dan tembakan. Bahkan di Suriah kaum Muslimin Ahlus Sunnah di bantai Siang dan Malam oleh rezim Syiah Bassar Ashad yang dibantu oleh tentara Nasional Iran dan juga Hizbullah (baca : Hizbusy-Syaithan) Lebanon.

Maraji :

1. Lembar Hikmah 6 : Ulama Syiah Bercerita Tentang Agama Mereka ; Al Ustadz Dzulqarnain ; Pustaka As Sunnah

2. Tulisan-tulisan di http://haulasyiah.wordpress.com

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: