SYIAH-UDI

Jalaluddin Rahmat Mencela Bunda ‘Aisyah + [video]

Jalaluddin Rahmat adalah nama yang sangat familiar terlebih bagi orang mengeluti ilmu Psikologi, dia dianggap salah seorang pakar di indonesia dalam bidang ilmu tersebut. Tapi tahukah anda wahai para pembaca -semoga Allah merahmati anda semua- kalau dia juga pakar dalam mencela dan menghujat Ibunda ‘Aisyah, dia juga pakar dalam menebar kedustaan -untuk kepentingan agama syi’ah yang dia anut-. Memang di antara aqidah Syiah Raafidhah adalah mencela, melaknat dan mengkafirkan para sahabat. Lihat contoh videonya di Tokoh Syiah Mengkafirkan Para Shahabat. Bahkan para istri Nabipun tidak selamat dari celaan mereka (baca biografi para istri nabi di sini Ibunda Kaum MU’minin) dan baca sikap dan pembelaan para imam terhadap kesucian bunda Aisyah di Pembelaan Para Imam Terhadap Bunda Aisyah

Berikut petikan transkrip perkataan Jalaluddin Rahmat (Baca ; Kang Dhalal) yang sangat melecehkan bunda Aisyah. [Videonya bisa dilihat diakhir tulisan ini]

“Aisyah itu sangat pencemburu, kalau mau mencontoh istri yang pencemburu contohlah Aisyah, begitu cemburunya sampai ada-lah beberapa perilaku Aisyah itu yang menyedihkan hati Nabi, kadang-kadang cemburunya disusul dengan manuver-manuver, manuver itu apa bahasa….bahasa arabnyaMakar, disusul dengan beberapa makar. pernah datang seorang perempuan, kalau saya tidak salah namanya juwairiyah1, dia adalah anak seorang pemimpin yang kemudian bergabung masuk Islam, danpemimpin itu menghadiahkannya kepada Nabi shallallahu alihi wa alihi wasallam.  

Dalam Al-Qur’an kan ada ayat “Dan Kalau Perempuan itu menghadiahkan dirinya kepdamu hai Nabi, Jadi bolehlah Nabi memilihnya kalau ia kehendaki” waktu itu Aisyah membaca wahyu itu kemudian dia datang menemui Nabi ‘Betapa cepatnya Tuhanmu memenuhi hawa nafsumu2‘ jadi itu dikatakannya kepada Nabi, bayangkan jadi itu seorang Nabi mau berhadapan dengan seorang istri yang melakukan blasfemi, jadi blasfemi itu, saya mohon maaf saya emang agak ilmiah, Blasfemi 3 itu ucapan-ucapan yang merendahkan Tuhan yang diucapkan sebetulnya oleh orang-orang kafir, di rumah ada sebuah buku yang berjudul “Sejarah Blasfemi Sepanjang Zaman sejak zaman yunani dulu sampai zaman modern, orang-orang yang mengecam dan mencaci Tuhan, tentu saya tidak ingin memasukkan Aisyah dalam salah satu riwayat itu, tapi dia itu berkata kepda Rasulullah karena cemburunya, “Betapa cepatnya Tuhan memenuhi hawa nafsumu” 

ceritanya nih Juwairiyah itu datang, dan sudah menyebar berita tentang kecantikan Juwairiyah itu, dan seperti biasa Aisyah merasa tidak enak, sama ketika Rasulullah mau menikah dengan ummu salamah dan menyebarlah berita tentang kecantikan ummu salamah, kata Aisyah, ‘Fahazintu Huznan Syadida’ ‘Aku merasa sedih luar biasa’ karena Rasulullah ingin menikah dengan ummu salamah yang dikenal cantik dan masih muda lagi, Cuma punya 2 atau 3 orang anak, jadi Ummu Salamah itu luar biasa, dari yang cantik jelita dan masih muda berubah dalam cerita kaum muslimin di Indonesia menjadi perempuan tua yang wajahnya jelek, sampai ia menyerahkan haknya katanya kepada Aisyah, karena ia tidak bisa melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam, itu cerita di Indonesia. Saya enggak tahu sumbernya dari mana, kayaknya dari imajinasi para ustadz yang tidak pernah kering. 

Jadi pada waktu itu Asiyah sangat tidak enak mendengar Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah, kemudian kata Aisyah sendiri, ‘Lalu aku mencoba mencari tahu’, ia mencoba ingin bertemu dengan Ummu Salamah ‘Fa Idzan’ kata Aisyah ‘Tiba-tiba aku saksikan bahwa Ummu Salamah lebih cantik dari apa yang diberitakan orang’, jadi diberitakan orang cantik dia, begitu melihatnya ia lebih cantik dari apa yang diceritakan orang, ‘Ajmalu mimma aushafuh’ ‘Lebih cantik dari apa yang mereka sifatkan tentang Ummu Salamah’ 

Aisyah itu adalah orang yang sangat pencemburu, dan ketika ia datang, ditemuinya Juwiriyah itu dengan baik dia temui, dan ketika bertemu dengannya, berbaik-baikanlah, pura-pura baik4, kemudian dia berkata, ‘nantinya kalau kamu sudah menikah dengan Nabi dan misalnya Nabi mau mendekati kamu atau menyentuh kamu,  nabi itu paling seneng jika kamu mengucapkan doa ini ‘A’udzu Billahi Minka’ ‘Aku berlindung kepada Allah daripada engkau’, lalu setelah itu, begitu mendengar itu dan ketika berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Rasulullah mau memegeng tangannya ia berkata seperti yang diajarkan Aisyah ‘Aku berlindung kepada Allah daripada engkau’ dan kemudian Rasulullah mengirimkan Juwairiyah kepada keluarganya kembali dan katanya dia meninggal karena penderitaan hatinya, ditolak oleh Rasulullah5, disuruh pergi, itu karena makarnya.

Karena itu di dalam Al-Qur’an Inna Kaidasy Syaithoni Kana Dha’ifa ‘Tipuan setan itu lemah’ tapi tentang perempuan Inna Kaidakunna La’azhim dalam surat Yusuf ‘Sesungguhnya tipuan kalian itu dahsyat’ perempuan-perempuan itu dahsyat dan setan aja lemah, tipuan perempuan jauh lebih dahsyat dari tipuan setan.”6

Kemudian Jalal (baca dhalal) melanjutkan

Dan ini mungkin ini agak mengejutkan kepada anda karena cerita ini tidak sama dengan cerita yang didengar oleh para ustaz yang lain, tapi mau diberitahukan atau tidak ya? Pokoknya di antara istri rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam, saya lagi mencari kata-kata yang paaaling halus (begitu intonasi suaranya), ……..Aisyah itu perempuan yang tidak begitu cantik, jadi berbeda dengan riwayat kita bahwa Aisyah adalah istri Nabi yang paling cantik, kulitnya item, dan dia sering menghias wajahnya dengan akar kayu yang kemerah-merahan untuk memerahi sebagaimana kebiasaan orang-orang kulit hitam sampai sekarang menghiasi mukanya dengan ….(tidak jelas)…dan Aisyah senangnya dengan sejenis kayu pencelup yang kalau diusapkan dan dogosokkan di sini (pipi) akan menjadi merah, sehingga kayu itu disebut Humairo, kayu yang kemerah-merahan dan Rasulullah memanggil Aisyah dengan tanda kemerah-merahan di wajahnya karena bekas goresan kayu itu, jadi dia memanggilnya Ya Humairo.

Sekarang menjadi berubah juga cerita kita sekarang, Humairo artinya kulitnya putiiih, sehingga kalau kepanasan dia berubah kemerah-merahan karena itu Rasulullah memanggilnya Sayang Ya Humairo.Sehingga ada seorang istri mendirikan sebuah perusahaan, kebutulan istri itu kulitnya putih, lalu dia dirikan perusahaannya dengan nama ”

Demikianlah kaum muslimin seorang syi’i yang berani mencela Bunda ‘Aisyah. Yang menyedihkan ketika banyak yang mencela Syiah seperti Kang Dhalal dan orang-orang yang semisalnya, ada yang juga yang tampil sebagai pahlawan kesorean membela mereka dengan berbagai alasan, “ini zamannya kebebasan,” , “jangan terlalu kaku atau fundamentalis,” “dia pasti ada alasannya,’ dan berbagai pembelaan lainnya. Mereka yang membela si dhalal dan yang serupa dengannya mengatakan jangan kalian mencela saudara kalian, biar begitu si dhalal masih muslim, masih shalat, puasa dan lain sebagainnya. Ini adalah keanehan di tengah kaum muslimin, mereka membela orang-orang yang mencela istri-istri nabi dan menyalahkan orang yang menyalahkan si pencela tadi sementara mereka membiarkan ibunya di cela, sungguh sangat ajaib. Sadarlah wahai kaum muslimin dari perangkap syaithan. Jika Istri-istri Nabi yang merupakan Ummul Mu’minin tidak layak untuk dibela maka siapakah yang harusnya kita bela?

 

1Di sini kang dhalal melakukan kesalahan besar kalau tak mau dibilang kedustaan, nama perempuan yang di maksud bukanlah Juwairiyyah -yang benar adalah istri nabi- tapi namanya adalah Juniyyah.

Kisah ini terdapat dalam shahih bukhari dan muslim dan dalam riwayat tersebut bunda ‘Aisyah sama sekali tidak terlibat. Dari hamzah bin Abu Sa’id bahwasanya Abu Sa’id pernah bersama nabi di sebuah kebun, kemudian didatangkan padanya Juniyyah, kemudian diantar ke kebun milik Umaimah binti nu’man bin syarahbil, ia berada di atas kendaraannya, kemudian Rasulullah menemuinya, Nabi bersabda: hibahkanlah dirimu untukku, ia menjawab: apakah seorang ratu menghibahkan dirinya kepada rakyat?, kemudian nabi ingin meletakkan tangannya agar ia bersikap tenang, lalu wanita tadi berkata: saya berlindung kepada Allah darimu. Rasulullah bersabda: engkau telah berlindung dengan sebuah doa perlindungan, lalu Nabi keluar dan berkata kepada Abu Sa’id: wahai Abu Said pulangkan ia kekeluarganya.

Di dalam Zaadul Ma’ad dijelaskan bahwa Nabi belum menikahinya, nabi hanya ingin melamarnya, namun karena wanita itu tidak tahu siapa yang diajaknya bicara ia berkata kurang sopan….( Zaadul Ma’ad, Juz 5 hal 289)

2Ibnu Hajar bahwa ucapan Aisyah, “Saya tidak melihat Tuhanmu melainkan cepat memenuhi hawa nafsumu” adalah bentuk kecemburuan Aisyah yang sangat tinggi, dan ini bukanlah sifat buruk bagi wanita yang dimadu, sifat ini adalah sebuah fitrah. Dan penyandaran kalimat “hawa nafsumu” itu tidak dimaksudkan sebagai syahwat, tapi sebagai kemauan, karena Nabi tidak berbicara sesuai dengan hawa nafsunya, semua perkataannya adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadanya. Jikalau Aisyah mengucapkan “Saya tidak melihat Tuhanmu melainkan cepat memenuhi apa saja yang engkau ridhai” niscaya lebih baik, akan tetapi cemburu seperti ini dimaafkan. (Maktabah Syamilah, Fathul Bari, Juz 9 hal 165)

3Ini sebenarnya sudah merupakan isyarat vonis takfir kepad Aisyah, karena pertama dikatakan “Aisyah itu melakukan blasfemi” kemudian dikatakan “Blasfemi itu ucapan-ucapan yang merendahkan Tuhan yang diucapkan sebetulnya oleh orang-orang kafir” namun sengaja ia bumbuhi dengan kalimat “tentu saya tidak ingin memasukkan Aisyah dalam salah satu riwayat itu”

4Menyifati bunda Aisyah dengan salah satu sifat Munafik

5Sekali lagi ini adalah kesalahan kang dhalal sebab Juwairiyyah bin al harits -radhiallahu ‘anha- adalah istri Rasulullah yang di puji oleh Aisyah sebagai wanita yang paling besar berkahnya. Baca biografi beliau di sini : Juwairiyyah bin AL Harits : Wanita Yang Paling Besar Berkahnya

6Celaan berikutnya bahwa ‘Aisyah itu tipu dayanya adalah tipu daya Syaithan

Lihat Videonya :

 

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: