Akhlaq, Aqidah

Bersyukur dengan Memurnikan Ibadah

Satu hal yang kita tidak pernah boleh melupakannya, yaitu agar selalu mensyukuri karunia dan anugrah yang Allah berikan dengan dimudahkannya segala sarana dari prasarana hidup dan meraih kehidupan, sebagai bukti penyerahan diri kita kepadaNya.

Allah berfirman :

 

Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rizki untukmu, dan Dia telah memudahkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar dilautan dengan kehendakNya, dan Dia telah menudukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya.(QS Ibrohim: 32-34),

 

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawanya) di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikanNya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). Dan Allah menjadikan tempat naungan dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya). (QS An Nahl: 80-81),

 

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan.(QS Al Israa: 70).

Segala apa yang Allah berikan hendaknya menjadikan keimanan dan ketundukan kita semakin sempurna padaNya, tidak untuk melampaui batas, semena-mena dan dijadikan ajang untuk menduakanNya dalam hal ibadah, wal iyadzubillah. sungguh hal ini merupakan bentuk kekufuran yang paling besar terhadap nikmat Allah, Allah berfirman,

Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.(QS An Nahl: 56),

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya...(QS An Nahl: 83),

Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rizki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rizkinya itu) tidak mau memberikan rizki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rizki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberilah rizki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?(QS An Nahl: 71-72)

Para pembaca, sesungguhnya kemudahan dalam memjalani kehidupan dunia adalah bentuk kasih sayang Allah, menggambarkan betapa luasnya kekuasaan dan karuniaNya, menuntut semua hambanya agar mensyukuri nikmat-nikmat itu dengan mengesakanNya dalam beribadah, berdo’a, meminta pertolongan, meminta perlindungan, isthigotsah dan lain sebagainya dari jenis-jenis ibadah.

Allah berfirman

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah.(QS An Nahl: 114).

Kita hendaknya mengetahui bahwa kesenangan hidup, banyaknya harta dan anak-anak bukanlah semata-mata tanda kecintaan Allah terhadap seorang hamba, akan tetapi Allah telah memberikan yang demikian itu kepada orang-orang kafir dengan tujuan menipunya dan menghinakannya dengan cara perlahan-lahan.

Allah berfirman

 

Dan mereka berkata ‘Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab’. Katakanlah ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendakiNya) akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan) azab Kami, mereka itu dimasukkan ke dalam azab. Katakanlah ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa saja yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (bagi siapa saja yang dikehendakiNya)’. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya.(QS Saba’: 35-39),

 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong,maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai keakar-akarnya. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. (QS Al An’am: 44-45),

 

Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS Ali Imron: 178).

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Sesungguhnya Allah akan memberikan dunia kepada siapa saja yang dicintaiNya dan yang tidak dicintaiNya. Adapun dien maka Allah tidak akan memberikannya kecuali kepada yang dicintaiNya.(HR. Ahmad dan Al Hakim dalam Mustadraknya).

Oleh karena itu orang yang mendapatkan taufiq ialah yang diberikan taufiq oleh Allah, senantiasa menggunakan kemudahan dan pemberian Allah meskipun tidak tergolong dari kalangan orang-orang yang kuat hartanya, kedudukannya dan prasarana kehidupan lainnya untuk menyempurnakan kepasrahan dan ketundukannya kepada Allah, melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, penuh konsekuensi kejujuran dalam setiap ucapan dan perbuatan-perbuatannya dengan memurnikan segala macam ibadah kepadaNya.

Kebenaran dan kesolehan tidaklah ditinjau dari sisi kecukupan materi, sederetan gelar dan segudang jabatan. Allah telah memberitakan perjalanan umat terdahulu yang binasa lagi kafir , mereka memiliki kekuatan harta, kekuasaan dan kepandaian serta intelektualitas tinggi, namun semuanya itu tidak bermanfaat bagi mereka, justru membuat mereka semakin tenggelam dalam kebatilan .

Allah berfirman

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman ‘manakah diantara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?’. Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.(QS Maryam: 73-74),

 

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini.(QS Qaaf: 36),

 

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.(QS Fatir: 44),

 

Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka (QS Al Ahqaaf: 26),

 

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS Al An’am: 6).

Para pembaca, apa yang kita dapatkan saat ini dari kemudahan itulah yang terbaik dan sempurna patut untuk kita mensyukurinya, sebab semua yang ada di sisi kita akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah abadi.

Allah berfirman

Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS An Nahl: 96).

Allah mengancam segala bentuk pengingkaran terhadap karunia dan nikmat-nikmatNya. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (QS An Nahl: 112),

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya, maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada dialami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah pewarisnya.(QS Al Qashash: 58).

Tak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya) melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. (QS Al Israa: 58).

Dengan demikian seluruh nikmat yang Allah anugerahkan merupakan sarana beramal, mengikhlaskan segala sesuatunya hanya untukNya saja, hal ini adalah bentuk rasa syukur yang paling besar terhadap nikmat-nikmatNya.

Allah berfirman,

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu dari sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. Hanya kepadNyalah kamu akan dikembalikan. (QS Al Ankabut: 17),

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya) dan apabila kamu ditimpa oleh kemudharatan maka hanya kepadaNyalah kamu meminta pertolongan. (QS An Nahl: 53),

Hai manusia ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakan pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.(QS Faathir: 3).

Wal ‘ilmu ‘indallah.


Ditulis oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary

 

 

Sumber :

Buleti Al Wala’ Wal Bara’ Ma’had Adhwaus Salaf Bandung

Edisi ke-9 Tahun ke-2 / 23 Januari 2004 M / 01 Dzul Hijjah 1424 H

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: