Antara Sunnah dan Bid'ah, Fiqih/Tanya Jawab, Manhaj

Merayakan Ulang Tahun

Tanya: Assalamu’alaikum wr. wb. Saya ingin bertanya tentang: Bagaimana hukum merayakan ulang tahun atau milad? <0818688***>

 

Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Telah diketahui bersama bahwa tidak didapatkan dalam agama kita perayaan ulang tahun, selain apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rosul-Nya yaitu perayaan Iedul Fitri, Iedul Ad-ha, dan Iedul Jum’ah. Selain dari itu, baik perayaan yang diadakan tiap tahun, tiap bulan, atau pun minggu atau juga perayaan yang bertepatan dengan hari kelahiran adalah bid’ah. Rosulullah dan para sahabatnya tidak pernah melakukannya, sementara Rosulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan suatu perkara dalam urusan kami (agama) yang bukan darinya maka tertolak.” [HR. Al-Bukhari, Muslim, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha].

Disamping termasuk perkara bid’ah, perayaan ulang tahun atau milad ini juga merupakan perbuatan tasyabbuh (meniru) kaum kuffar, sedangkan kita diharamkan untuk meniru mereka.

Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih. [QS. Al-Baqarah: 104].

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk meniru orang-orang kafir dalam ucapan-ucapannya dan perbuatan-perbuatannya.” [Tafsir Al-Quranul Adhim: 1/169, cet. Daarul Fikr].

Dan dalam hadits yang datang dari Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia tergolong dari mereka.” [HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/448]. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Hadits ini paling tidak menunjukkan keharaman meniru mereka (kaum kuffar)” [Iqtidho’ Shirathal mustaqim fi Mukhalafati Ashabil jahiim, hal.83 cet. daarul Fikr]. Demikian, wal ‘ilmu ‘indallah.

 

Sumber :

Buleti Al Wala’ Wal Bara’ Ma’had Adhwaus Salaf Bandung

Edisi ke-6 Tahun ke-2 / 02 Januari 2004 M / 10 Dzul Qo’dah 1424 H

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: