Akhlaq, Manhaj

Siapa Lagi yang Akan Menghidupkan Sunnah Kalau Bukan Kita (Kaum Muslimin)?

Berhati-hatilah wahai ummat Islam dengan sunnah Rasul kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapa yang akan mengamalkan sunnah tersebut kalau bukan kalian? Hidupkanlah sunnah itu sekuat tenaga kalian dan bimbinglah manusia untuk beramal dengannya, karena hal itu pertanda kecintaan yang sempurna kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pertanda sikap mutaba’ah (mengikuti) yang jujur kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan janganlah kebencian orang-orang yang ta’ashshub (fanatik) menghambat kalian, tidak pula teror dan intimidasi dari ahlul bathil, tidak pula larinya orang-orang awam yang terfitnah, karena sesungguhnya sunnah itu pada hari ini asing. Segala daya upaya untuk menghancurkannya terus-menerus menyerang dan mengoyak dari seluruh penjuru. Maka pada hari ini, ia benar-benar sangat dibutuhkan oleh generasi sunnah yang ikhlash, yang siap mengemban dan menghadapi berbagai halangan dan rintangan di jalan yang penuh duri dan kerikil tajam itu, serta lebih mementingkan sunnah daripada kepentingan dan keuntungan pribadi mereka. Pemimpin mereka dalam hal ini adalah kelemah-lembutan dan keramahan, berdebat dengan cara yang terbaik, dan taufiq akan menyertai mereka, serta akibat yang baik untuk mereka, kapanpun mereka mengikhlashkan niatnya untuk Allah ‘azza wa jalla dan mengharap pahala dari-Nya semata dengan amalan yang besar ini.
Di sini sangatlah perlu kami ingatkan kepada mereka akan pengalaman yang telah terjadi di jaman Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullah ketika bertekad bulat untuk menghidupkan sunnah dengan menumpahkan seluruh upaya untuknya, walaupun manusia menyelisihinya, yang berakibat ia harus berhadapan dengan kemurkaan manusia, penghinaan dan berbagai tuduhan yang jelek dan jahat. Namun, akhir yang baik itu bagi orang-orang yang bertaqwa saja.

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hajj:40)

Berkata Asy-Syathibiy: “... kebimbangan menyelimuti: apabila mengikuti sunnah dengan syarat menyelisihi kebiasaan yang dilakukan oleh manusia, maka sepatutnya akan memperoleh segala yang didapatkan oleh orang-orang yang menyelisihi kebiasaan/adat dan tradisi -terutama apabila orang-orangnya mengaku, bahwa keberadaan mereka adalah di atas sunnah, bukan di atas yang lainnya-, namun di dalam mengemban tugas yang berat ini terdapat pahala yang besar. Dan apabila mengikuti mereka (kebanyakan mereka -pent.) dengan syarat menyelisihi sunnah dan As-Salafush Shalih, sehingga aku akan masuk di bawah judul biografi: “Orang-orang Sesat dan Penyesat” -aku berlindung kepada Allah dari hal itu-.
Dengan menyetujui atau mengikuti kebiasaan manusia yang ada, maka aku akan dikategorikan sebagai orang-orang yang bergabung (dengan kebanyakan manusia -pent.) dan bukan golongan orang-orang yang menyelisihi adat dan tradisi mereka.
Maka aku memandang, bahwa kebinasaan dalam mengikuti sunnah itu sesungguhnya adalah keselamatan. Dan sesungguhnya manusia tidak akan dapat menolongku sedikitpun di hadapan Allah
.” (Al-I’tishaam 1/34-35). Wallaahu A’lamu bish Shawaab.

 

Diringkas dari kitab Dharuuratul Ihtimaam bis Sunanin Nabawiyyah dengan beberapa perubahan dan tambahan

 

 

 

 

Sumber :

Buletin Al Wala’ Wal Bara’ Ma’had Adhwaus Salaf Bandung

Edisi ke-18 Tahun ke-2 / 26 Maret 2004 M / 04 Shafar 1425 H

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :

 

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: