Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Da’wah Para Nabi Itu Dengan Ilmu

JT : eh…tapi nabi kan berda’wah juga.

 

STI : iya kita semua sepakat itu tapi apakah caranya seperti JT? Antum jawab saja pertanyaan di atas !

 

JT : ya nggak sih kan mereka sibuk berperang. Jadi gak sempat khuruj kayak kami, coba mereka sempat.

 

STI : antum tahu ada waktu-waktu damai di antara peperangan yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya dan waktu di mana dilarang berperang yaitu dibulan haram, jadi waktu itu mereka punya kesempatan khuruj kayak antum, tapi apa mereka melakukannya? ternyata tidak, di waktu damai atau pada bulan-bulan haram para sahabat menetap di mekkah berkerumun di majelis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk menuntut ilmu, atau pergi berdagang bagi pedagang mungkin antum akan dapatkan dalil dalam kitab kalian hayatush-shahabah tapi pastikan haditsnya shahih sebelum memakainya berdalil, sebab kalau tidak hendaklah antum siapkan tempat duduk di neraka.

 

JT : antum tahu nggak jika seandainya sandal Nabi shallallahu alaihi wa sallam di cat dengan warna merah maka tanah Madinah pasti akan memerah karena seringnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam keliling berda’wah. Maka kami keluar juga untuk berda’wah.

 

STI : (tersenyum) jadi syubhat baru nih. Tapi Nabi shallallahu alaihi wa sallam  mencukupan diri di Madinah dan tidak keluar ke daerah-daerah, sementara kalian sampai ke India, Pakistan, Bangladesh dan negeri-negeri lainnya. Beliau keluar dari Madinah hanya untuk dua tujuan perang dan haji.

 

JT : Tapi kan beliau mengutus para sahabatnya untuk berda’wah.

 

STI : Perhatikan penjelasan berikut :

–           Benar bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengutus para sahabat untuk berda’wah seperti Muadz bin Jabal dan Ali bin Abi Thalib ke Yaman. Tapi mereka diutus sendiri-sendiri.

–           Para sahabat yang diutus bukan sembarang sahabat tapi mereka adalah para ulamanya sahabat seperti Ali bin Abi Thalib yang direkomendasi oleh beliau, Abu Bakar dan Ibnu Mas’ud, Dihyah Al Kalby kemudian Muadz bin Jabal yang kata beliau shallallahu alaihi wa sallam yang paling menegerti tentang halal dan haram dari umatku adalah Muadz bin Jabal. Sementara kalian wahai para Tablighiyyin keluar berda’wah dalam keadaan kalian tidak mengerti tentang cara wudhu dan shalat yang benar. Terlebih dari itu kalian tidak paham dan mengerti tentang makna syahadat LAA ILAHA ILLALLAH. Baru kemarin tobat dari mabuk, berzina, dll besoknya sudah bergelar ustadz. Ajib….

–           Kalau kalian ingin mencontoh da’wah Nabi shallallahu alaihi wa sallam maka mulailah dari mana beliau shallallahu alaihi wa sallam memulai yaitu menda’wahkan tauhid yakni al uluhiyyah dan mulailah dari diri dan keluarga antum serta orang-orang disekitar kalian.

–           Beliau mengutus para sahabat dalam keadaan istri-istri dan keluarga yang sahabat diutus telah kokoh di atas sunnah, mengerti tentang hukum-hukum yang wajib bagi mereka terlebih lagi bahwa ada Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang tetap di Madinah yang akan mengajari mereka, Sementara kalian wahai para karkun keluar berda’wah dan meninggalkan keluarga kalian dalam keadaan bodoh tentang agama, meninggalkan istri kalian dalam keadaan tidak mengerti tentang wudhu, shalat, dan hukum-hukum tentang haid dan nifas. Dan kalian tidak meninggalkan orang bisa membimbing mereka. Bagaimana mereka akan mengerti hukum-hukum agamanya sementara kalian sendiri di atas kebodohan.

–           Dan kalian juga keluar berda’wah sampai India, Pakistan dan negeri lainnya sementara masyarakat disekitar kalian, tetangga-tetangga kalian dalam keadaan bodoh. Sekali lagi bagaimana kalian akan mengajari hukum-hukum agamanya sementara kalian sendiri di atas kebodohan. Sementara kalian sendiri banyak terjatuh kedalam riba dan maksiat lainnya. Ana kenal seorang yang sudah IPB, dipanggil Syaikh di antara anggotanya tapi terjatuh ke dalam jerat ghulul bahkan mengejarnya. Maka ana ingatkan antum akan firman Allah ; Jagalah diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari api neraka. (al ayat).

 

JT : Tapi masa berda’wah gak boleh, apa Allah Azza wa Jalla akan menghukum orang yang keluar duntuk berda’wah, mengajak kepada agama-Nya?

 

STI : soal yang itu sebentar, kita selesaikan dulu hal ini, jadi antum ngaku kalau gak ada sahabat yang  pernah lakukan da’wah model antum?

 

JT : (terdiam)

 

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

One thought on “Dialog Dengan JT : Da’wah Para Nabi Itu Dengan Ilmu

  1. JT tidak bisa menjawab. . . Karena kebodohannya. . .

    Posted by Abd rahmat | 17/12/2012, 09:17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: