Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Siapa Bilang Salafiyyun Tidak “KHURUJ”?

JT : tapi antum gak datangi manusia untuk mengajak mereka kepada Allah.

STI : siapa bilang, para asatidz salafiyyun keliling negeri bahkan sampai ke luar negeri untuk berda’wah dan mengajak manusia agar mentauhidkan Allah dalam ibadah (tauhid uluhiyyah) dan baru-baru ini selesai daurah di jogja yang dihadiri oleh ulama dari Saudi, Yaman dan Kuwait. Para Asatidzah keliling Indonesia untuk memenuhi undangan mengisi ta’lim. Insya-Allah Al Ustadz Dzulqarnain (baca infonya di www.dzulqarnain.net) dalam waktu dekat ini akan mengisi daurah di Tokyo.

jadi na’am, da’wah harus tetap jalan tapi dengan ilmu dan bashiroh maka serahkanlah kepada ahlinya, adapun kita belajar terlebih dahulu kemudian berda’wah sesuai keilmuan yang dimiliki sebab kalau semua orang boleh berda’wah walaupun tanpa ilmu maka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya.

Jadi berda’wah sesuai kemampuan dan keilmuan. Ilmui dulu sesuatu kemudian amalkan,kemudian da’wahkan dan bersabarlah di atasnya. Itulah manhaj para Nabi atau menurut istilah antum amalan anbiya yaitu berilmu, beramal, berda’wah dan bersabar di atasnya sebagaimana dijelaskan oleh para ulama ketika menafsirkan surat Al ‘Ash (wal ‘ashri)

Imam Asy-Syafi’i[1]  Rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka”.

Dan ilmu yang paling utama dan yang paling penting adalah mengenal Allah Azza wa Jalla, mengenal islam dan mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengenal Allah Azza wa Jalla bukan berarti hanya meyakini bahwa Dia ada tapi mengilmui cara beribadah kepada-Nya dengan benar sesuai yang diperintahkan-Nya, yang artinya harus mengetahui makna Laa Ilaha Illallah –jangan dipotong, akan datang nanti insyaAllah bahwa antum gak ngerti atau salah dalam memahami makna Laa Ilaha Illallah– apa-apa yang membatalkannya, mengenal dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman salafush-shalih, mengenal islam dan kesempurnaannya, mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti sunnah-sunnah beliau, pokoknya mengenal agama ini dan masuk ke dalamnya secara kaffah, secara sempurna.

Di atas manhaj inilah, di atas manhaj ilmu dan bashirah, amal, da’wah dan kesabaran inilah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka (salafiyyun) berjalan. Apakah menurut antum para sahabat – yang telah kalian hina dengan mengatakan tidak semua sahabat ‘alim – tidak mengilmui apa-apa yang saya sebutkan di atas. Cukuplah ucapan kalian di atas bahwa sahabat tidak semuanya ‘alim menunjukkan jauhnya kalian dari ilmu yang syar’i.

 

JT : kami tidak memaksudkan ucapan itu untuk menghina sahabat, kami semua mengakui keutamaan mereka makanya kami mencoba mengikuti mereka.

STI : Ana mengerti tapi hendaknya kita berhati-hati dalam menggunakan kata dan kalimat untuk mengungkapkan sesuatu sebab kesesatan dan kekufuran itu bisa terjadi hanya dengan kata-kata. Nabi shallallahu ‘alaihi wa salllam bersabda, ”janganlah kalian mencela sahabatku,’ beliau juga bersabda,”jika yang disebut (kesalahan) sahabatku maka tahanlah lidah-lidah kalian.”

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz bin Jabal, “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah-lidah mereka?”

Abu Hurairah radhiallahu anhu,beliau berkata, “Ia telah mengucapkan suatu kalimat yang membinasakan dunia dan akhiratnya.


[1]               Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-’Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Al-Hasyim Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H – 767-820M) Salah seorang imam Empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: