Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Tidak Paham Ma’na Bid’ah

 

JT : Salafy selalu teriak-teriak agar menjauhi bid’ah padahal mereka sendiri berbuat bid’ah. Ini namanya maling teriak maling.

STI : (bingung) mana buktinya?

JT : berda’wah pakai radio, selebaran dan internet apa itu bukan super bid’ah namanya terus gak mau datangin orang lagi.[1]

STI : (tersenyum) ooo, itu toh, tapi apa sampean ngerti bid’ah itu apa sampai antum nuduh salafy berbuat bid’ah?

JT : Bid’ah ya bid’ah.

STI : iya tapi bid’ah itu artinya apa to mas?

JT : (mikir terus tersenyum karena dapat jawabannya menurut dia) bid’ah itu artinya sesuatu yang baru.

STI : jadi dulu karena Radio belum ada terus ada makanya bid’ah, internet belum ada jadi bid’ah juga, gitu ya mas?

JT : iya, gimana sih, tadi panggil antum, terus sampean sekarang panggil mas. Pokoknya bid’ah itu seperti yang antum sebut.

STI : hanya sebatas itu?

JT : Iya.

STI : jadi kalau begitu abang – ana panggil abang ya? – nuduh sahabat juga berbuat bid’ah dunk.

JT : ya nggak lah, sahabat nggak mungkin berbuat bid’ah.

STI : waktu Nabi shallallahu ‘alaihi wa salllam masih hidup beliau gak pernah perang gunain kapal laut, tapi waktu beliau meninggal para sahabat naklukin Ciprus melalui kapal laut.

JT : nah kan, sahabat aja bikin cara baru dalam berda’wah.

STI : tadi kan katanya sahabat gak mungkin berbuat bid’ah, kok sekarang berubah

JT : Ya itu namanya bid’ah hasanah

STI : tapi Ibnu ‘Umar dan Hudzaifah bilang, “setiap bid’ah itu sesat walaupun semua manusia menganggapnya hasanah.” Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa salllam  bersabda, setiap bid’ah itu sesat. Jadi gak ada itu namanya bid’ah hasanah, kalau ada yang bilang ada bid’ah hasanah berarti dia adalah orang sangat lancang terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam.

JT : tapi…tapi…buktinya

STI : buktinya apa? makanya biar ta’ jelasin ya kang.

Bid’ah itu memiliki dua pengertian, secara bahasa dan secara istilah. Bid’ah secara bahasa artinya sesuatu yang dibuat pertama kali dan belum ada contoh sebelumnya. Penggunaannya lihat surat Al Baqarah ayat 117 dan Al An An’am ayat 101.

Kemudian bid’ah secara istilah atau secara syariat disebutkan oleh Al Imam Asy Syatibi bahwa : “bid’ah adalah suatu ungkapan (istilah) akan jalan (cara) dalam agama yang di ada-adakan yang menyerupai syariat, tujuannya adalah bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah subhanahu

Jadi nanti disebut bid’ah jika disandarkan ke agama, adapun kalau perkara dunia semata seperti buat alat transportasi maka itu tidak teranggap bid’ah secara syariat.

Atau bid’ah itu tampak secara zhahir sebagai bagian dari syariat namun hakekatnya ia berbeda dengan syariat dari beberapa sisi, di antaranya : 1. menentukan tata cara tertentu yang tidak ada dalilnya 2 .menentukan waktu-waktu tertentu di saat beribadah.[2]

Antum sudah paham ?

JT : iya tapi kan artinya sahabat juga menggunakan sarana bid’ah buat berda’wah dengan kapal melakukan jihad.

STI : kok balik lagi, baiklah sekarang perhatikan, yang pertama penggunaan kapal laut adalah bid’ah jika ditinjau dari sisi bahasa adapun secara syar’i ternyata tidak karena ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam telah mengisyaratkan akan hal itu yaitu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhary dan juga bahwa itu merupakan sunnah Khalifah Utsman yang masih merupakan Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin. Jadi peristiwa tersebut menunjukkan bolehnya menggunakan alat atau sarana-sarana semisal radio sekarang untuk mempermudah da’wah. Jadi harus antum bedakan anatara metode dan sarana. Dan juga adanya kaidah yang mengatakan bahwa hukum asal semua benda adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Sekarang saya tanya akang, apa ada dalil yang mengharamkan radio dan internet?

JT : ya nggak ada sih, tapi sama aja dengan cara kami melakukan da’wah, juga gak ada dalil yang mengharamkannya.

STI : dalil tentang haramnya  bid’ah telah jelas dan perbuatan kalian adalah bid’ah. Biar lebih mudah ana kasih cara mudah, Segala bentuk ibadah, tata caranya dan metode pelaksanaannya yang  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam dan sahabatnya tidak lakukan dan beliau shallallahu ‘alaihi wa salllam juga tidak menganjurkannya atau memberi isyarat akan bolehnya dalam keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wa salllam dan sahabatnya mampu untuk melakukannya maka itu pasti bukan sebuah kebaikan dan kalau kemudian ada yang melakukannya dan menyandarkannya ke agama maka itu adalah perbuatan bid’ah dan pelakunya adalah pelaku bid’ah dan kalau kemudian dia membela dan menda’wahkannya maka dia adalah mubtadi’ atau ahli bid’ah. Adapun ketika ada yang terjadi saat ini dalam keadaan tidak ada di zaman beliau maka dikembalikan kepada kaidah di atas dan kepada para ulama yang mumpuni dan mendalam pengetahuannya. Ingat kepada ulama yang telah menghabiskan umurnya dalam ilmu, bukan kepada tukang semedi di sisi kubur, atau tukang mimpi yang tiba-tiba teriak telah menemukan penafsiran baru tentang sebuah ayat yang tidak pernah dikenal di zaman salafush-shalih

Ingat kata kuncinya, mereka (Rasulullah shallallahualaihi wa salllam dan sahabatnya) mempu untuk melakukannya tapi tidak melakukannya. Sekarang saya tanya apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam dan para sahabatnya mampu untuk melakukan da’wah keliling mesjid ngajakin orang shalat atau beliau menganjurkan sahabatnya melakukannya selama 3 hari, sepekan atau yang lainnya.

JT : mampu

STI : Apakah mereka melakukakannya atau menganjurkan orang untuk melakukannya?

JT : eh…tapi nabi kan berda’wah juga.

STI : iya kita semua sepakat itu tapi apakah caranya seperti JT? Antum jawab saja pertanyaan di atas !

 


[1]               Lihat buku SVJT hal 58

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

One thought on “Dialog Dengan JT : Tidak Paham Ma’na Bid’ah

  1. Untuk JT,berhenti saja jaula

    Posted by Abd rahmat | 17/12/2012, 09:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: