Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Muhammad Ilyas “Semedi” di Kuburan

STI : yang terakhir, antum tahu nggak apa artinya nyembah, apa menurut antum yang namanya nyembah itu hanya rukuk atau sujud depan berhala, kemenyan atau shalat dikubur. Bukankah ana dah sebutkan makna ibadah sebelumnya, sekarang jawab pertanyaan ana lantas apa kiranya yang dilakukan oleh Muhammad Ilyas dengan duduk manis di sisi kubur Abdul Quddus Al Kankuhi dalam suatu ritual muraqabah Jistiyyah atau apa yang dilakukannya dengan duduk I’tiqaf bersemedi sisi makam Nur Muhammad Al Badayuni?1

JT : (dengan nada tinggi) jangan asal nuduh mana buktinya, emang salafy kerjanya tukang fitnah.

STI : sabar akhi, kalau antum gak percaya antum baca kitab Jama’ah Tabligh tulisan Mayyan Muhammad Aslam, atau kalau antum enggan untuk membacanya, karena menurut antum itu semua buang-buang waktu atau itu semua hanyalah fitnah, maka antum pulang dan bertanya kepada ‘ulama’ kalian yang kalian gelari ‘Maulana’ jangan yang baru antum panggil syaikh tapi cari pemimpin kalian yang selevel dengan In’am Hasan kemudian mintalah dia bersumpah atas nama Allah yang jika ia berkata dusta maka wajib bagi Allah memasukkannya ke neraka, kemudian tanyalah bahwa apakah benar Muhammad Ilyas melakukan yang saya sebutkan di atas?

JT : anggaplah begitu, tapi kan bukan berarti beliau menyembahnya, antum jangan asal nuduh.

STI : Taruhlah begitu, maka mari saya sampaikan sebuah kisah yang terjadi dizaman Tabi’in, saat itu ada seorang yang datang ke sisi kuburannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla (bukan berdoa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), tapi ia didatangi oleh Ali Zainal ‘Abidin yang melarang dan mengingkarinya dengan keras kemudian beliau berkata, “maukah kau saya sampaikan sebuah hadits yang aku dengar dari bapakku (Husain bin ‘Ali) dari kakekku (‘Ali bin Abu Thalib) bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “jangalah kalian menjadikan kuburanku sebagai I’ed !!!!

Nah bagaimana kira-kira sikap ‘Ali bin Husain bin ‘Ali jika ia melihat perbuatan Muhammad Ilyas yang duduk manis di sisi kubur orang yang mengakui dan berkeyakinan serta telah dikuasai pemikiran wihdatul wujud semisal ‘Abdul Quddus Al Kankuhi. Dan bagaimana kiranya pendapat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat orang yang menjadikan kuburan sebagai mesjid atau tempat ibadah dan di Mesjid yang jadi markaz kalian di India sebagaimana persaksian Syaikh Rabi’ terdapat empat buah kuburan di dalamnya. Dan inilah Syaikh bin Baz, yang disebut ulama suci oleh sebagian dari kalian memfatwakan tidak sahnya shalat di dalam mesjid yang ada kuburannya, fatwa beliau tersebut di amini oleh semua ‘ulama.

1 Lihat buku Mengenal Tokoh Tokoh Ikhwanul Muslimin terbitan Cahaya Tauhid Press hal 312

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: