Manhaj, Nasehat

Akal Itu Tempatnya Dalam Qalbu (Hati) : Faidah Dari Ustadz Khidhir

Di antara faidah ta’lim (pengajian) yang saya ikuti tadi malam yang membahas Kitab Riyadhush-Shalihin Imam An Nawawi Oleh Al Ustadz Khidhir bin Muhammad Sanusi -Hafizhahullah- adalah :

Di antara yang selalu jadi perdebatan adalah di manakah tempatnya Akal, tidak yang muslim maupun yang kafir masing-masing mengajukan argumen untuk membela pendapatnya, padahal jika seandainya mereka -yang muslim tersebut- membaca baik-baik firman Allah, mentadabburi Al Qur’an maka mereka tidak perlu berpayah-payah dan gontok-gontokan dalam hal ini sebab Allah Ta’ala -yang Dialah yang menciptkan kita, Dia lebih mengetahui diri-diri kita dibanding siapapun termasuk kita- telah menjelaskan akan hal ini bahwasanya :

AKAL ITU TEMPATNYA DALAM QALBU (HATI)

Allah berfiman :

أَفَلَمْ يَسِيرُ‌وا فِي الْأَرْ‌ضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ‌ وَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ‌

Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan (hati) itu mereka dapat berakal (memahami) atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.(Al Hajj 46)

 

Dengan satu ayat ini selesailah sudah permasalahan ini, hanya saja yang jadi masalah bahwasanya kebanyakan kaum muslimin tidak mau mentadabburi Al Qur’an bahkan sebagaian dari mereka hanya menggunakan otak yang ada dikepalanya nya untuk memahami Al Qur’an bukan dengan memasukkan dan memahami ilmu Al Qur’an itu dengan akal dalam hati yang terdapat dalam dadanya sehingga setinggi apapun gelarnya -Professor yang “professornya ahli qur’an” sekalipun tidak akan bisa memahami kedalaman ilmu Al Qur’an selama hanya otaknya saja yang ia pakai. Tadabbur itu adalah dengan Hati Bukankah Allah juga berfirman : “Apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur’an ataukah di atas hati-hati mereka ada gembok”

Wallahu A’lam

Catatan : Ini bukan Transkrif ucapan Al Ustadz Khidhir tapi hanya faidah yang ana petik

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: