Antara Sunnah dan Bid'ah, Aqidah

Kehidupan dan Kematian Nabi Khidhir

Sebagian orang-orang jahil sering menyatakan bahwa Nabi Khodhir (atau Khidhir) masih hidup sampai sekarang. Kebanyakan yang menyangka demikian dari kalangan sufi (tashowwuf).

Benar tidaknya hal itu, kita serahkan jawabannya kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-.

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata menjawab pertanyaan di atas,

وَالصَّوَابُ الَّذِي عَلَيْهِ الْمُحَقِّقُونَ أَنَّهُ مَيِّتٌ وَأَنَّهُ لَمْ يُدْرِكْ الْإِسْلَامَ وَلَوْ كَانَ مَوْجُودًا فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ لَوَجَبَ عَلَيْهِ أَنْ يُؤْمِنَ بِهِ وَيُجَاهِدَ مَعَهُ كَمَا أَوْجَبَ اللَّهُ ذَلِكَ عَلَيْهِ وَعَلَى غَيْرِهِ وَلَكَانَ يَكُونُ فِي مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ وَلَكَانَ يَكُونُ حُضُورُهُ مَعَ الصَّحَابَةِ لِلْجِهَادِ مَعَهُمْ وَإِعَانَتِهِمْ عَلَى الدِّينِ أَوْلَى بِهِ مِنْ حُضُورِهِ عِنْدَ قَوْمٍ كُفَّارٍ لِيُرَقِّعَ لَهُمْ سَفِينَتَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ مُخْتَفِيًا عَنْ خَيْرِ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ وَهُوَ قَدْ كَانَ بَيْنَ الْمُشْرِكِينَ وَلَمْ يَحْتَجِبْ عَنْهُمْ . ثُمَّ لَيْسَ لِلْمُسْلِمِينَ بِهِ وَأَمْثَالِهِ حَاجَةٌ لَا فِي دِينِهِمْ وَلَا فِي دُنْيَاهُمْ ؛ فَإِنَّ دِينَهُمْ أَخَذُوهُ عَنْ الرَّسُولِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ – الَّذِي عَلَّمَهُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَة

Pendapat benar, yang dipijaki oleh para muhaqqiqin bahwa beliau telah mati dan bahwa beliau tidak menjumpai Islam. Andai kata ia ada di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, maka wajib bagi Nabi Khidhir untuk beriman kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan berjihad bersama beliau sebagaimana Allah wajibkan hal itu bagi Khidhir dan (nabi) yang lainnya. (Jika memang hidup), Khidhir pasti akan ada di Makkah dan Madinah.

(Jika memang hidup), kehadiran beliau bersama sahabat untuk berjihad bersama mereka dan membantu mereka untuk (menjayakan) agama lebih utama dibandingkan kehadiran beliau di sisi kaum yang kafir untuk menambal perahu mereka. Khidhir tak akan bersembunyi dari generasi sebaik-sebaik umat (yakni, sahabat). DulukanKhidhir juga berada di antara kaum musyrikin (di zamannya) dan tak bersembunyi dari mereka.

Kemudian kaum muslimin tidak memiliki hajat kepada Nabi Khidhir, baik dalam hal agama, maupun dalam hal dunia. Karena, mereka (sahabat) telah mengambil agamanya dari Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-”. [Lihat Majmu Fataawa (27/100-101)]

Andaikan Khidhir hidup, maka wajib beliau datang berbai’at kepada Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- serta berjihad dan belajar di hadapan Nabi kita -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Allah -Ta’ala- berfirman,

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ  [آل عمران : 81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa Kitab dan hikmah, lalu datang kepada kalian seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Ali Imraan : 81)

Ini merupakan dalil  tentang wajibnya para nabi beriman dan menolong Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- bila mereka menjumpai masa kenabian dan kerasulan Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- sebagai bentuk pembenaran risalah dan kenabian beliau!!  [Lihat Zaadul Masiir (1/372)-Syamilah]

 Sumber : http://pesantren-alihsan.org/

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: