Akhlaq, Nasehat

Dicabutnya Al-Qur’an dari Bumi

 

Oleh: Ustadz ‘Abdul Qadir Abu Fa’izah –Hafizhahullah-

Al-Qur’an adalah kitab pegangan bagi setiap manusia. Di dalamnya terdapat al-huda (petunjuk) dan al-bayan (penjelasan) bagi seluruh perkara yang di hadapi oleh manusia. Tak ada sesuatu pun dihadapi manusia berupa kemaslahatan dan keburukan, kecuali Al-Qur’an telah membahasnya.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ  [النحل : 89]

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (QS. An-Nahl : 89)

Kitab suci Al-Qur’an senantiasa akan dipegangi oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Mereka mengagungkannya dan mengamalkannya. Hal itu akan berlangsung lama sampai tibalah zaman kegelapan dimana manusia mulai meninggalkan Al-Qur’an, menyepelekannya, bahkan membuang al-Qur’an di balik punggung mereka.

 Mereka mulai malas mempelajari, mengkaji, mengamalkan Al-Qur’an. Bahkan lebih bersemangat mengambil dan mengadopsi undang-undang buatan orang kafir sebagai petunjuk dan jalan hidup. Al-Qur’an mulai menjadi pajangan di rumah-rumah kaum muslimin. Banyak diantara mereka malas membaca Al-Qur’an. Mereka disibukkan oleh televisi, internet, bisnis, acara, permainan, dan melancong ke banyak tempat. Tak ada waktu baginya untuk membaca Al-Qur’an, apalagi mempelajari dan mengkajinya di depan seorang yang berilmu.

Hal ini sudah mulai tampak di depan mata dengan banyaknya kaum muslimin yang buta baca dan tulis Al-Qur’an, banyaknya orang yang lebih semangat mempelajari bahasa asing, dibandingkan mempelajari bahasa Al-Qur’an. Manusia lebih mudah menghafal lagu-lagu dan puisi dibandingkan menghafal Al-Qur’an!!

Jika zaman sudah berubah demikian, maka hendaknya setiap jiwa yang mukmin berhati-hati dan waspada, jangan sampai Al-Qur’an akan dicabut dan diangkat oleh Allah ke langit sebagaimana asalnya!! Hendaknya kita khawatir!!! Hal ini akan terjadi bila Al-Qur’an sudah tidak digunakan lagi oleh manusia sebagai petunjuk hidupnya dan berpaling kepada petunjuk yang dirancang oleh manusia berdasarkan akal mereka yang lemah.

Ketahuilah bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah memberitakan kepada kita bahwa di zaman-zaman seperti sekarang akan datang suatu masa dicabutnya Al-Qur’an dari bumi sehingga tak ada lagi lembaran Al-Qur’an, tak ada lagi yang menghafalnya, dan tak ada lagi yang menyimpannya dalam data-data. Manusia lebih senang memperhatikan buku dan kitab selain Al-Qur’an.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

يَدْرُسُ الإِسْلاَمُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ ، حَتَّى لاَ يُدْرَى مَا صِيَامٌ وَلاَ صَدَقَةٌ وَلاَ نُسُكٌ ، وَيُسَرَّى عَلَى كِتَابِ اللهِ فِي لَيْلَةٍ فَلاَ يَبْقَى فِي الأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ ، وَيَبْقَى طَوَائِفُ مِنَ النَّاسِ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْعَجُوزُ الْكَبِيرَةُ ، يَقُولُونَ : أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَنَحْنُ نَقُولُهَا

Islam akan luntur sebagaimana warna pakaian akan luntur sehingga tidak lagi diketahui apa itu puasa, sedekah dan ibadah. Kitabullah akan diangkat pada suatu malam. Karenanya, tak akan tersisa lagi di muka bumi sebuah ayat pun!! Tinggallah sekelompok manusia: kakek tua dan nenek tua. Mereka berkata, “Kami telah mendapati nenek moyang kami di atas kalimat ini “Laa ilaaha illallah”. Karenanya, kami pun mengucapkannya”. [HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4049). Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (8077)]

Ulama Negeri Syam, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah- berkata,

Di dalam hadits ini terdapat berita penting bahwa kelak akan datang suatu hari Islam akan dihapus jejaknya dan Al-Qur’an akan diangkat sehingga tidaklah tersisa darinya sebuah ayatpun. Semua itu tidak akan terjadi kecuali setelah Islam menguasai seluruh bumi dan kalimat Islam tinggi di bumi sebagaimana nash firman Allah –Tabaraka wa Ta’ala-,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ [التوبة : 33]

Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”.

Hal ini juga telah dijelaskan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- di dalam hadits-hadits yang banyak sebagaimana telah berlalu penyebutan sebagiannya.

Al-Qur’an Al-Karim tidaklah dicabut di akhir zaman, kecuali sebagai pembukaan bagi terjadinya kiamat atas orang-orang yang buruk, yaitu orang-orang yang tidak lagi mengenal Islam sedikitpun, sampaipun masalah men-tauhid-kan Allah.

Di dalam hadits ini terdapat isyarat tentang keagungan Al-Qur’an dan bahwa keberadaannya diantara kaum muslimin merupakan sebab bagi langgengnya agama mereka dan kokohnya bangunan Islam. Semua itu tidak akan terjadi, kecuali mempelajari Al-Qur’an, mentadabburi dan memahaminya. Karena itu Allah berjanji menjaga Al-Qur’an sampai Allah mengizinkan untuk dicabut”. Selesai ucapan Syaikh Al-Albaniy. [Lihat Ash-Shohihah (1/1/173)]

Para pembaca yang budiman, hadits ini menyadarkan kita tentang pentingnya mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, baik dalam hal tajwid (cara bacanya), maupun tafsir-nya (penjelasan maknanya) sebagaimana yang Allah inginkan.

Tak heran bila Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mengingatkan kita dan menganjurkan agar memperhatikan Al-Qur’an dalam sabdanya,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (5027)]

Jadi, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menggelari orang yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an sebagai “Sebaik-baik orang”. Lantaran itu, berbanggalah kalian dengan mempelajari Al-Qur’an di masjid, pesantren ataukah majelis taklim. Jangan justru canggung mempelajari dan mengajarkannya. Tapi kalau belajar nyanyi dan disko, malah lebih bangga!! Na’udzu billah min dzalik!!!

Seharusnya kita bangga menjadi guru-guru ngaji daripada menjadi guru-guru nyanyi. Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai Al-Qur’an dengan hati dan raga kita, amiin…

Sumber : http://pesantren-alihsan.org/

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: