Nasehat, Uncategorized

Bersikaplah Santun…. ! Jangan Rusak Da’wah Kalian Wahai Salafiyyun

 

Berkata Al ‘Allamah Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah Al Imam1 :

Saya telah mendengarkan Syaikh Kita Syaikh Muhaddits al-‘Allamah Abu ‘Abdirrahman al-Wadi’iy lebih dari satu kali berkata :’

Demi Allah, kita tidak mengkhawatirkan atas da’wah kita selain terhadap diri kita sendiri’

 

 

Saya (Syaikh Al Imam) katakan :

Demi Allah, syaikh telah menyebutkan firasatnya yang dalam. Dahulu Rasulullah seringkali membuka khutbah Beliau dengan sabda beliau :

dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan kami.”

Jiwa kita betapapun kebajikan yang terdapat di dalamnya akan tetapi dia setiap saat bisa saja terkena virus keburukan…

Inilah demi Allah waktunya telah tiba untuk kita memeriksa aib dan dosa kita jikalau benar bahwa kita termasuk orang-orang yang berjuang untuk membela agama agung. Syaikh mengetahui alangkah banyaknya musuh da’wah ini baik dari dalam maupun dari luar, akan tetapi mudharat mereka tidaklah sebesar kemudharatan yang ditimbulkan oleh penyimpangan para penegak da’wah itu sendiri. Marilah masing-masing kita menuduh diri kita serta menimbang ucapan dan perbuatan kita baik yang lahir maupun bathinnya dengan timbangan syariat, wallahul musta’an

Beliau (Syaikh Al Imam) juga berkata2 :

Ibnul Qayyim mengatakan dalam Al Fawaid (hal 405) :

Santun adalah pasangan ilmu, kalau keduanya terkumpul maka tercapailah kebahagiaan dunia dan akhirat serta tercapailah pengambilan manfa’at dari ilmu seorang ulama. Sedangkan kalau keduanya berdiri sendiri, maka terlepaslah manfa’at dan pengambilan manfa’at.’”

 

 

Wahai para Da’i yang mengajak kepada Allah! Apakah bedanya antara kalian dengan orang umum kalau kalian tidak bersikap santun, tenang dan lapang dada?Bukankah Allah berfirman kepada Nabi-Nya :

jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang bodoh”

Beliau (Syaikh Al Imam) juga berkata3 : “Diantara para da’i ada yang kalau diganggu maka dia menggegerkan seluruh dunia bahkan dia mengerahkan segenap kemampuannya untuk membela dirinya. Padahal urusan ini tidaklah membutuhkan sampai berbuat demikian, sedangkan membela diri dituntut dalam batasan syari’at dengan menjaga kemaslahatan syari’at dan memikirkan akibatnya di waktu sekarang dan yang akan datang.”

 

1Al Qoulul Hisan Fi Ma’rifatil Fitan, Edisi Indonesia “Tatkala Fitnah Melanda” hal 81 Terbitan Pustaka Al Haura Cetakanpertama Rajab 1426 H

judul di atas adalah dari ana (abu shafiyyah)

2Al Qoulul Hisan Fi Ma’rifatil Fitan, Edisi Indonesia “Tatkala Fitnah Melanda” hal 47 Terbitan Pustaka Al Haura Cetakanpertama Rajab 1426 H

3Al Qoulul Hisan Fi Ma’rifatil Fitan, Edisi Indonesia “Tatkala Fitnah Melanda” hal 45 Terbitan Pustaka Al Haura Cetakanpertama Rajab 1426 H

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: