Antara Sunnah dan Bid'ah, Aqidah

Imam Asy Syafi’i dan Ajaran Wahhabi

Jika antum -rahimakumullah- wahai pembaca berkata kepada sebagian kaum muslimin,jangan mengusap-usap kuburan, jangan membangun kuburan, jangan menyembelih di sisi kuburan -entah karena nadzar atau selainnya, jangan shalat di mesjid yang ada kuburannya, atau antum mengadakan Allah istiwa’ di atas Arsy-Nya, Allah juga punya wajaha yang sesuai dengan kebesarannya dan tidak serupa dengan makhluq-Nya… maka niscaya antum akan langsung dicap sebagai WAHHABI.

Maka berikut sikap Imam Asy Syafi’i dan pengikut beliau terkait beberapa masalah di atas…

  1. Mengusap-Usap Kuburan

Ulama besar ahli tafsir yang bermadzhab syafi’i, Imam al-Hafidz Ibnu Katsir berkata:

Asal penyembahan terhadap berhala adalah sikap berlebihan (dalam mengagungkan) kuburan dan penghuninya”. Al-Bidayah wan Nihayah : 10/703)

Imam Nawawi menjelaskan :

Barangsiapa terbetik dalam benaknya bahwa mengusap dengan tangan dan semisalnya lebih mendatangkan barakah, maka keyakinan itu tidak lain bersumber dari kebodohan dia dan kelalaiannya sebab keberkahan itu hanya bisa didapat dengan melaksanakan syariat. Bagaimana mungkin keutamaan diupayakan dengan perbuatan yang bertolak belakang dengan kebenaran ?! (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:8/275)

Al Imam An Nawawi juga berkata :

Telah berkata Imam Abul Hasan Muhammad bin Marzuq Az Za’farani di dalam kitabnya Kitabul Janaiz : “Tidak boleh mengusap kubur dengan tangannya, tidak boleh pula menciumnya. Lalu kata beliau : “di atas hal inilah As Sunnah berjalan. Juga beliau mengatakan : “mengusap-usap kubur dan menciumnya, yang banyak dilakukan oleh prang awam sekarang ini adalah termasuk di antara bid’ah-bid’ah yang mungkar secara syar’i yang mesti dijauhi dan dilarang pelakunya.”

Imam al-Ghazali (w.505H) berkata : “Sesungguhnya mengusap dan mencium kuburan merupakan adat kaum yahudikata dan nasrani”. (Ihya’ Ulumuddin I/254).

Dan dalam kitabnya yang sangat bagus al-Maqrizi asy-Syafi’i (w. 845 H) berkata:

Syirik dalam bentuk perbuatan seperti sujud kepada selain Allah, Thawaf bukan di Baitullah (Ka’bah), Mencukur rambut dalam rangka beribadah dan tunduk kepada selain Allah, mencium batu selain hajar aswad yang ia sebelah kanan Allah di bumi , mencium kuburan atau mengusapnya dan sujud kepadanya”. (Tajridut Tauhid al-Mufid hal. 31).

  1. Meninggikan Kuburan

    Imam Asy Syafi’i berkata :

    Saya suka agar kuburan tidak dibangun dan dikapur karena hal itu termasuk perhiasan dan kesombongan, sedangkan kematian bukanlah tempat untuk salah satu di antara keduanya. Dan saya tidak mendapati kuburan orang2 muhajirin dan anshar dikafuri”

    Beliau juga berkata : “Aku telah melihat para imam pemimpin di mekkah yang memerintahkan untuk menghancurkan apa-apa yang dibangun di atas kuburan dan saya tidak melihat para ulama/fuqaha mencela hal itu.”

    Lihat Al Umm Juz 2 Hal 631 (cetakan Daaru Wafa’ dengan tahqiq Rifa’at Fauzi Abdul Muththalib) dan Hal 214 pada cetakan Baitul Afkar

Hal ini disebutkan oleh Al Imam An Nawawi Dalah Syarah Shahih Muslim Juz 7 Hal 51- 54 pada Cetakan Muassasah Al Qurthubah

Demikian pula Imam Asy Syaukani Asy Syafi’i (Penulis Kitab Nailul Authar) punya risalah khusus berkaitan dengan ini yang beliau beri judul Syahus Sudur Fii Tahrim Raf’il Qubur

  1. Menulisi Kuburan

    Imam An Nawawi berkata : “Para ulama dari madzhab kami mengatakan : sama saja tulisan di atas kubur itu ditulis di papan, atr aukah di atas kepalanya seperti yang biasa dilakukan sebagian orang atau ditempat lain, maka semuanya makruh berdasarkan keumuman hadits.”

  2. Menjadikan Kuburan Sebagai Mesjid dan Shalat Menghadap Kuburan

    Imam Asy Syafi’i berkata : “Dan saya membenci mesjid dibangun di atas kuburan, menghadap atau shalat di atasnya meskipun tidak menghadap kekuburan atau dia shalat menghadapnya…. yakni menjadikan kuburannya sebagai Mesjid” Lihat Al Umm Juz 2 Hal 632 – 633 (cetakan Daaru Wafa’ dengan tahqiq Rifa’at Fauzi Abdul Muththalib)

    Berkata Al Faqih Al Haitami Asy Syafi’i : Dosa besar yang kesembilan puluh tiga : Menjadikan Kubran Sebagai Mesjid.” (Az Zawajur 1/120-121)

  3. Menyembelih di sisi kuburan :

    Al Imam An Nawawi berkata : “Adapun menyembelih di sisi kuburan maka itu amalan yang tercela, berdasar hadits anas yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dan Imam At Tirmidzi. Beliau mengatakan : Hasan Shahih.” (Al Majmu 5/320)

    Lihat juga perkataan Al Haitami dalam Az Zawajir 1/171

  4. Tahlilan atau berkumpul di rumah mayat dengan tujuan ta’ziyah

    Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

    Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan”

Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang bid’ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau “Raudlotuth Tholibin (2/145).

Telah berkata Al Imam Asy Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab : “Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit) dengan alasan untuk Ta’ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah ” Bid’ah “.

Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbatan tersebut bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman 305-306]

Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwa hal tersebut Menyalahi Sunnah.

7. Sifat-sifat Allah

Baca di sini Ternyata Imam Syafi’i Seorang Wahhabi

Baca Juga

Di Antara Wasiat Imam Syafi’i

Nasihat Al Imam Asy Syafi’i Kepada Imam Al Muzani

Mengirim Fatihah Untuk Mayyit

Imam Syafi’i dan Bid’ah Hasanah

Sesatkah Syia’h : Antara Imam Syafi’i dan Umar Syihab

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: