Akhlaq, Aqidah

Daurah Manhajnya Mana Ustadz…?

Sebuah pertanyaan yang sempat saya baca di kolom komentar sebuah website, pertanyaan yang nampaknya wajar tapi cukup menggelitik bagi saya. Bagaimana tidak sementara sang ustadz yang dimaksud dipahami waqi’ beliau dalam mengembang amanah ilmiah dan semangat beliau dalam mengajarkan ilmu agama ke tengah umat. Hanya saja -mungkin- dalam persfektif sang komentator, kajian-kajian maupun tema daurah-daurah yang diangkat oleh sang ustadz hanyalah ilmu-ilmu dasar atau ilmu-ilmu ushul sementara yang sangat dibutuhkan saat ini adalah kajian-kajian bertemakan atau berkategori manhaj demi membendung api fitnah yang terus berkobar.

Sebelum melanjutkan, saya perlu menegaskan bahwasanya tulisan ini bukan bermaksud menyerang komentator yang saya maksud ataupun membela ustadz yang dimaksud sebab beliau tidaklah butuh pembelaan dari orang awam seperti saya. Tulisan ini hanyalah sebagai luapan uneg-uneg bahwa betapa banyak di antara kita yang masih belum sepenuhnya memahami berbagai definisi dalam ilmu agama kita sendiri dan bahwasanya masih banyak di antara kita yang tidak memiliki sikap hormat dan penghargaan yang kurang terhadap seorang ‘alim. Hanya karena suatu kekurangan -yang itu hanya dalam pandangan kita- kitapun langsung mencelanya dan menganggapnya sebagai sebuah kekurangan yang harus untuk dikritisi bahkan secara terbuka, padahal siapakah yang tidak punya kekurangan dan kesalahan -kalaupun ternyata benar, sekali lagi ternyata benar bahwa itu kesalahan dan kekurangan.

Kita lanjutkan…

Ternyata komentar tersebut -semoga Allah menjaganya -maaf saja- timbul dari sempit dan kelirunya beliau -komentator- memahami makna dan definisi manhaj, dalam tinjauan dan pemahaman sebagian bahkan banyak ikhwa, MANHAJ itu hanyalah yang berkaitan dengan sikap terhadap ahlul bid’ah, ciri-ciri ahlul bid’ah, vonis mubtadi’ terhadap seseorang, dan kajian bertemakan manhaj itu adalah yang berisikan, “fulan hizby, fulan mubtadi, radio ini radio hizby, yayasan ini yayasan hizby, hizby itu begini dan begini, dst.” bahkan banyak di antara kita yang belum memahami definisi dari MANHAJ itu apa? seperti baru-baru ini ana di sms oleh seorang ikhwa -yang beliau -semoga Allah menjaganya- mempertanyakan definisi Manhaj, padahal dia sudah ngaji selama kurang lebih 5 tahun. Dan demikianlah kenyataannya banyak di antara kita yang sibuk mengurusi fitnah -yang memang akhir-akhir ini makin gemuk aja fitnahnya- dibanding muraja’ah dan mengoreksi diri sendiri, lihat saja status-status di facebook yang jika isinya tentang fitnah maka yang memberi komentar bisa sampai ratusan.

Kembali ke masalah manhaj, mari kita lihat definisi Manhaj

Manhaj (المنهج), nahaj (النهج) atau minhaaj (المنهاج) dari : نَهجايَنهجنَهج yang semuanya mempunyai satu makna. Dari segi bahasa manhaj ialah:1

اَلطَّرِيْقُالْبَيِّنُالْوَاضِحُ،وَيُطْلَقُعَلَىالطَّرِيْقِالْمُسْتَقِيْمِاَوِالسُّنَّةِ.

Jalan yang jelas, terang dan dikatakan juga (mengikut) jalan yang lurus2 atau mengikut sunnah”.

Kalimah manhaj/minhaj bermakna jalan yang terang atau mengikut sunnah. Ia disebut di dalam al-Quran sebagaimana firman Allah Azza wa-Jalla:

لِكُلٍّجَعَلْنَامِنْكُمْشِرْعَةًوَمِنْهَاجًا

Untuk tiap-tiap umat (antara kamu), Kami berikan aturan dan jalan yang terang (atau sunnah)”.3

Berkata Abu Ja’far, bahawa manhaj ialah: “Jalan yang terang atau jelas4الوالبياناضح)] Dan apabila dikatakan طريقنَهج) bererti “Jalan Yang Terang” atau (بين) “Jelas”.

Menurut Ibn Katsir rahimahullah manhaj ialah:

فَهُوَالطَّرِيْقُالْوَاضِحُالسَّهْلُ

Maka manhaj ialah jalan yang terang dan mudah”5

Manhaj juga dapat difahami menurut sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Abbas radiallahu ‘anhu yang diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Hasan al-Basri dan selain mereka:

قَالَابْنُعَبَّاسٍرَضِيَاللهُعَنْهُ: سَبِيْلاًاَوْسُنَّةً

Berkata Ibnu Abbas Radiallahu ‘anhu bahawa manhaj ialah: Jalan atau sunnah”.6

سُنَّةُالنَّبِي،اَوْالْبَيِّنُالْوَاضِحُ

Manhaj ialah: Sunnah Nabi. Atau yang terang dan yang jelas”. 7

Manhaj atau minhaj dimaksudkan juga sebagai mazhab (aliran atau jalan). Walaupun mazhab sering digunakan untuk aliran fikah tetapi ia sering juga digunakan atau dimaksudkan dengan maksud yang sama dengan manhaj. Seperti disebut: “Manhaj as-Salaf as-Soleh atau Mazhab as-Salaf as-Soleh”.

Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiyyah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.8

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan hafizhahullah menjelaskan perbedaan antara ‘aqidah dan manhaj, beliau berkata, “Manhaj lebih umum daripada ‘aqidah. Manhaj diterapkan dalam ‘aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang Muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang Muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan ‘aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya. Inilah ‘aqidah.9

Maka demikianlah ya ikhwa…! berkaca dari definisi serta penjelasasn Asy Syaikh Shalih Al Fauzan maka kitapun mengetahui bahwa pembahasan-pembahasan seputar Aqidah Ahlus Sunnah itu masuk dalam kategori Manhaj, Pembahasan masalah suluk -semisal pembahasan kitab Al Manzhumah As Sair Ilallah Karya Syaikh As Si’di-, Akhlaq, Mu’amalah, Ushul-ushul dan Kaidah-Kaidah Fiqih dan lainnya juga merupakan pembahasan dan perkara yang sifatnya juga Manhaji . Sehingga demgan demikian pertanyaan “Daurah Manhajnya Mana Ustadz…?” tidak perlu terlontar jika kita memahami definisi Manhaj yang benar. Wallahu A’lam….

Taruhlah kita terima bahwa pembahasan Manhaj itu -sebagaimana yang dipahami oleh sebahagian ikhwa – adalah pembahasan seputar, bid’ah, mubtadi, hizby dan hizbiyyah, al wala’ wal bara’, maka bukankah dalam kitab Ushulus Sunnah, Syarhussunnah Al Muzani, Al Manzhumah Al Haiyyah yang telah diajarkan oleh Ustadz yang dimaksud -semoga Allah menjaganya- terkandung pembahasan seputar bid’ah dan kawan-kawannya, terkandung penjelasan Aqidah yang benar dan Aqidah-aqidah batil (bid’ah) yang menyelisihinya? Didalamnya ada pembahasan MANHAJ Ahlus Sunnah dalam beriman kepada Sifat-sifat Allah Ta’ala dan bantahan-bantahan bagi yang menyelesihinya. Bahkan kadang di tengah-tengah pembahasan Fiqih dan saudara-saudaranya (kaidah dan ushul fiqih) beliau mentahdzir dan menjarh secara ta’yin (sebut nama atau tunjuk hidung) mereka-mereka yang punya penyimpangan dalam perkara “manhaj”. Sehingga dengan demikian tidaklah pantas kita bertanya “Daurah Manhajnya Mana Ustadz…?” kecuali jika yang dianggap daurah manhaj hanyalah pembahasan seputar Jum’iyyah Ihyaut Turats, Sururiyyah, Radio Rodja dan sekutu-sekutunya….. Maka pertanyaannya justru kembali kepada kita, “Apakah yang dimaksud dengan Manhaj itu?”

Wallahu A’lam….

1Lihat: Lisanul Arab 2/383. Abi Fadzil Jamaluddin Muhammad al-
Afriki al-Misri. Lihat: Kamus al-Muhit. 1/209. Fairus Abadi.

2Lihat: منهجالاستدلالعلىمسائلالاعتقادعنداهلالسنةوالجماعة1/19. Uthman bin Ali Hasan.

3Al-Maidah, 5:48.

4Lihat: At-Tabari, 4/609.

5Lihat: Tafsir Ibn Kathir 2/26. Dan Fathul Qadir 2/48 As-Syaukani.

6Lihat: Sahih Bukhari. 1/46 Fathul Bari (Kitab al-Iman). Diriwayatkan oleh Al-Lalakaii hlm. 66. At-Tabari 6/271. Lihat Ibn Kathir. 3/120. Lihat: Manhaj Ahli Sunnah wal-Jamaah, 1/50. Khalid bin Abdullatif

7Lihat: At-Tabari, 6/609.

8Lihat al-Mukhtasarul Hatsiits fii Bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ashhabil Hadiits (hal. 15)

9Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahij Jadiidah (hal. 123) disusun oleh Jamal bin Furaihan al-Haritsi, cet. III Daarul Manhaj, th. 1424 H.

 

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: