Antara Sunnah dan Bid'ah

Sebuah Puisi Untuk Sa’id Aqil dan Yang Bersamanya

 

Kupanjangkan dan kulebatkan jenggot

engkau bilang itu ciri teroris

tapi aku enggan memangkasnya

karena itu menyelisihi sunnah Rasul terkasih

Bagaimana mungkin aku menggunduli daguku

padahal kekasihku wajahnya indah berjenggot

 

Kukenakan Celana Cingkrang

Engkau bilang tanda aliran keras

Biarlah engkau bilang aku kebanjiran

Asalkan kakiku -insya Allah- selamat dari adzab yang keras

 

Sungguh kurindu Rahmat Allah

Yang Tidak Melihat Para Pelaku Isbal dan penentang Sunnah

Sungguh kesombongan itu Menghitamkan Wajah

 

 

Jidat yang menghitam karena sebab alami

Tapi engkau bilang itu tanda tak ikhlas dalam hati

Sungguh hebat engkau bisa mengetahui isi Sanubari

Yang Nabi saja dari dada-dada orang munafik terhijabi

 

Kalau engkau bukan dukun yang suka membaca jampi-jampi

maka engkau pasti orang yang sedang mengigau dalam mimpi

atau pengikut hawa nafsu yang sedang mencaci maki

karena susah menyebutmu orang jahil yang perlu diajari1

 

Shalat Malam dan Puasa adalah sunnah Al Mustafa

Tapi engkau jadikan celaan atau bahan bercanda

Di mana engkau dibanding Al Faruuq anaknya Al Khaththab

Yang membangunkan orang shalat malam dengan suaranya yang mantap

Dirumahmu mungkin ada Fathul Bari’ dan sederet Kitab

Tapi tak mampu menghalangimu melontarkan ucapan yang berasap

 

Kami datang dengan cinta dan nasehat

Tapi engkau bilang itu menghujat

Kami sampaikan kalau amalan itu dalam sunnah tidak tercatat

Engkau bilang ini adalah adat istiadat

 

Kami menghampiri dengan rasa sayang dan penuh kasih

Kami bawakan hujjah Al Qur’an dan Sunnah Yang Shahih

Tapi engkau bilang guru-guru kami lebih fasih

Maka akupun Pasrah pada Rabb-ku yang Maha Pengasih…

1Adapun buat pengikutnya maka baris terakhir : atau engkau adalah orang jahil yang perlu diajari

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

2 thoughts on “Sebuah Puisi Untuk Sa’id Aqil dan Yang Bersamanya

  1. Baarokallaahu fiykum

    Posted by Abu Abdillah Makmun bin Mahmud | 22/05/2013, 12:02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: