Manhaj, Nasehat

Di Antara Batasan Jarh dan Ta’dil

Berkata Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Imam :

Siapa yang melihat kepada realita kaum muslimin akan mendapatkan banyak dari mereka men-jarh dan menta’dil dengan perbedaan bentuknya. Sehingga terjadilah dengan sebab itu tikaman terhadap harga diri seseorang dan meludahinya. Dan ini termasuk kezhaliman yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Riba yang paling besar adalah memanjangkan (lidah) mencela kehormatan seorang Muslim ‘ [HR. Abu Dawud 5/123]

Dan Allah telah memilih ulama ahlul hadits yang meletakkan kaidah-kaidah dalam medan ini (jarh wa ta’dil). Merekalah para Ahlul Hadits yang meletakkan kaidah-kaidah dan dhawabith dalam bidang Jarh wa Ta’dil ini. Merekalah ahli dan tokonya medan ini.Hampir-hampir engkau tidak mendapatkan jarh dan ta’dil yang dilakukan selain mereka itu benar. Dan senantiasa akan ada di setiap masa ulama ahlul hadits yang ahli dalam bidang jarh wa ta’dil seperti (pada zaman kita ini) orang tua dan Syaikh kita, Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, dan Al ‘Allamah Al Albany, dan Syaikh bin Baza -rahimahumullah jami’an.

Di antara Kaidah-kaidah dan dhawabith yang diletakkan oleh ulama ahlul hadits :

  1. Meneliti dan mendalami seluruh keadaan orang tersebut.

Berkata Ibnu Hajar -rahimahullah- “Sesungguhnya siapa yang terjun menyoroti (memperhatikan) segala kejadian berupa perkataan, perbuatan dan orangnya, maka wajib atasnya untuk teliti dalam penukilan. Dan tidak boleh baginya memastikan kecuali apa yang telah tegak buktinya. Dan tidak cukup baginya hanya sekedar mendengar ucapan yang beredar, terlebih jika ha itu bisa menyebabkan timbulnya kerusakan berupa tikaman terhadap harga diri seseorang dari ahlul ilmi dan orang shalih. Olehnya itu sangat perlu bagi seorang muslim untuk arif (mengetahui) manusia sesuai kadarnya dan keadaannya, serta kedudukannya maka jangan mengangkat orang yang rendah dan jangan merendahkan orang yang tinggi… (dinukil melalui Nafaisul Hullah Fittaakhi wal Khullah : 93-94)

  1. Seorang yang menjarh dan menta’dil harus bersi dari fanatisme terhadap kelompok dan ahli bid’ah, sebab fanatismenya akan mendorongnya menjarh yang harusnya di ta’dil dan menta’dil yang harusnya di jarh. Kita berlindung kepada Allah dari sifat fanatisme dan hawa nafsu.

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- sebagaimana pada sumber yang lalu hal 94 : “Jumhur Ulama berpendapat bahwa Jarh tidak diterima kecuali menjelaskan dengan rinci sebabnya agar jangan sampai dia menjarh hanya bedasarkan sangkaan (bahwa orang tersebut) berhak dijarh padahal tidak demikian”

  1. Ucapan seseorang terhadap yang lainnya bisa diterima selama tidak nampak darinya bahwa itu timbul karena kedengkian, hasan dan sikap terburu-buru.

Menghukumi ucapan seorang ulama bahwa sesungguhnya itu timbul karena sebab-sebab tersebut tidak boleh dilakukan kecuali oleh orang yang tsiqah dan adil, karena kalau tidak demikian maka akan banyak orang yang akan berkata bahwa ucapan ‘alim fulan itu demikian halnya (timbul karena kedengkiannya). Bahkan jikalau seandainya diketahui bahwa antara ‘alim fulan mempunyai permusuhan dengan si fulan (yang dijarh), lalu ternyata jarhnya terhadap fulan itu benar maka kebenarannya yang harus diterima.

Sumber : Kitab At Tanbih Al Hasan Fi Mauqif Muslim Minal Fitan, versi PDF Hal 39 – 40. Di download dari http://olamayemen.com

Cat : Diterjemahkan seadanya, mohon dikoreksi klo ada terjemahan yang kurang tepat. Untuk kata-kata yang kurang ana mengerti ana bandingkan dengan terjemahan Kitab terbitan Pustaka Al Haura.

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: