Dialog Dengan Jama'ah Tabligh

Dialog Dengan JT : Nggak Ngerti Syarat Ibadah dan Fiqih Shalat

JT : antum selalu menyalahkan orang dan bilang aqidah JT itu rusak dan juga tidak mau belajar. Apakah orang yang belajar KITABUL IMAN, KITAB AQIDAH otomatis imannya sempurna?1

STI : ya nggak lah, tapi antum ini gimana sih, klo yang belajar aja nggak otomatis imannya benar lantas gimana dengan yang gak mau belajar?

JT : (diam)

STI : Ya sudahlah, kembali ke masalah syarat dan rukun ibadah, apa antum tahu?

HT : gak pernah dengar, mungkin Cuma antum yang ada-adakan saja.

STI : kasian sekali, jadi antum khuruj 4 bulan itu pelajari apa aja, kok pokok-pokok dan dasar-dasar seperti gak tahu ? inna hadza lasyaiun ‘ujab (sunnguh ini sesuatu yang mengherankan).

JT ; Kami keluar khuruj, manggil orang pergi shalat terus baca kitab fadhailul a’mal apa itu salah. Nabi dan sahabat juga kan berda’wah sebagaimana kami berda’wah.

STI : ya berulang lagi, tapi sebentar, kita akan sampai kesitu lagi, kita selesaikan ini dulu. Syarat ibadah itu ikhlash dan sesuai tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Adapun rukunnya adalah cinta kepada Allah Azza wa Jalla, Takut kepada Allah Azza wa Jalla dan mengharap kepada Allah Azza wa Jalla. Dan yang terpenting adalah bahwa semua itu harus dilandasi dengan ilmu.

JT : Persis seperti amalan JT. Semuanya terpenuhi dalam amalan JT.

STI : oh begitu ya?

JT : iya dunk, masa tidak. Nabi berda’wah kami juga berda’wah, nabi shalat kami juga shalat.

STI : (tersenyum simpul) oh iya..ya…!

JT : Nah kan akhirnya antum ngaku juga kalau JT itu benar

STI : yeh, jangan ngeyel, sapa yang ngaku? Sekarang ana tanya apakah Nabi dan sahabatnya berda’wah dengan keliling mesjid sambil bawa kompor dan selimut?

JT : ya nggak, tapi kan itu cuma sarana untuk menjaga diri agar tidak kelaparan dan kedinginan.

STI : taruhlah begitu, apakah yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berda’wah dan/atau menyuruh sahabatnya berda’wah sebelum mereka mengetahui seluk beluk apa yang hendak mereka da’wahkan?

JT : tentunya setelah mereka tahu, tapi…(mulai sadar kalau kejebak)

STI : apakah antum dah tahu seluk beluk tentang shalat, syarat-syarat sah, rukun dan wajibnya serta yang sunnah dan makruh dan yang haram dilakukan dalam shalat sebelum kalian menda’wahkannya?

JT : ya tahulah, masa nggak.

STI : tapi kok ana lihat banyak yang dah khuruj 4 bulan masih nggak ngerti. Ana pernah lihat karkun yang katanya dari Timur Tengah tapi gak tahu kalau yang namanya duduk terakhir dalam shalat 4 raa’at itu tawarruk bukannya iftirasy.

Nah kalian telah jatuh lantas bagaimana da’wah kalian yang dibangun di atas semangat tapi jahil kalian hendak samakan dengan da’wah nabi dan sahabat yang dibangun diatas ilmu dan bashirah. Dan ana mau tanya, antum dah keluar ke IPB selama 4 bulan, dah berulang kali khuruj 7 hari tapi kok ana lihat cara shalat antum masih gak benar.

JT : (marah) mana contohnya jangan asal nuduh ?

STI : antum kalau rukuk masih pegang betis bukan lutut, kalau duduk antara dua sujud masih duduk syetan, kalau shalat masih menggulung lengan baju, memakai baju yang berwarna kuning dan juga sempit, kalau sujud hitungnya gak rapat di lantai, kain sarung antum juga masih melewati mata kaki Antum periksa sendiri deh, ini ana pinjamin buku Sifat Shalat Nabi dan Koreksi Atas Kekeliruan Praktek Ibadah Shalat.

JT :… (diam termangu dan membisu tapi kemudian mencoba berkilah)… tapi itu kan cuma perkara fiqih yang ada perbedaan pendapat di antara ulama.

STI : Memang benar ada perselisihan di antara ulama akan beberapa hal tapi semua sepakat bahwa kalau dah ada hadits yang shahih maka itulah yang diikuti, dan semua kesalahan antum tadi dijelaskan dalam hadits yang shahih. Pembahasannya ada di buku itu.

1 Lihat buku SVJT halaman 22

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: