Fiqih/Tanya Jawab

[recomende] Jawaban Al Ustadz Hammad Pada Komentar Seputar Maulid

Barusan ana browsing dan membuka web yang dikelola oleh Al Ustadz Hammad Abu Muawiah –hafizhahullah– yakni http://www.al-atsariyyah.com, ana telusuri komentar-komentar yang masuk dan ana menemukan beberapa yang menarik dari sisi jawaban yang diungkapkan oleh Al Ustadz Hammad –hafizhahullah– ketika beliau –hafizhahullah– menjawab beberapa komentar pada postingan yang berjudul Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi -shallallahu alaihi wasallam- , semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, berikut cuplikannya :

keterangan : Yang berwarna biru adalah jawaban dari Al Ustadz Hammad –hafizhahullah

Hamba Allah said:
June 7th, 2010 at 3:20 am

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Apakah hukumnya jika sesuatu yang disebutkan sebagai Bidah tetapi sebenarnya itu benar dihadapan Allah dan Rasullullah…
Seandainya ternyata Maulid itu benar dihadapan Allah dan Rasullullah…apa hukumnya sesuatu yang benar tapi dikatakan salah…karena yang mengetahui sesuatu itu benar dan salah hanya Allah dan Rasullullah…

Buat orang-orang yang mengatakan Maulid adalah bidah pernahkah kalian berdoa ditengah malam dengan khusu dan penuh harap kepada Allah: Yaa..Allah…Yang Maha Mengetahui dan Maha memberi petunjuk jika Maulid itu benar maka bukakanlah hati hamba untuk melihat kebenaran itu…dan jika Maulid itu salah maka jauhkanlah hamba dari perbuatan yang sia-sia… Amiin.

Bagi orang-orang yang mengatakan Maulid adalah Bidah…
pernahkan kalian melakukan penelitian kepada Mereka yang sering mengamalkan Maulid atau Shalawat lainya…lihatlah prilaku dan kehidupan mereka, dihati mereka penuh dengan Cinta dan Rindu kepada Allah dan Rasullullah…setiap hari mereka senantiasa memperbaiki hati dan perbuatannya untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasullullah…lihatlah wajah-wajah mereka penuh dengan senyum dan kegembiraan kepada Allah…

Pernahkan kalian bertanya kepada mereka yang sering mengamalkan Maulid apakah yang mereka dapatkan? Pasti diantara mereka ada yang menjawab seandainya Allah memberikan dua pilihan kepada mereka yaitu duduk di Majelis Maulid atau Masuk kedalam Surga mereka pasti akan memilih duduk di Majelis Maulid. Itulah perumpamaan untuk mereka yang senantiasa mengamalkan Maulid. Karena hati mereka senantiasa dipenuhi oleh Allah kerinduan kepada-Nya dan kepada kekasih-Nya.

Ilmu yang benar adalah ilmu yang MANFAAT…ilmu yang MANFAAT adalah semakin kita mengamalkannya kita semakin berusaha mendekatkan diri kepada Allah…kita semakin Rindu kepada Allah dan Rasullullah.

Bagi orang-orang yang sudah membenarkan Maulid adalah Bidah saya ingin bertanya satu hal “Apakah kalian sudah mendapat MANFAAT (semakin kita mengamalkannya kita semakin berusaha mendekatkan diri kepada Allah…kita semakin Rindu kepada Allah dan Rasullullah) dari Ilmu yang kalian yakini kebenarannya itu?

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Kalau memang maulid itu baru sekedar ‘seandainya’ benar, belum ‘memang’ benar, maka sebaiknya anda mempelajari dengan seksama sisi-sisi alasan orang yang mengkritisi perayaan maulid. Karena, bagaimana nasib anda kalau ‘seandainya’ maulid itu salah di sisi Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam lantas anda mengatakan benar. Apakah anda akan ikut bersama golongan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat?
Lagipula, ucapan anda ‘karena yang mengetahui sesuatu itu benar dan salah hanya Allah dan Rasullullah’, adalah ucapan yang batil. Kami tidak menerima ucapan seperti ini, karena kami yakin para sahabat dan para ulama ahlussunnah adalah orang-orang yang berilmu. Kalau anda meyakini ucapan anda di atas, berarti tidak ada seorangpun yang mengetahui mana yang benar dan salah di dunia ini, termasuk ustadz-ustadz anda sendiri. Kalau ustadz anda sendiri tidak tahu mana yang benar dan yang salah, kenapa anda mempertaruhkan nasib anda di hari kiamat dengan mengikuti mereka?
Masih ada beberapa tanggapan saya terhadap ucapan anda di atas, tapi saya rasa ini sudah cukup.

cybermuslim said:
August 18th, 2010 at 2:40 pm

==
Lagipula, ucapan anda ‘karena yang mengetahui sesuatu itu benar dan salah hanya Allah dan Rasullullah’, adalah ucapan yang batil. Kami tidak menerima ucapan seperti ini, karena kami yakin para sahabat dan para ulama ahlussunnah adalah orang-orang yang berilmu.
==”
Assalamu’alaikum..
Afwan,.
Bukankah Rasul pernah melakukan kesalahan?
bukankah Sahabat pernah melakukan kesalahan?
>Rasul tak menghiraukan seorang laki-laki tua buta yg hendak belajar islam ke pada beliau. dan beliau lebih mengutamakan orang lain. sehingga Allah menegurnya dalam Al-Qur’an.

>di Antara Sahabat pernah terjadi pertikaian. sehingga terbunuhnya cucu rasul Hasan dan Husein.

Afwan, bukannya ana tidak percaya dengan Rasul dan para sahabat. ana berusaha mengikuti gerak gerik mereka! Karna Agama Allah sudah di sempurnakan kepada mereKA.

yg jadi pertanyaan dengan kalimat antum di atas, apakah orang yg berilmu sudah terjamin apa yg dia lakukan adalah benar semua tanpa sedikit kesalahan?

Betul kami sependapat dengan anda. Orang yang berilmu belum tentu lepas dari kesalahan. Kami hanya mengatakan: ‘karena kami yakin para sahabat dan para ulama ahlussunnah adalah orang-orang yang berilmu’, dan kami tidak mengatakan: para sahabat dan ulama ahlussunnah terjaga dari kesalahan.
Karena keilmuan dan lepas dari kesalahan adalah dua hal yang berbeda dan tidak saling melazimkan.

Alan Syeba said:
October 6th, 2010 at 12:52 am

Assalamu’alikum Wr.Wb.

Astagfirullahal adzhim..

Rasulullah SAW adalah makhluk Allah yang paling bijaksana dalam dakwahnya,..tidak pernah menyakiti hati orang yang didakwahinya,selalu menjaga perasaan hati…itu adab dan akhlak yang kita teladani dan kita gali…hendaknya dalam melontarkan nash dan logika tidaklah sekali-kali nafsu kita untuk menunggagi nash tersebut sehinga menimbulkan rasa diri akulah yang paling benar, padahal rasulullah ketika berdakwah menceritakan sesuatu kepada sahabat-sahabat beliau mereka merasa seolah-olah ada didalamnya apakah itu tentang kesalahn atau kebenran(neraka&surga) ayat & hadits adalah cahaya yang membawa ketenangan jiwa(nur) yang terjadi sekarang malah menjadi nar, perdebatan.,permusuhan.pertanyaan dimanakah letak kekeliruan semua ini ? nash dalil ataukah yang menggunakan dalil ? semua golongan, kelompok mengaku ahlu sunnah wal jamaa’ah mereka tidak rela dikatakan bukan ahlussunnah.sedangkan maksud rasulullah tentang ahlus sunnah wal jama’ah belum sempurna kita jalani. rasulullah SAW adalah makhluk Allah yang paling benar dan maksum, akan tetapi beliau tetap meminta ampun, seolah-olah beliau bersalah, tapi itulah teladan bagi umat supaya mau menggali maksud semua ini. bukan saling menyalahkan….kalian semua punya dalil & nash. lana ‘a’maluna lakum a’malukum. berdirilah ditengah dengan bijaksana dengan penuh adab seperti rasulullah SAW contohkan..galilah kebijaksanaan rasulullah SAW smpai kalian menjadi orang yang adil dan bijaksana..akhirnya kita kembali dengan ketawadhuan hati kita. maka yang benar berdakwah karena Allah dan rasull-Nya bukan karena yang lainnya akan selalu istiqomah dan yang bathil baik cara dalam dakwahnya akan terhenti dikarenakan bukan karena Allah dan Rasul-Nya. bukankah fitnah dajjal dan prilaku dajjal adalah mengaku dirinya paling benar (bermata satu) maka saya pribadi dan kalian semua berlindung kpd Allah dari fitnah dajjal. bersitigfar dan bershalawat karena itulah yang sekarang dan selamanya yang hati dan jasmani kita lakukan agar dpat mencapai taqwa. tafakkurlah dan berbuatlah kita untuk dapat pengakuan orang yang benar dihadirat Allah SWT dan Rasul-Nya bukan dihadapan manusia.letakkan nafsu kita sesudah Allah dan Rasul-Nya bukan sebaliknya.
wassalamu’alaikum Wr.Wb

Waalaikumussalam warahmatullah
Maaf saja tapi menurut kami anda belum bisa berkomentar seenaknya dan menasehati dengan nasehat yang menurut anda paling bijaksana sebelum anda mengetahui alasan mereka yang mengkritisi perayaan maulid dan apa jawaban mereka terhadap mereka yang membolehkannya.
Lagipula mana bukti kecintaan anda kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam pada ucapan anda di atas. Anda menyebutkan nama ‘Rasulullah’ dan anda sekalipun tidak pernah bershalawat kepada beliau kecuali dengan singkatan, bukankah shalawat itu doa untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam? Kenapa anda begitu pelit kepada beliau sampai doa untuk beliaupun anda singkat sehingga menjadi bukan doa (SAW).

Sumber : Komentar Di Tulisan http://al-atsariyyah.com/studi-kritis-perayaan-maulid-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam.html

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: