Antara Sunnah dan Bid'ah, Aqidah, Manhaj, Nasehat

Muslim Korup vs Non Muslim Tidak Korup

Di Facebook Ada Yang Bilang “Ahok Itu Lebih ‘Islami’ dari pada habib2 dan anggota partai islam yang munafik tapi korup. “

Tanggapan :

Ini adalah musibah akibat berbicara atas nama Allah Ta’ala tanpa ilmu.

bacalah firman Allah : (artinya) “wahai orang2 yg beriman janganlah kalian mengambil musuhKu dan musuh kalian sebagai wali -(yg diberikan loyalitas)”.

Sekorup-korupnya orang muslim masih berjuta kali lipat lebih baik dibanding manusia paling jujur tapi mengatakan Allah Punya Anak atau Allah salah satu dari tiga (trinitas). Allah akan mengampuni semua dosa -jika Ia mau- tapi sudah tetap dengan keputusanNya bahwa kesyrikan tidak akan pernah diampuni jika pelakunya meninggal sebelum bertaubat.

Bukankaah kita telah membaca Firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an : (artinya) “Sesungguhnya Allah Tidak Mengampuni Dosaa Kesyirikan dan Mengampuni Dosa Selain Kesyirikan.”

Kezhaliman para pelaku kesyirikan itu jauh lebih besar dari kezhaliman para koruptor tersebut. Bukankah Allah Ta’ala berfirman : (artinya) “Sesungguhnya Kesyirikan Itu Adalah KEZHALIMAN YANG SANGAT BESAR”

Dosa Korupsi Jika Mau Dibandingkan Dengan Dosa Kesyrikan/Kekafiran Itu seperti membandingkan air setetes dengan seluruh air di bumi. atau sebutir pasir dengan seluruh pasir dibumi.

Bagaimana kalian mau membandingkan bahkan mengatakan orang kafir lebih ‘islami’ dari seorang muslim padahal bukankah Allah Ta’ala telah berfirman: “apakah akan Kami samakan orang-orang muslim dengan orang-orang mujrim (kafir). Bagaimana caranya kalian ini membuat hukum (aturan)”

Bagaiman bisa dibandingkan seorang muslim yang kata Nabi -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam“iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.” Nabi hanya mengatakan berkurang tapi tidak hilang sama sekali.

Allah Ta’ala berfirman : (artinya) “sesungguhnya orang2 kafir dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nashara) dan Orang Musyrik Di Dalam Neraka Jahannam Kekal di dalamnya. MEREKA ADALAH SEJELEK-JELEK MAKHLUQ”

Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang org Nashara Yang Suka menjadikan Kuburan Nabi dan Ulama mereka sebagai tempat ibadah : “MEREKA ADALAH SEBURUK-BURUJ MAKHLUQ”.

Bagaimana mungkin Ahok -yg tdk melakukan satupun rukun islam- dikatakan lebih ‘islami’ dari mereka2 yang mendirikan shalat, melakukan puasa, mengeluarkan zakat, menunaikan haji, dan yang terpenting mengucapkan dua kalimat syahadat. Heran… 

Ahok hanya tidak melakukan korupsi -kalaupun benar- tapi meninggalkan seluruh rukun islam dikatan lebih ‘islami’ dibanding mereka yang melakukan seluruh rukun islam -walaupun korupsi-. benar2 timbangan sudah terbalik. Timbangan ‘islami’ bukan lagi rukun islam tapi tidak korup, ataukah ada islam lain yang rukunnya -tidak melakukan korupsi-

Kemudian perkataan ‘munafik’ saya ingatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “barangsiapa yang berkata kepada saudaranya -muslim- ‘hai kafir’ maka kata2 tersebut harus kena salah satunya”

kalau benar demikian maka tdk masalah tapi klo tidak maka kata2 tersebut akan kembali kepadanya. Ucapan ‘munafik’ maka itu bisa menunjukkan maksud pengkafiran sebab Allah menegaskan bahwa tempatnya orang munafik itu di kerak neraka terdalam. Mungkin sipengucap tidak memaksudkan kekafiran -dan inilah yang saya yakini- tapi hendaknya kita berhati-hati dengan kata2 yang kuta ucapkan sebab kadang konsekuensinya besar.

Begitu banyak dalam Al-Qur’an yang menunjukkan kejelakan dan laknat Allah Ta’ala kepada orang-orang Kafir dan kondisi mereka di dunia terlebih di akhirat. Lantas bagaimana mungkin dibandingkan dengan seorang muslim. Ataukah ini terjadi karena kita lebih banyak membuka dan membaca KORAN di banding membuka dan membaca al-QUR’AN. Kalau demikian halnya bagaimana mungkin kita mencela mereka yang melakukan maksiat sementara ternyata kita sendiri lalai dari kitab ALLAH.

Allah Ta’ala berfirman -tentang syarat turunya berkah- : “Jika Seandainya Penduduk Negeri Itu Beriman dan Bertaqwa”

Orang Muslim Yg Korup Itu Masih Memilik Iman walaupun Iman nya Kecil dan Sedikit. Tapi orang Kafir jelas tidak ada keimanan maka tak satupun syarat yang dipenuhi.

Tambahan : .oh ya satu lagi… Buat Yang Lain Jangan Cuma Mencela Tapi Doakan Semoga ALLAH memberi Bapak Ahok Hidayah Untuk Memeluk Agama Islam… Aamin… Sebab tidak ada yang tahu -kecuali Allah- akhir dari seseorang, bisa saja Ahok Menjadi Penghuni Surga -karena Masuk Islam dan diberi Husnul Khothimah- sementara kitalah -yg suka mencaci- yang masuk Neraka sebab kita Suul Khathimah…

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: