Hadits

Penjelasan Ringkas Arbain Nawawy (Bagian 3) : Seputar Penggunaan Hadits Lemah

🍂BismiLLAH..

🔖📙Syarah Ringkas Arba’in An-nawawy (Bagian 3)

📜Keterangan tambahan:

🔹Ucapan beliau yang berbunyi:

((” وقد اتفق العلماء على جواز العمل بالحديث الضعيف في فضائل الأعمال.”))

☝🏻”Para ulama bersepakat tentang bolehnya beramal dengan hadits dhaif dalam fadhail a’mal (keutamaan amalan)”

↘Perlu ditinjau ulang, dan tidak berlaku mutlak. Karena ada beberapa ulama yang berpendapat tidak bolehnya beramal dengan hadits dhaif dalam masalah hukum atau fadhail a’mal (keutamaan amalan).

🍃Muhammad Jamaluddin al-Qashim berkata:

“Hendaknya diketahui bahwasanya madzhab ulama dalam masalah hadits dhaif ini ada tiga pendapat:

1⃣Pertama:
tidak boleh beramal dengannya secara mutlak, baik dalam masalah hukum maupun dalam masalah fadhail a’mal, hal ini sebagaimana yang dihikayatkan dari oleh Ibnu Sayyid an-Naas dalam kitab ‘Uyuun al-Atsar, dari Yahya bin Ma’in, dan ia menisbahkannya dalam Fath al-Mughits kepada Abu Bakar Ibnul Arabiy, dan lahiriyyah madzhab al-Bukhariy dan Muslin juga demikian, hal ini ditunjukkan oleh syarat Imam al-Bukhary dalam kitab Shahihnya dan celaan Imam Muslim terhadap para perawi hasdits dhaif sebagaimana yang telah berlalu, dan keengganan kedua imam ini meriwayatkannya dalam kedua kittab Shahih mereka sedikitpun.

💫Dan ini juga merupakan madzhab Ibnu Hazm –rahimahullah- tatkala beliau berkomentar dalam kitabnya al-Milal wa an-Nihal:

🌱”…hal ini diucapkan oleh sebagian kaum muslimin, dan tidak halal menurut kami berpendapat, membenarkan atau mengambil darinya sedikitpun.”

📚(Qawaidh at-Tahdits, hal. 113)

💐 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- berkata:

“Tidaklah Imam Ahmad dan yang semisalnya dari kalangan para imam bersandar pada hadit-hadits seperti ini dalam syariat, dan barangsiapa yang menukil dari Imam Ahmad bahwasanya beliau berhujjah dengan hadits dhaif yang bukan merupakan hadits Shahih dan bukan pula hadits Hasan, maka sungguh ia telah keliru atasnya…”

📚(Al-Qaidah al-Jalilalah fi at-Tawassul wa al-Washilah, halaman. 84)

🌿Adapun ucapan yang sering dinukil dari Abdurahman bin Mahdi dan Abdullah bin al-Mubarak:

🔻”Jika kami meriwayatkan dalam masalah halal dan haram maka kami memperketat , dan jika kami meriwayatkan dalam masalah fadhail dan yang semisalnya, maka kami akan memperlonggar/toleran”🔺

🌿 Syaikh Ahmad Syakir –rahimahullah- berkata:

“Yang mereka inginkan dengannya menurut pendapat yang kuat –wallahu a’lam-, memperlonggar/toleran itu dalam mengambil hadits Hasan yang tidak sampai pada derajat Shahih, karena ishtilah dalam membedakan antara hadits Shahih dan hadits Hasan belum baku dan jelas di zaman mereka, bahkan kebanyakan ulama terdahulu tidak menyifati sebuah hadits kecuali dengan Shahih atau Dhaif saja.”

📚(Al-Ba’its al-Hatsits, hal. 101)

📋Kesimpulan:🌠

Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama tentang beramal dengan hadits Dhaif, sehingga nukilan kesepakatan yang disebutkan oleh al-Imam an-Nawawy –rahimahullah- perlu ditinjau ulang dan tidak berlaku mutlak.

Wallahu a’lam.

__________________________

🎆 BERSAMBUNG INSYA ALLAH …..

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚Sumber bacaan:

🔹🔹1. Syarah Ibnu Daqiiq al-‘Ied

🔹🔹2. Qawaidh wa Fawaidh min al-Arba’in an-Nawawiyyah karya Nadzim Muhammad Sulthan

🔹🔹3. Al-Minhah ar-Rabbaniyyah fi Syarh al-Arba’in an-Nawiyyah, karya al-‘Allaamah Dr. Shalih al-Fauzaan.

📚 Al Ustadz Abu Zakariyya Muhamad Tamrin At-tawawy Lc -hafizhahullah-

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: