Nasehat

Balada Para Pencela-Mencela Saudi Mengumpat Negeri Sendiri : Untukmu Wahai Para Pencaci Negeri Saudi


Saudaraku yang baik… aku tidak tahu apakah suratku yang pertama sudah engkau baca ataukah belum. Semoga engkau sudah membacanya dan bisa menjadi bahan renungan untuk anda semuanya. Kini aku menulis tulisan ini kembali, karena aku melihat pada sebagian orang tulisanku yang pertama tidak memberi bekas yang berarti.

Saudaraku yang baik…, semoga tulisan ini bisa memberi kita pelajaran dan melembutkan hati hati kita.

Berita tentang saudi seakan tidak ada habisnya. Hanya saja berita berita yang banyak muncul hanyalah yang jelek jelek saja. Bahkan ketika Musibah Crane dan Mina terjadi di Negeri Haramain, cacian dan makian pun bermunculan dari orang orang yang seakan menafikan usaha besar dari pemerintah Saudi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para Jama’ah Haji. Bahkan cibiran cibiran tersebut bahkan kadang sudah seperti menggugat Taqdir Allah padahal bukankah Nabi sudah mengingatkan kita kalau Musibah sudah menimpah, jangab ada satupun lisan kita yang berucapa seandainya.

Di negeri ini pun, media media terus menerus menyorot berbagai kasus yang menimpa TKI di negeri Haramain, biasanya dimotori oleh media media liberal semisal Metro TV maupun corong Syiah semisal merdeka.com. Bahkan berita soal TKW dari negeri lain -yang belum tentu benar- pun diterjemahkan, hanya dengan tujuan memperburuk citra negeri Kerajaan Saudi Arabia. Pun para pendengki menyantap berita itu bahkan tanpa membaca isinya. Hanya sekedar melihat judul, umpatan dan cacian mengucur deras. Yang mencoba menengahi langsung mendapat julukan ‘jongos arab’ atau ‘kacung arab’ atau ‘antek arab’ dan berbagai tuduhan keji lainnya.

Kemudian saudaraku pembaca yang baik, tulisan ini bukan bermaksud membela Kerajaan Saudi dengan membabi buta sebagaimana cacian para pencaci yang membabi buta. Pun tulisan ini hanyalah ditulis oleh seorang pegawai kecil dan rendahan yang tidak pernah makan uang dari orang Saudi, atau dapat dana sesenpun dari pemerintah saudi, kalau yang semisal ini di sebut sebagai Jongos, Antek atau Kacung Saudi maka silahkan saja.

Bukan membela membabi buta, sebab di negeri manapun, suku manapun, bangsa manapun yang namanya orang fasik, jahat, bajingan dan bejad itu pasti ada. Yang namanya maling, preman di negara manapun itu pasti ada. Apakah karena ulah dan perbuatan satu, dua, puluhan, ratusan atau bahkan ribuan oknum lantas kemudian kita bisa dan boleh mencela san mencaci secara mutlak satu negeri dan satu suku. Karena satu atau bahkan ratusan dan ribuan orang arab yang melakukan kezhaliman kemudian kita boleh mencela, mencaci dan memukul rata seluruh suku arab dan satu bangsa arab demikian keadaannya.

Pun di negeri ini, negeri yang katanya menganut adat ketimuran -apapun makna dan maksudnya- nyaris tiap hari berita pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, korupsi, perampokan, begal, perzinahan dan berbagai bentuk kejahatan itu akrab dengan telinga dan mata kita. Apakah karena ulah sebagian orang jahat di negeri ini maka lantas seseorang boleh mengatakan kalau bangsa indonesia atau suku Jawa, bugis dan lainnya itu koruptor, maling, pemerkosa, pezina, pemabuk, penjudi dan lainnya. Saya yakin tak satupun di antara kita rela dijuluki dengan julukan seperti itu. Lantas bagaimana kita membolehkan diri kita mencaci negeri orang lain secara mutlak dan mengharamkan hal itu untuk diri kita. Betapa aneh dan egoisnya kita.

Saudarku yang baik…
Apakah ketika kita mencela negeri Saudi karena adanya oknum yang melakukan kezhaliman, kita tidak sadar kalau kezhaliman yang sama terjadi juga di negeri kita bahkan lebih hebat dan lebih beragam bentuknya…?
Apakah ketika mencela Saudi -secara membabi buta- karena ada warganya yang menganiaya pembantunya, peristiwa penganiayaan tidak terjadi di negeri kita…?
Betapa banyak di antara kita teriak teriak protes soal hukuman Qishash tapi di saat yang sama banyak yang menyerukan hukuman mati untuk para koruptor.
Ketika teriak teriak soal mencela Saudi sebagai antek Amerika dan lain sebagainya, padahal mereka hanya melakukan muamalah yang dibolehkan, padahal kita, keseharian kita tak pernah lepas dari muamalah dengan orang kafir, Facebook, Twitter, Path, Instagram, Smartphone, Laptop semuanya adalah produk dan milik orang kafir. Betapa anehnya kita…

Bahkan berita yang memojokkan negeri Saudi pun bahkan dikomentari orang dari berbagai bentuknya, ada yang bahkan membawa bawa agama.

Jika kalian adalah orang muslim maka sadarkah kalian bahwa ketika kalian mencela dan mengumpat dengan memutlakkan orang arab maka kalian sudah mencela suku dan bangsa serta kabilah Nabi kalian yang merupakan kabilah dan suku termulia. Bukankah di sana ada kabilah bani hasyim yang merupakan nasab termulia. Relakah kalian  ada orang yang mencela nasab kalian, suku kalian hanya karena ulah sebagian orang/oknum…? Saya yakin kalian tidak akan rela, maka bagaimana bisa kalian melakukannya ke negeri orang lain, suku orang lain yang bahkan itu adalah negeri dan sukunya Nabi kalian.

Jika kalian orang Nashara, -sebenarnya saya tidak punya urusan dengan kalian- tapi biarkan saya mengajukan beberapa pertanyaan :
1. Apa urusannya kalian dengan berita negeri Saudi, kenapa kalian tidak mengurusi agama kalian sendiri.
2. Kalian yang mencela orang Arab secara mutlak  berarti kalian telah mencela dan mencaci keturunan dari saudara nenek moyang Nabi nabi kalian. Bukankah kalian pun faham kalau orang Arab adalah keturunan Nabi Ismail, saudaranya Nabi Ishaq yang juga adalah pamannya Nabi Israil (Ya’qub).
3. Kalian yang keseleo lidah membawa bawa agama, -bahkan ada yang berkomentar kalau agama islam membolehkan kezhaliman tersebut- biarkan saya mengingatkan kalian akan beberapa hal berikut :
– New York adalah kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi, apakah agama mayoritas penduduknya…?
– Apakah agama orang orang yang melakukan genocide suku Indian di Amerika, Abirigin di Australia, Yang menjatuhkan bom Di Horoshima dan Nagasaki.
– Apakah Agama bangsa yang melakukan perbudakan tak kenal ampun di Benua Afrika…?
– Apakah Agama Bangsa yang melakukan pembunuhan dan pengusiran orang islam di Angola…?
Terlalu panjang daftarnya kalau mau disusun.

Wahai saudaraku yang baik…
Mereka mereka yang berangkat menjadi TKI di negeri haramain pun sudah mendengar berita berita jelek tentang negeri Saudi, bahkan mereka mungkin sudah membayangkan akan hal itu tapi bersamaan dengan itu mereka tetap berangka ke sana mempertaruhkan hidupnya. Pertanyaannya jika demikian keadaan negeri -menurut berita yang mereka baca dan dengar- yang mereka tuju kira kira bagaimanakah keadaan penduduk negeri yang mereka tinggalkan…? Harusnya kita merenung, mereka berangkat ke sana dengan berbagai reziko yang ada itu karena kurangnya perhatian kita, kurangnya rasa sosial kita, kikirnya kita mengeluarkan sedeqah, zakat dan lain sebagainya, lantas bagaimana mungkin kita bisa mencela sebuah negeri dalam keadaan kita tidaklah lebih baik dari mereka. Mereka rela meninggalkan Negeri ini menuju negeri yang kata kalian mengerikan penduduknya. Jika demikian halnya apakah negeri yang mereka tinggalkan lebih baik dari negeri yeng mereka tuju. Semoga kalian faham dengan perumpamaan yang berulang ini. Sebab sungguh aku tidak tahu bagaimana caranya memahamkan kalian kecuali dengan mengulang ulang.

Sekali lagi di negeri ini kejahatan merajalela, berita begal, rampok, korupsi, pemerkosaan, pembunuhan saban hari kita baca dan kita dengar, rapi ternyata kita begitu  cerdas mengkritisi negeri orang lain, mata kita sangat tajam melihat kesalahan orang lain, telinga kita begitu peka menyikmak berita berita yang menyudutkan negeri lain, sementara mata kita tertutup dari kesalahan kita dan kekurangan negeri kita sendiri. Bersamaan dengan itu negeri yang kita cela ternyata begitu baiknya pada kita. Cobalah sesekali tanyalah mbah google bantuan saudi untuk Aceh atau bantuan saudi untuk indonesia. Atau silahkan baca di sini http://www.seindahsunnah.com/akhirnya-terungkap-sudah-bantuan-saudi-untuk-rakyat-aceh/

Pun tentang pembantu, berita berita soal penganiayaan majikan majikan di Indonesia bukan lagi sebuah rahasia, juga tentang bencana dan musibah bukanlah sebuah cerita omong kosong.

Pun dengan para pejuang HAM, ketika seorang TKI hendak dijatuhi hukuman Qishash mereka teriak-teriak, ketika pemerintah mengatakan bahwa ‘kita tidak bisa mengintervensi hukum di negeri orang lain’ mereka (para pejuang HAM) menyerang pemerintah. Tapi ketika pemerintah Australia menekan Indonesia soal Scapel Leigh Corby (kalau salah tulis dibenarkan ya..!) mereka teriak teriak juga agar Australia jangan mengintervensi hukum di Indonesia. Luar Biasa, mereka boleh mengintervensi hukum di negeri orang tapi tidak boleh diintervensi. Tabiat nan egois, megalomania atau mungkin Banci.

Mungkin bagi sebagian pembaca, tulisan ini hanyalah pembelaan membabi buta dari seorang jongos, kacung, antek Arab, saya hanya bisa berdoa semoga Allah melembutkan hati hati kita semua san hisa bersikap lebih obyektif dan bukan di dorong kedengkian. Sekali lagi tulisan ini hanya untuk membuka mata kita dan membuka pikiran kita agar jangan sampai kita mencela satu negeri, satu suku secara mutlak, sapu rata dan membabi buta hanya karena ulah sebagian penduduk negeri tersebut. Sebab saya yakin kitapun tidak rela orang lain mencap kita secara sapu rata dan membabi buta sebagai bangsa koruptor, bangsa maling, bangsa begal, bangsa pemerkosa dan lainnya.

Jika kita melakukannya maka sama saja kita mencelah diri kita sendiri. Telunjuk kita mengarah ke Negeri Saudi dengan cacian dan celaan sedang 3 Jari kita mengarah ke arah kita sendiri.
Atau seperti kata pepatah, bertepuk air di dulan terpercik muka sendiri.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: