Biografi

Tukang Sapu Mesjid Nabawi, Seorang Menteri dan Kitab Matan Abu Syuja

 

Namanya Syaikh Ahmad atau Tuan Ahmad.

(Ah, sudah pasti engkau takkan mengenalnya dengan nama itu…

Berapa banyak manusia bernama Ahmad di jagat dunia ini…)

Dilahirkan di kota Bashrah, tahun 433 H.

 

Sejak semula, ia tumbuh sebagai pecinta ilmu. Takdir Allah lalu mengantarnya menjadi seorang menteri. Bukan menteri biasa. Seorang ulama yang menjadi menteri.

 

Ia takkan keluar dari rumahnya hingga ia menyelesaikan shalat dan bacaan al-Qur’annya. Tak pernah gentar jiwanya

menegakkan apa yang harus ditegakkan.

 

Ia punya 10 orang staf yang bertugas membagikan sedekah. Setiap petugas bertugas membagikan 120.000 dinar!

Maka orang-orang miskin dan papa

merasakan benar kebaikan Tuan Ahmad ini.

 

Namun yang menakjubkan, dengan semua jabatan dan kekayaan itu, Tuan Ahmad ini lebih memilih untuk hidup zuhud.

 

Selama 40 tahun lamanya, Di Bashrah, ia membaktikan diri mengajarkan ilmunya.

Hingga kemudian, ia memutuskan

untuk pindah ke Kota Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Di kota mulia itu, ia melatih dirinya dalam kerendahan jiwa. Dari seorang menteri yang terhormat,  Ia menyapu Masjid Nabawi, merapikan karpet-karpet untuk jamaahnya, dan menyalakan lampu pelita saat gelap menjelang.

 

Hingga akhirnya, ketika salah seorang petugas resmi kebersihan Masjid mulia itu wafat, Tuan Ahmad ini menggantikan posisinya. Ia menjalani hari-harinya dengan penuh bahagia, berkhidmat pada Masjid Rasulullah itu hingga ajal menjemputnya pada tahun 593 H.

 

Tuan Ahmad meninggal dunia di usia 160 tahun! Tapi sepanjang hidupnya,

Tak satu pun anggota tubuhnya yang sakit.

Semuanya sehat belaka.

Ketika ditanya: “Apa rahasianya?”

Ia menjawab: “Aku tak pernah menggunakan satu pun anggota tubuhku untuk bermaksiat kepada Allah. Maka sebab kami menjaganya di waktu muda, Allah pun menjaganya di saat kami telah tua.”

 

Jika engkau ingin tahu siapa “Tuan Ahmad” ini,

Maka nama lengkapnya adalah:

Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Ashfahany al-‘Abbadany al-Syafi’i.

Tapi sejarah Islam lebih sering menyebutnya sebagai:

Al-Qadhi Abu Syuja’.

 

Penulis salah satu “matan fiqih” paling populer dalam Madzhab Syafi’i:

“Matn al-Ghayah wa al-Taqrib”,

Atau yang lebih kau kenal sebagai: “Matan Abi Syuja’”.

 

Sudah punya bukunya?

Bacalah, pelajarilah buku hebat itu.

Karena penulisnya adalah Tuan Ahmad yang luar biasa ini.

Semoga Allah merahmatimu, Tuan Ahmad…

 

Makassar, 20 Muharram 1437 H

 

Al Ustadz Muhajir bin Jamaluddin -hafizhahullah-

 

Download di sini Pembahasan Kitab Matan Abu Syuja Oleh al Ustadz Dzulqarnain bin M. Sunusi al Makassari -hafizhahullah.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: