Muslimah/Keluarga, Nasehat, Uncategorized

Mendidik Anak Dalam Bingkai Sunnah Nabawy

๐Ÿ’ฆ *Panduan Sunnah Dalam Mendidik Generasi Penerus*

_Ringkasan Materi Tabligh Akbar yang diadakan di Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar._

*_Materi di bawakan oleh asy Syaikh Ahmad bin Ahmad Syamlan (Pemimpin Ma’had Daarul Hadits Roda, Yaman)_*
Dalam Sunnah terdapat Ketenangan, Keselamatan di Dunia maupun Akhirat.

Dengan meninggalkan Sunnah Nabi terdapat Kerusakan Dunia, Agama dan Akhirat
Keselamatan Generasi Bersama Al Qur’an dan Sunnah.
Perhatikan Nasehat Luqman kepada anak2nya.

1. Yang pertama adalah beliau melarang dari kesyirikan dan pada bagian akhirnya melarang anaknya akan kesombongan (menolak kebenaran dan meremehkan manusia)

2. Beliau juga mengingatkan akan kebesaran dan keluasan ilmu Allah.

3. Beliau memerintahkan anaknya menegakkan Shalat yang dia adalah tiangnya agama.

Dan lihatlah bagaimana Rasulullah menasehati Abdullah Ibnu Abbas -yang masih kecil-, beliau mengingatkan dan menasehati Ibnu Abbas untuk tegak di atas Tauhid agar tidak meminta tolong dan memohon kecuali kepada Allah. Agar Ibnu Abbas menjaga Tauhid dan keikhlasan kepada Allah, sebab dengan itu Allah akan menjagamu.

ุนุจู’ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนูŽุจู‘ุงุณู -ุฑูŽุถููŠ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ุง- ู‚ุงู„ูŽ: ูƒูู†ู’ุชู ุฎูŽู„ู’ููŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ -ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ- ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ูŠูŽุง ุบูู„ุงูŽู…ูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุนูŽู„ูู‘ู…ููƒูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูุ› ุงุญู’ููŽุธู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุญู’ููŽุธู’ูƒูŽุŒ ุงุญู’ููŽุธู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุฌูุฏู’ู‡ู ุชูุฌูŽุงู‡ูŽูƒูŽุŒ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูŽ ููŽุงุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽุนูŽู†ู’ุชูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูู†ู’ ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุฃูู…ูŽู‘ุฉูŽ ู„ูŽูˆู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ููŽุนููˆูƒูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ููŽุนููˆูƒูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูƒูŽุŒ ูˆูŽุฅูู†ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุถูุฑูู‘ูˆูƒูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑูู‘ูˆูƒูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ุฑูููุนูŽุชู ุงู„ุฃูŽู‚ู’ู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฌูŽููŽู‘ุชู ุงู„ุตูู‘ุญููู))

Abdullah bin โ€˜Abbas โ€“radhiyallahu โ€˜anhumaโ€“ menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam. Beliau bersabda, โ€œNak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.โ€ [al Imam at Tirmidzi dalam as Sunan no. 2516, Imam Ahmad bin Hambal di dalam kitab Al Musnad: 1/307]

Musibah-musibah yang menimpa kita adalah disebabkan karena berbagai Dosa yang dilakukan oleh manusia, dan yang terbesarnya adalah Dosa Kesyirikan. Maka jika kita menghendaki negeri yang tenang dan penuh Rahmat di masa mendatang, maka ajarkanlah anak-anakmu untuk bertauhid dan menegakkan Shalat.

Dan yang terpenting adalah agar engkau memulai dari dirimu sendiri, engkau tegakkan Tauhid, engkau tegakkan Shalat, engkau berakhlak dengan akhlaq mulia, sebab orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya.

Jika engkau menghendaki anak anakmu terjaga serta berada di atas kebahagiaan yang berketerusan maka Ajarkan lah Tauhid dan Sunnah, kemudian ajarkan untuk menjaga Shalat karena Shalat adalah penghubung seorang Hamba dengan Allah.

*Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :*

ู…ูุฑููˆุง ุฃููˆู’ู„ุงูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุนูŽุดู’ุฑูุŒ ูˆูŽููŽุฑู‘ูู‚ููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู…ูŽุถูŽุงุฌูุนู

โ€œPerintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.โ€ (HR. Ahmad dan dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jamiโ€™ Ash-Shaghir no. 5744: โ€œHadits ini hasan.โ€)

Ajarkanlah anak-anakmu sedini mungkin menggunakan pakaian yang syar’i, yang menutup auratnya secara sempurna, dimana pakaian tersebut luas dan tidak sempit, tebal dan tidak tipis, menutup seluruh badannya dan bukan hijab yang merupakan perhiasan – yang bisa menarik lelaki untuk melihatnya- dan tidak juga mengandung wewangian dan tidak menebarkan aroma yang semerbak.

Wahai orang tua – terkhusus untukmu wahai para ibu persiapkanlah dirimu sebab engkau adalah madrasah pertama bagi sang anak.

Sunnah menekankan kita untuk mendidik dengan didikan ilmu agama. Menuntun kita untuk mengajarkan Tauhid, Shalat, melarang mereka dari berbagai hal yang bisa merusaknya, sunnah menuntun kita mengajari mereka agar tidak berikhthilath (campur baur).

*Perhatikanlah* bagaimana Nabi memerintahkan memisahkan dua saudara ketika mereka menginjak usia 10 tahun -usia di mana umumnya sudah mumayyiz- jika antara dua saudara saja Rasulullah menyuruh memisahkan, maka bagaimana kiranya dengan mereka mereka yang bukan mahram.
*_…Antara Wanita dan Pisang…_*
Jika kita melihat pisang atau lengkeng di tengah pasar dan dijual tanpa kulit maka tidak akan menarik minat orang lain dan kehilangan nilai bahkan akan rusak dengan cepatnya, maka demikianlah permisalan bagi wanita. Jika wanita lepas hijabnya maka rusaklah dia sebagaimana buah jika dijual tanpa kulit akan kehilangan nilai.
*_…Perhatian Ulama Salaf Pada Pendidikan Anak anak…_*

*Al Imam Ahmad* dulu dibawa oleh ibunya dalam keadaan masih kecil di bawa oleh ibunya ikut shalat Subuh.

*Abu Ashiim adh Dhahhak* -guru Imam Bukhari- beliau mengajari 3000 murid yang beliau ajarkan Al Kitab serta Sunnah Nabi. Dan beliau menunggangi keledainya berkeliling

*Sulaiman bin Mihram Al A’masy* ketika beliau sedang mengajari anak anak kecil didatangi oleh seorang dan berkata kepadanya “apakah engkau mengajatlri anak kecil sedang engkau adalah Al A’masy, seorang ulama besar”
Maka beliau berkata : ,”Wahai orang dungu, diamlah, sesungguhnya anak anak ini akan menjadi penjaga agamamu di masa yang akan datang.”
Demikianlah para Ulama salaf sangat perhatian dalam mengajari anak anak tentang Tauhid, Shalat, Akhlaq dan juga Bahasa Arab sebab ia adalah Bahasa Rasulullah dan bahkan ia adalah Bahasa Al Qur’an.
======================
*Asy Syaikh Ahmad bin Ahmad Syamlan*

_______________________
_Diringkas oleh Abu Shafiyyah Fahruddin Al Marusi Al Bughisy_
*_Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar, 31 Agustus 2016_*

 

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: