Muslimah/Keluarga, Nasehat, Uncategorized

Ringkasan Nasehat Syaikh Ali Ar Raziihi di BPS Makassar

*Ringkasan Nasehat Asy Syaikh Ali Ahmad Hasan ar Raziihi*

*_Mesjid Babus Salam Bumi Permata Sudiang Makassar, 1 Agustus 2016_*

Duduk di majelis dzikir di rumah-rumah Allah mendatangkan ketenangan bagi hati.

Allah berfirman :

(الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [Surat Ar-Ra’d 28]

*Nikmat Yang Sangat Besar Ketika Menegakkan Tauhid*

Keutamaan yang sangat besar bagi sang hamba ketika ia diberi Taufiq untuk meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan Allah, hidup di atas Tauhid dan mati di atas Tauhid. Tidak menyekutukan Allah dengan jin, manusia dan siapapun, bahkan dia hanya menyembah Allah semata. Dan dia beragama/beribadah kepada Allah dengan mentauhidkan Nya semata.

Allah berfirman :

(قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.[Surat Al-An’am 162]

Seluruh hidup, mati dan ibadah hanya kepada Allah, yang jika ia melakukan yang demikian itu (tegak di atas ibadah dengan mentauhidkan Allah) maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga.

Ibadah kepada Allah adalah ni’mat yang terbesar. Dia Shalat hanya untuk Allah, seluruh ibadahnya hanya untuk Allah. Sebab yang demikian itu adalah tujuan asal dari penciptaan kita.

Allah berfirman :

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ)
[Surat Adh-Dhariyat 56 – 58]
Dan Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada Nya semata.

Allah berfirman :

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)
[Surat Al-Baqarah 21]

Beribadahlah kepada Allah semata. Janganlah kalian menjadi menyerupai orang orang kafir, dan janganlah kalian menjadi seperti binatang ternak yang tidak berakal.

*Besarnya Keutamaan Shalat dan Ancaman Bagi Yang Meremehkannya.*

*_Ibadah yang paling utama setelah Tauhid yakni Menegakkan dan menjaga Shalat._*

(حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ)

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.[Surat Al-Baqarah 238]

Wahai kaum muslimin Tegakkan Shalat, Jangan kalian melalaikan, meremehkan dan menelantarkannya sebab ia adalah tiangnya agama.

Shalat adalah ibadah yang sangat agung di mana seorang hamba menundukkan dirinya di hadapan Allah. Maka berdirilah untuk Allah, ruku’lah kepada Allah, bersujudlah hanya kepada Allah. Jagalah waktu shalat tersebut sebab Allah telah menetapkan waktu-waktunya.
Setelah menyebutkan Shalat khauf Allah berfirman :

(فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا)

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.[Surat An-Nisa’ 103]

Shalat adalah ibadah yang sangat agung, maka kerugian dan kecelakaan bagi seseorang yang tertidur atau luput dari Shalat Subuh atau meninggalkan Shalat wajib.

*Hukuman Bagi Yang Meremehkan Shalat*

سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ -رضى الله عنه- قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِمَّا يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ لأَصْحَابِهِ «هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رُؤْيَا» قَالَ فَيَقُصُّ عَلَيْهِ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُصَّ، وَإِنَّهُ قَالَ ذَاتَ غَدَاةٍ «إِنَّهُ أَتَانِى اللَّيْلَةَ آتِيَانِ، وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِى، وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِى انْطَلِقْ. وَإِنِّى انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا، وَإِنَّا أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَا هُوَ يَهْوِى بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ، فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ فَيَتَهَدْهَدُ الْحَجَرُ هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الْحَجَرَ فَيَأْخُذُهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ، فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُولَى. قَالَ قُلْتُ لَهُمَا سُبْحَانَ اللَّهِ مَا هَذَانِ.

Artinya: “Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu berkata: “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering bertanya kepada para shahabatnya: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang bermimpi?”, maka berceritalah yang ingin bercerita (tentang mimpinya). Dan pada suatu pagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tadi malam telah datang kepadaku dua tamu, mereka mengajakku keluar dan berkata kepadaku: “Ayo jalan”, lalu akupun pergi bersama keduanya, lalu kami mendatangi seorang yang lagi berbaring terlentang dan seorang lagi berdiri sambil memegang sebongkah batu, ia melemparkan batu tersebut ke kepalanya (orang yang berbaring terlentang tadi), batu tadi akhirnya memecahkan kepalanya dan batu tersebut menggelinding kesana kemari, lalu ia mengikuti batunya dan mengambilnya, tidaklah ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi sampai kepalanya kembali seperti semula, kemudian ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi dan mengulangi perbuatannya, seperti yang ia lakukan ketika pertama kali. Lalu aku bertanya kepada dua yang membawaku: “Maha suci Allah, Apa yang mereka berdua ini lakukan?”…

Di akhir hadits ini disebutkan:

قُلْتُ لَهُمَا فَإِنِّى قَدْ رَأَيْتُ مُنْذُ اللَّيْلَةِ عَجَبًا ، فَمَا هَذَا الَّذِى رَأَيْتُ قَالَ قَالاَ لِى أَمَا إِنَّا سَنُخْبِرُكَ ، أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالْحَجَرِ ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ الْقُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ ،

“Aku (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata kepada dua orang yang membawaku: “Sungguh malam ini aku telah melihat sesuatu yang sangat menakjubkan, kiranya apakah yang telah aku lihat?”, dua orang ini menjawab: “Sungguh kami akan memberitahukanmu, adapun orang pertama yang engkau datangi, yang kepalanya dipecahkan dengan batu, dialah yang mengambil Al Quran lalu membuangnya dan tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib, …”. HR. Bukhari.

Maka kecelakaan bagi yang lewat atau melalaikan shalat Subuh dan Shalat lainnya.

“Kecelakaan bagi orang yang shalat” yakni mereka yang melalaikan shalat, tidak menjaga waktunya, tidak menjaga rukun rukunnya.

Wahai kaum muslimin dan muslimat. Pujilah Allah dan Jagalah Shalat kalian seluruhnya, jangan kalian melaksanakan satu Shalat dan meninggalkan yang lainnya, sebab Allah menjanjikan Adzab bagi kaum yang demikian itu.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, (Surat Maryam : 59)

Dan neraka tidak bisa ditanggung oleh anak Adam yang lemah. Api yang ada di dunia yang membakar kayu dan laimmya tidak bisa ditanggung oleh manusia padahal api Neraka jauh lebih hebat dari api yang ada di dunia, bahkan api dunia hanya satu bagian dari 70 bagian api Neraka.

*Hukum Meninggalkan Shalat Secara Mutlak*

Adapun mereka yang meninggalkan shalat -secara mutlak- maka ia telah keluar dari Islam, kafir kepada Allah dan beriman serta mengikuti Syaithan.

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani.

Hasunglah diri diri kalian, anak anak kalian, istri istri kalian untuk menegakkan Shalat karena mereka yang meninggalkan shalat telah terjatuh ke dalam kekafiran dan tempat kembalinya adalah neraka sebagaimana dalam firman Allah

(عَنِ الْمُجْرِمِينَ * مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ * قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ)

tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa، “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, [Surat Al-Muddaththir 41 – 43]

Maka orang yg diberi Taufiq adalah yang diberi Taufiq untuk beribadah kepada Allah dalam seluruh keadaan dan seluruh hidupnya. Mereka yang mentaati Allah maka merekalah yang akan bergembira. Sebab manusia di perintahkan untuk beribadah kepada Allah dan dilarang untuk berbuat maksiat kepada Allah. Dan hidup serta umur kita adalah amanah yang akan ditanyakan pada hari kiamat.
*Semua Anggota Tubuh Adalah Amanah dan Akan Menjadi Saksi Amalan Kita*

Lisan kalian adalah amanah, Tangan kalian adalah amanah, semua anggota tubuh kalian adalah amanah, maka beribadahlah kepada Allah dengan seluruh anggota tubuh kalian. Dan Jagalah seluruh anggota tubuh kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah.

Allah berfirman :

(وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Surat Al-Isra’ 36]

Allah berfirman :

(حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

(وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ)

“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”.[Surat Fussilat 20 – 21]

Maka Setiap Anggota tubuh kita akan bersaksi akan Amalan Amalan yang telah kita lakukan

Maka jagalah diri kalian jangan sampai terjatuh ke dalam maksiat kepada Allah yang mereka -seluruh anggota tubuh kita- akan bersaksi melawan kita jika kita menggunakannya untuk bermaksiat.

Bahkan Nabi pernah tertawa kemudian Nabi ditanya sebab beliau tertawa, maka beliau menjelaskan kalau beliau heran/ta’jub menyaksikan bahwa anggota tubuh kalian berbicara dan bersaksi atas perbuatan kalian.

Maka Wahai kaum muslimin, takutlah kalian dari maksiat, dari dosa dosa. Sebab kelak manusia akan mengingkari perbuatan dosanya sementara anggota tubuhnya yang dia pakai bermaksiat akan bersaksi melawannya. Tangannya akan bersaksi, matanya akan bersaksi.

Allah berfirman :

(يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ)

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” [Surat Aal-E-Imran 30]
Allah juga berfirman :

(وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا)
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.[Surat Al-Kahf 49]
*Di Antara Dosa Besar Adalah Keluarnya Wanita Dengan Bertabarruj (Berhias)*

Maka Wahai kaum muslimin, jauhilah maksiat, janganlah kalian terjerumus di dalamnya. Maka di antara dosa dan maksiat yang menyelisihi penghambatan kepada Allah, menyelisihi perintah Allah di antaranya meninggalkan Shalat sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.

Dan juga -di antara dosa adalah- keluarnya wanita muslimah dari rumahnya dalam keadaan auratnya terbuka. Maka wajib bagi wanita untuk menutup seluruh tubuhnya dengan hijab yang syar’i, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Maka wajib bagi wanita -yang hendak keluar rumah-rumah untuk memakai hijab yang menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian yang lebar. Ketika turun perintah berhijab maka istri-istri Nabi dan para shahabiyah ketika mereka keluar bagaikan burung gagak.

Maka wajib bagi Setiap wanita untuk menutupi tubuh tubuh mereka dan mereka tidak berikhthilath dan bersemangat memakai pakaian yang syar’i. Dan Wajib bagi Setiap laki-laki untuk memerintahkan wanita wanita yang di bawah kekuasaan dan pengawasannya untuk mengenakan Hijab Syar’i. Karena sungguh kalian seluruhnya akan ditanya oleh Allah akan perkara ini. Dan wanita adalah fitnah atau ujian yang telah ditetapkan oleh Allah.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.” (HR. Muslim No 2742)

 

Di ringkas oleh Abu Shafiyyah Al Marusi

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: