Fiqih/Tanya Jawab

Belajar Fiqih 1 : Pembagian Air

Pembagian Air
Oleh para ‘Ulama -setelah mencermati dan meneliti penjelasan Al Qur’an dan Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam air diklasifikasikan ke dalam tiga pembagian :
1. Air suci dan mensucikan atau air mutlaq yakni air yang tidak keluar dari asal penciptaannya seperti air hujan, air laut, air sungai, dan lainnya.
2. Air suci tapi tidak mensucikan, ini terbagi dua :
air yang asalnya memang seperti itu -suci tapi tidak mensucikan- seperti air kelapa, air nira, dan lainnya.
– air yang asalnya suci mensucikan tapi berubah hukumnya karena tercampur dzat lain yang suci dan dikuasai oleh dzat tersebut seperti kopi, teh, sirup, dll.
Catatan :
Adapun kalau dzat lain tersebut tidaklah mengalahkan atau mengeluarkannya dari sifat aslinya maka tetap bisa dipakai bersuci. Seperti air yang dituangkan ke atas baskom bekas mengadon tepung sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berwudhu dari baskom bekas adonan roti.
3. Air Najis.
Hal ini juga terbagi dua.
– air yang asalnya memang sudah tidak suci seperti air kencing, madzi, wadhi, dll.
– air yang asalnya suci tapi tercampur Najis dan berubah salah satu sifatnya.
Catatan :
Air yang tercampur Najis tidaklah otomatis berubah menjadi Najis kecuali jika berubah salah satu sifatnya yakni rasa atau bau atau warnanya. Kaidah ini telah disepakati para ‘Ulama.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: