Nasehat

Balada Dunia Pendidikan Indonesia : Hilangnya Rasa Hormat Pada Guru – Nasehat Imam Syafi’i

Balada Dunia Pendidikan Indonesia : Hilangnya Rasa Hormat Pada Guru.

Dari waktu ke waktu dunia pendidikan senantiasa di gegerkan oleh berbagai berita, positif maupun yang negatif. Berbagai kasus menandai perjalanan sejarah pendidikan di negeri ini. Kasus perkelahian dan tawuran, pornografi dan pelecehan seksual dan terakhir pelaporan guru ke polisi seperti yang melibatkan Bapak Raden Rahmat dan baru baru ini seorang guru di Makassar di pukul oleh orang tua siswa.

Kondisi yang sangat memprihatinkan karena Guru yang seharusnya mendapatkan rasa hormat dan penghargaan ternyata mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya. Pun orang tua yang harusnya menjadi partner sang guru dalam mendidik anak justru menjadi musuh dan pihak yang ‘menakutkan’ bagi sang guru. Sifat manja para murid sepertinya sudah menjadi budaya generasi K-POP. Pun hal ini diperparah dengan berbagai sokongan dengan dalih HAM, masih di bawah umur dan lainnya yang membuat anak anak makin ngelunjak dan berani melawan gurunya.

Jika hal ini terus dibiarkan maka bukan tak mungkin kelak akan ada anak yang melaporkan orang tuanya karena memukulnya sebab ia tidak mendirikan Shalat. Padahal Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam perintahkan memukul anak yang sudah berumur 10 tahun tapi belum Shalat. Akankah Komnas HAM atau Komnas Anak akan menggugat sunnah ini.

Bukan mau membandingkan, tapi dulu sewaktu penulis masih bersekolah, senakal apapun sang murid, guru selalu menjadi sosok yang ditakuti dan disegani. Jangankan melapor ke orang tua, kadang rasa sakit karena di hukum itu kami sembunyikan.

Ketika rasa hormat serta wibawa para guru dikebiri maka bisa jadi yang tercipta adalah sikap masa bodoh para guru itu sendiri, sesuatu yang tentunya keluar dari jalan dan kodrat seorang guru. Jika sikap masa bodoh itu muncul maka yang ada adalah pembiaran kesalahan yang terjadi. Sang guru akan berfikir, “yang penting jadwal dan jam mengajariku terpenuhi, kalian mau tahu atau tidak itu bukan urusan saya.” Dan jika ini yang terjadi maka kerusakan dan kehancuran bangsa ini tinggal menunggu waktu.

Dulu para ‘Ulama yang menopang agama ini telah mengajarkan kepada kita bagaimana mereka demikian menghargai seorang guru.
Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata,

مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ

“Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya”.

Diriwayatkan oleh Al–Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan,

تواضعوا لمن تعلمون منه

“ Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Al Imam As Syafi’i berkata,

كنت أصفح الورقة بين يدي مالك صفحًا رفيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها

“Dulu aku membolak balikkan kertas di depan Malik dengan sangat lembut karena segan jangan sampai beliau mendengarnya”

Lihatlah bagaimana kejayaan umat ini sebelumnya di antara penopangnya adalah kesabaran para guru dalam mendidik murid muridnya serta kesabaran para murid dalam menerima perlakuan sang guru. Bahkan ada di antara mereka rela ‘dipukul’ demi mendapatkan satu Hadits dari gurunya.

Al Imam As Syafi Rahimahullah mengatakan,
اصبر على مر من الجفا معلم
فإن رسوب العلم في نفراته
“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhi sang guru”

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: