Nasehat

Datangilah Majelis Ilmu Meskipun Engkau Mungkin Tidak Paham Akan Ilmu yang disampaikan Sebab Keutamaannya Luar Biasa

Datangilah Majelis Ilmu Meskipun Engkau Mungkin Tidak Paham Akan Ilmu yang disampaikan…!!!
Di Antara Syubhat dan Cara Syaithan Menghalangi Manusia Dari Majelis Ilmu
Bisikan : Gak Usah Hadir Gak Bisa Dipahami Juga Penjelasannya Nanti Soalnya Banyak Orang Berdesakan
Tanya :
Bagaimana dengan perkataan percuma atau tidak usah hadi r di Majelis Ilmu karena Kita juga tidak bakalan paham atau dapat ilmu, banyak sekali orang jadinya Berdesakan dan tidak maksimal.
Jawab : Ini adalah Syubhat dan was was dari Syaithan untuk menjauhkan manusia dari Majelis Ilmu.
Perhatikan hadits hadits berikut
1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ،
“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga” [Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid)]
Dalam riwayat yang lain di sebutkan
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan” [Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid)]
Perhatikan hadits di atas, ‘Hanya’ dengan menempuh satu jalan saja -belum dapat ilmunya- baru menempuh jalannya saja Allah sudah janjikan Keutamaan yang luar biasa.
2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda -lanjutan hadits di atas-  :
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ،
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.” [Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid)]
Perhatikan hadits di atas ‘hanya’ dengan duduk duduk di majelis ilmu saja sudah dapat Keutamaan yang luar biasa, di naungi Rahmat, diliputi ketenangan, disebut sebut oleh Allah.
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
لَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ
“Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala memiliki para malaikat khusus yang senantiasa berkeliling mencari di mana adanya majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemukan sebuah majelis yang padanya terdapat dzikir maka mereka pun duduk bersama orang-orang itu dan meliputi mereka satu sama lain dengan sayap-sayapnya sampai-sampai mereka memenuhi jarak antara orang-orang itu dengan langit terendah, kemudian apabila orang-orang itu telah bubar maka mereka pun naik menuju ke atas langit.”
………Hadits ini panjang kemudian pada bagian akhirnya……….
Mereka (Para Malaikat) mengatakan, ‘Mereka meminta ampunan kepada-Mu.’

قَالَ فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا

Maka Allah mengatakan, ‘Sungguh Aku telah mengampuni mereka. Dan Aku telah berikan apa yang mereka minta dan Aku lindungi mereka dari apa yang mereka minta untuk berlindung darinya.’.”

قَالَ فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ

Nabi bersabda, “Para malaikat itu berkata, ‘Wahai Rabbku, di antara mereka ada si fulan, seorang hamba yang telah banyak melakukan dosa, sesungguhnya dia hanya lewat kemudian duduk bersama mereka.’.”

قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Nabi mengatakan, “Maka Allah berfirman, ‘Dan kepadanya juga Aku akan ampuni. Orang-orang itu adalah sebuah kaum yang teman duduk mereka tidak akan binasa.’.”

[HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar, hadits no. 2689, lihat Syarh Muslim [8/284-285] cetakan Dar Ibn al-Haitsam);
Perhatikan baik baik, yang datang bukan untuk menuntut ilmu saja -mungkin mau dagang, nagih hutang, dll- tapi dapat Keutamaan berupa Ampunan juga. Maka bagaimana kira kira dengan yang memang datang untuk menuntut ilmu.
Saya teringat dengan nasehat guru kita Al Ustadz Dzulqarnain setahun atau dua tahun lalu ketika daerah Masyaikh di Baji Rupa beliau menghasung untuk hadir walaupun gak paham Bahasa Arab, kata beliau “minimal kalian dapatkan Keutamaan Majelis Ilmu”.
Kemudian ketika ia datang ia bertemu dengan saudaranya saling mengucapkan salam, saling mendoakan, bukankah itu Keutamaan yang sangat besar Dengan mempererat tali silaturahim dan ukhuwah.
Kemudian yang terakhir, bisa saja karena tekadnya itu Allah Ta’ala justru memudahkan dia untuk mendapatkan ilmu, mungkin tidak seluruhnya ia paham, mungkin ia hanya mendengar satu kalimat tapi satu kalimat itu mendatangkan manfa’at yang luar biasa baginya.
Allahu A’lam

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: