Uncategorized

Obat Keangkuhan dan 3 Perkara Yang Membinasakan

🍃 Nasehat Emas, Obat Keangkuhan 🍃

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَاب اْلمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan: sifat syuhh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya”. [Silsilah Shahihah, no. 1802]

Al-Imam Sufyan ats-Tsauriy -rahimahullahu- berkata:

“إياك وما يفسد عليك عملك فإنما يفسد عليك عملك الرياء، فإن لم يكن رياء فإعجابك بنفسك حتى يخيل إليك أنك أفضل من أخ لك، وعسى أن ﻻ تصيب من العمل مثل الذي يصيب ولعله أن يكون هو أورع منك عما حرم الله وأزكى منك عملا، فإن لم تكن معجبا بنفسك فإياك أن تحب محمدة الناس ومحمدتهم أن تحب أن يكرموك بعملك ويروا لك به شرفا ومنزلة في صدورهم أو حاجة تطلبها إليهم في أمور كثيرة، فإنما تريد بعملك زعمت وجه الدار اﻵخرة ﻻ تريد به غيره فكفى بكثرة ذكر الموت مزهدا في الدنيا ومرغبا في اﻵخرة وكفى بطول اﻷمل قلة خوف وجرأة على المعاصي، وكفى بالحسرة والندامة يوم القيامة لمن كان يعلم وﻻ يعمل.”

Berhati-hatilah engkau terhadap perkara yang bisa merusak amalanmu, sesungguhnya yang akan merusak amalanmu adalah riya, kalau bukan riya, maka merasa ujub terhadap diri sendiri (bisa merusak amalanmu), sehingga dikhayalkan untukmu bahwa dirimu lebih baik daripada saudaramu, bisa jadi amalanmu tidak benar sebagaimana benarnya amalan saudaramu, dan bisa jadi ia lebih wara’ terhadap perkara yang diharamkan oleh Allah dan lebih suci amalannya dibandingkan dirimu.

Jika engkau tidak merasa ujub dengan dirimu, maka berhati-hatilah engkau untuk cinta terhadap pujian manusia dan engkau suka agar mereka memuliakanmu dikarenakan amalanmu, dan mereka menganggapmu mulia dan memiliki kedudukan di hati-hati mereka dikarenakan amalan tersebut, atau karena adanya hajat yang ingin engkau raih dari mereka dalam banyak perkara. Maka jika engkau hanyalah menginginkan negeri akhirat dari amalanmu yang engkau tidak inginkan selain dari itu, cukuplah dengan banyak mengingat kematian membuat(mu) zuhud terhadap dunia dan mengharap akhirat, dan cukuplah dengan angan-angan yang panjang meminimalkan rasa takut (kepada Allah) dan berani berbuat maksiat, dan cukuplah kerugian dan penyesalan pada hari kiamat bagi seoang yang mengetahui (berilmu) namun tidak beramal (mengamalkan ilmu).” (Hilyah al-Auliya: 6/391)

Semoga Allah Ta’aala menyelamatkan kita semua dari penghancur amalan, dan memberikan kemudahan untuk senantiasa ikhlas dalam setiap amalan yang kita lakukan, hanya kepada Allah kita memohon dan berserah diri.

Laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Abu Zakariyya Muhammad Tamrin at-Tawawy
Poltangan, Jakarta Selatan,
3 Muharram 1438/ 4 Oktober 20116

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: