Al Qur'an dan Tafsir

Silsilah Tafsir : Cara Menafsirkan Al Qur’an

📚 *SILSILAH TAFSIR ALQURAN (02)*
🔹🔹🔹

🔰 Cara Menafsirkan Al Qur_an (01)
========

▪ Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rahimahullah_ menyebutkan sumber penafsiran Al-Quran ada empat:
1⃣ Tafsir Alquran dengan Alquran.
2⃣ Tafsir Alquran dengan hadits Nabi _shalallahu ‘alaihi wa sallam_.
3⃣ Tafsir Alquran dengan ucapan para Sahabat.
4⃣ Tafsir Alquran dengan ucapan para Tabi’in.
_______
📙 Muqaddimah Ushul At Tafsir (93)

📎 Tafsir Alquran dengan Alquran.
___,,,,,__
☝🏻 Adalah cara tafsir yang paling utama dan paling agung, karena Alquran adalah Kalamulloh (Firman Allah), maka tentu Allah ta’ala lebih mengetahui maksud dari firman-Nya sehingga penjelasan langsung dari Allah adalah perkara yang paling agung dan penuh dengan kebenaran.
➡ Dan diantara bentuk tafsir Alquran dengan Alquran ini kadang datang dengan konteks urutan ayat secara langsung, seperti firman-Nya:

والسماء والطارق ١
وما أدراك ما الطارق ٢
النجم الثاقب ٣

*_”Demi langit dan demi yang datang dimalam hari (1) Dan apakah engkau tahu apakah yang datang pada malam hari itu?? (2) Itulah bintang yang bersinar tajam (3).”_*
_______
QS. Ath Thariq: 1-3

👆🏻 Allah ta’ala menyebutkan tafsir Ath Thariq dalam kelanjutan ayat secara berurut dan secara langsung.
➡ Diantara bentuk tafsir Alquran dengan Alquran adalah disebutkannya makna ayat tersebut diayat lainnya yang terdapat dalam Alquran.
Contohnya seperti firman Allah ta’ala:

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻠْﺒِﺴُﻮﺍ ﺇﻳﻤَﺎﻧَﻬُﻢ ﺑِﻈُﻠْﻢٍ ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻷَﻣْﻦُ ﻭَﻫُﻢ ﻣُّﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ

*_”Dan orang-orang yang beriman serta tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan kesyirikan maka mereka akan mendapatkan keamanan serta mendapatkan petunjuk.”_*
________
QS. Al An’am: 82

👉🏻Disebutkan dalam Shahihain dari hadits Ibnu Mas’ud _radhiyallahu ‘anhu_ bahwa tatkala ayat ini turun maka sebagian para sahabat merasa berat dan berkata:
_”Wahai Rasulullah, siapakah diantara kami yang tidak pernah mendzalimi dirinya.”_
Maka Beliau bersabda:

ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﻮﻟﻮﻥ، ﻟﻢ ﻳﻠﺒﺴﻮﺍ ﺇﻳﻤﺎﻧﻬﻢ ﺑﻈﻠﻢ : ﺑﺸﺮﻙ، ﺃﻭ ﻟﻢ ﺗﺴﻤﻌﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﻗﻮﻝ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﻻﺑﻨﻪ : ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺇﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ ‏[ ﻟﻘﻤﺎﻥ : 13 ‏]

_”Bukanlah seperti yang kalian katakan tadi, makna “tidak mencampur adukkan dengan kedzaliman” adalah kesyirikan, tidakkah kalian mendengarkan ucapan Lukman kepada anaknya:
*_”Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah (kesyirikan), karena sesungguhnya kesyirikan adalah kedzaliman yang sangat besar.”_*
👆🏻 Dalam keterangan ini menjelaskan bahwa makna kedzaliman dalam surah Al An’am ditafsirkan dengan ayat dalam surah Luqman.
Wallohu a’lam.

>>>> Para ‘ulama salaf sangat memiliki perhatian luar biasa didalam fan (bidang) ini, yaitu menafsirkan Alquran dengan Alquran, dan diantara yang paling terkenal dalam bidang ini adalah Abdurrahman bin Zaid bin Aslam _rahimahullah_.

Wallahu a’lam.

>>>>> Bersambung…

_______________________

🖋Al Ustadz Fauzan Al Kutawy

————————————

📚Silsilah Durus

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: