Aqidah, Manhaj

Ayat Ayat Renungan Buat Muslimin Khususnya Warga Jakarta Seputar Sikap Loyal Terhadap Orang Kafir

 

Ayat ayat Renungan Buat Para Pembela Ahok Dari Kaum Muslimin

Wahai Saudaraku dengarkanlah nasehat, baca, renungkanlah dan tadabburilah ayat ayat Allah Subhanallah Wa Ta’ala berikut ini. Ayat ayat berikut adalah ayat ayat yang Muhkam (Jelas) dan langsung terpahami oleh mereka yang memiliki keimanan dan Akal Sehat. Jika Allah Ta’ala mengecam mereka mereka yang mencari ta’wil (penafsiran) sesuai keinginan pada ayat ayat yang mutasyaabihat (yang memiliki kesamaran) maka bagaimana kira kira dengan mereka yang memutar dan memelintir ayat ayat Allah Ta’ala yang Muhkam dan jelas serta terang benderang.

Di antara dalih yang mereka pakai adalah bahwa negara ini bukanlah negara yang menerapkan aturan Islam. Benar demikian adanya, tapi bukankah Anda seorang Muslim dan bukankah aturan di negeri ini menjamin hak Anda untuk menunaikan ajaran agama Anda. Aturan negeri ini tidaklah melarang Anda melaksanakan ajaran agama Anda. Bahkan jika seandainya negeri ini melarang Anda melaksanakan kewajiban dan ajaran agama kalian maka kewajiban hijrah tegak atas kalian, tapi sekali lagi bukankah yang terjadi adalah sebaliknya, aturan negeri ini menjamin hak keberagamaan kita. Apakah masuk diakal kita ketika ada yang berdalih tidak mau menegakkan Shalat atau menunaikan Zakat dengan alasan bahwa negeri ini bukan negeri yang menegakkan syariat Islam.

Sekali lagi, Perhatikan dan renungkanlah dan ambillah pelajaran. Semoga kita tidaklah termasuk ke dalam orang orang yang berpaling dari ayat ayat dan peringatan Allah Ta’ala.

  1. Di Antara Sifat Orang Beriman adalah mereka yang menjadikan dasar kecintaan dan kebenciannya karena Allah, Rasulullah dan agama Islam.

Allah Ta’ala berfirman :

(لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

[Surat Al-Mujadila 22]

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

() أَوْثَقُ عَرَى اْلِإيْمَانِ الْحُبُّ فَي الله وَالبُغْضُ فِي الله((

“Tali simpul iman yang paling kuat adalah mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh.” (HR. Ahmad 4/486, dihasankan oleh al-Albani dalam ash-Shohihah)

 

  1. Ketegasan Nabi Ibrahim Alaihis salam Menggariskan Permusuhan dengan Kesyirikan dan Pelakunya.

Allah Ta’ala berfirman :

(قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ)

[Surat Al-Mumtahana 4]

Allah Ta’ala mengatakan kalau mereka adalah contoh dan ikutan yang baik, bahkan di ayat lain Allah Ta’ala memerintahkan kita mengikuti Millahnya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.

(وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا)

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. [Surat An-Nisa’ 125]

  1. Larangan Allah Ta’ala untuk Berwala Kepada Kaum Yang Dimurkai

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu berwala’ kepada kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.[Surat Al-Mumtahana 13]

  1. Larangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin/Wali (Orang yang diberikan kecintaan/loyalitas)

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Surat Al-Ma’idah 51]

Tentang Bagaimana Umar bin Khaththab Menafsirkan dan Melaksanakan Ayat ini baca di sini : https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2016/10/02/surat-untuk-teman-ahok-beginilah-umar-bin-khaththab-menafsirkan-surat-al-maidah-ayat-51-yang-dilecehkan-oleh-ahok/

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

[Surat Al-Ma’idah 57]

  1. Sifat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam Bersikap Keras Terhadap Orang Kafir dan Berkemah Lembut Terhadap Orang Muslim

Allah Ta’ala Berfirman :

(مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا)

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [Surat Al-Fath 29]

Nah bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya. Mati matian membela orang Kafir yang melecehkan Al Qur’an, meyakini Allah punya Anak, bahkan mereka (para pembela) itu mencela saudaranya sendiri sesama muslim dan mengarahkan pedang permusuhan nya kepada kaum Muslimin.

Sesungguhnya ini adalah perkara yang sangat menakjubkan.

  1. Berwala Kepada Orang Kafir adalah Tanda Kefasikab dan Berlepas Diri Dari Mereka Adalah Tanda Keimanan.

Allah Ta’ala berfirman:

(وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ)

“Sekiranya mereka beriman ke-pada Alloh, kepada nabi dan ke-pada apa yang diturunkan kepa-danya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Maidah: 81)

Ibnu Taimiyah  berkata tentang ayat ini, “…Ini menunjukkan barangsiapa yang mengangkat me-reka menjadi penolong-penolong, maka dia tidak menunaikan iman yang diwajibkan, yaitu iman ke-pada Alloh, Nabi dan apa yang diturunkan kepada beliau.” (al-Iman: 14)

  1. Orang orang Kafir (Yahudi dan Nashara) Tidak Akan Pernah Ridha Sampai Kita Mengikuti Agama Mereka.

Allah Ta’ala Berfirman :

(وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [Surat Al-Baqarah 120]

Bagaimana mungkin seorang yang mengaku Beriman Tapi ternyata lebih percaya kepada perkataan Orang Kafir (Yahudi dan Nashara) dibanding perkataan Allah Ta’ala bahwa mereka tidak akan pernah Ridha kepada kaum Muslimin, sehingga makar demi makar akan mereka lancarkan untuk menipu kaum Muslimin demi mengeluarkan mereka dari Agama Islam.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ)

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
[Surat Aal-E-Imran 149]

 

  1. Orang orang Kafir Akan Senantiasa Berada di Atas Permusuhan Kepada Kaum Muslimin.

Allah Ta’ala menyebutkannya bahkan didahului dengan bersumpah dengan Al Qur’an.

Allah Ta’ala Berfirman :

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ * بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ)

Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. [Surat Sad 1 – 2]

Baca….!!!

Pikirkan…!!!

Renungkan….!!!

Tadabburi…!!!

 

 

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: