Manhaj, Uncategorized

Menjawab Keheranan dan Keta’juban Ustadz Harman Tajang

=====================================================

“Aku TAKJUB dan HERAN

Aku TAKJUB dengan sebagian orang awwam, shalatnya biasa-biasa, ilmunya belum seberapa, penampilannya belum nyunnah, masih terkadang terjatuh dalam dosa namun, jika agamanya yang disentuh, Rabbnya yang dihinakan, RasulNya yang dilecehkan serta kitabnya yang dinistakan maka, ia bangkit seperti singa yang mengaum..

Sebaliknya…
Aku HERAN dengan orang yang ber’ilmu’, shalatnya luar biasa, sering berada di majelis2 ilmu, penampilannya nyunnah, sangat nampak keshalehan darinya namun, jika agamanya yang disentuh, Rabbnya yang dihinakan, RasulNya yang dilecehkan serta kitabnya yang dinistakan responnya datar-datar aja seakan bukan urusannya, bahkan nyinyir dan nyindir serta mencemooh saudara-saudaranya yang membela agamanya..

Ustadz Harman Tajang, Lc.,M.H.I. ⚡

jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

======================================================================

sfsdhdfjdjrt

” SAYA Juga HERAN”⚡

Akupun HERAN kepada ustadz Harman Tajang Lc.M.H.I. dengan gelar titelnya yang begitu waoo..namun berpemikiran layaknya orang awwam, dan tidak berjalan seperti orang yang berilmu.

Para ulama telah mengharomkan demontrsasi, karena begitu besar mafsadat & mudhorotnya, disamping itu, demonstrasi merupakan produk kuffar (orang-orang kafir) sekaligus buah dari system demokrasi

Wahai ustadz…!

Jangan anda salah faham dengan respon para salafiyyin yang penampilannya nyunnah dan sering hadir dimajlis-majelis ilmu, yang seakan-akan mereka diam ketika agamanya dihinakan, sungguh engkau telah salah faham,

Wahai ustadz…!!!

Sungguh mereka jauh lebih ghiroh terhadap agamanya-insya Allah- dibanding anda ataupun orang-orang awwam, namun mereka menyalurkan kepedulian dan ghirohnya berdasarkan bimbingan Al-Qur’an, As-Sunnah dengan pemahaman para salafus sholeh dan para ulama setelahnya. Mereka berdoa kepada Allah untuk memberi hidayah kepada Ahok atau sekalian membinasaknnya, karena Salafyyin meyakini bahwa ahok terlalu kecil bagi Allah Rabbul Alamin untuk dibinasakan,

Salafiyyun bersabar karena justru dengan kesabaran menjadi sebab Allah menolong ummat-ummat terdahulu, Allah telah menolong bani israil dari kedzoliman fir’aun dan bala tentaranya karena kesabaran mereka (liat tafsir surat al’arof :137),

Salafiyyun menyadari bahwa apa yg menimpa ummat islam disetiap masa dan zaman, itu karena kejahilan dan dampak negatif dari berbagai dosa dan maksiat mereka, sehingga salafyyun fokus dan sibuk untuk memperbaiki masyarakat indonesia yang tentunya itu dimulai dari diri pribadi dan keluarga dengan mendakwahkan aqidah dan tauhid yg benar, berdasarkan bimbingan para ulama.

Bahkan salafiyyun tidak mengurusi politik dinegri ini, mereka sibuk menyebarkan tauhid dan sunnah, karena itu merupakan sebab kejayaan negeri ini. Mereka tidak ikut serta baik dalam bentuk mendukung ataupun terlibat langsung dalam fitnah demonstrasi, karena mereka mengilmui bahwa demonstrasi bukan solusi namun hanyalah polusi.

Salafiyyun menyindir saudara-saudaranya bukan karena pembelaan mereka kepada islam dan kaum muslimin, namun yang salafiyyin sindir adalah metode, kaifiyah dan cara mereka dalam membela islam. Bagaimana mungkin saudara kita kaum muslimin membela islam dengan cara yang bertentangan dan bertolak belakang dengan islam itu sendiri, mereka ingin menghentikan langkah orang kafir yang melecehkan islam namun dengan cara dan metode orang kafir sendiri, seperti demonstrasi (meski dengan dalih : demo damai). Kami berharap kepada Allah Jalla Jalaluh, semoga dengan sindiran dan nasehat tersebut kaum muslimin bisa menyadari kemudian menempuh cara dan metode yang Allah ridhoi..

Wahai ustadz…!!!

Perhatikan sabda nabi berikut ini.

عن معاذ بن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من ضيق منزلا أو قطع طريقا أو آذى مؤمنا فلا جهاد له .

‌Dari Muadz bin anas- radiyallahu’anhu-Rasulullah sallalahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mempersempit rumah, atau memutus jalan atau mengganggu seorang muslim maka tidak ada jihad baginya” [Dishohihkan Oleh Syeikh Al-Bani-rahimahullah]

Wahai ustadz…!!! Itu Nabi tegaskan pada jihad syar’i, lalu bagaimana kalau ini terjadi pada demonstrasi yang tentu saja bukan perkara syar’i,

Bukankah dengan turunnya kaum muslimin di jalan-jalan pada tanggal 4 November nanti akan menghalangi dan menyulitkan orang yang akan lewat dijalan-jalan tersebut ???, Berapa jumlah manusia-terkhusus kaum muslimin-yang akan dirugikan, kaum muslimin yang memiliki hajat dan kepentingan yang harus melewati jalan-jalan tersebut akan dirugikan, belum lagi kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah, ribuan personil kemananan pasti diturunkan,dan tentunya ini bukan biaya yang sedikit.

Wahai ustadz…!!!

Bukankah anda telah sering membaca wasiat ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Laailaahaillallah’, sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabangi keimanan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah. Walaupun saya hanya seorang penuntut ilmu yg tak bertitel namun saya pahami dari hadist di atas adalah “Bahwa yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan di jalan.dan alangkah marahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam klo ternyata kita membelanya dg cara memberikn gangguan dijalan.orang-orang sakit ingin berobat terhalangi, ibu yang ingin melahirkan,orang yang ingin mencari nafkah, orang ingin pergi ke sekolah, ke kantor dll terganggu dengan konvoi kita di jalan.”

Malulah kita pada Allah Ta’ala…
Malulah kita pada Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam…
Malulah untuk berbuat anarkis, onar, kerusakan dan kerasukan yg kemungkinan akan terjadi ketika berdemonstrasi

Wahai ustadz…!!!

Selain itu, berbagai kemungkaran dan penyelisihan terhadap syariat akan nampak dengan demonstrasi. seperti bercampur baurnya lelaki dan wanita, orator yang teriak-teriak memprovokasi massa, yang terkadang disertai cacian, hinaan, celaan. Lalu siapa yang bisa menjamin dengan pasti, bahwa demonstrasi tersebut tidak akan berakhir dengan tindakan anarkis..Allahu musta’an.

Malu bagian daripada iman

Semoga tulisan yg sedikit dan sederhana ini menjawab KEHERANAN antum.

Saudaramu

Abul Irbadh Al-Bulukumbawy T.T, TG (Tanpa Titel & Tanpa Gelar)

Editor : Hilal Abu Naufal Al-Makassary A.Gt (Adaji Gelarnya tawwa)

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: