Akhlaq, Nasehat

Bau Makar Dibalik Fatwa Bolehnya Demonstrasi Yang Disebarkan Oleh Aktifis Wahdah

KLARIFIKASI DAN PENJELASAN
Telah beredar terjemahan di Medsos jawaban para Masyayekh dari pertanyaan kami seputar hukum ‘Demonstrasi Damai’, jazahullahu khairan yang telah menerjemahkannya..

Beberapa KLARIFIKASI sbb:

– Fatwa-fatwa tersebut mayoritas dari Syekh-Syekh yang tergabung dalam ‘RABITHAH ULAMA MUSLIM’ dan bukan ‘RABITHAH AL-‘ALAM AL-ISLAMY, dan sebagian tidak tergabung dalam Lembaga tersebut

– Tertulis di salah satu Fatwa dari Sy. Abdul Muhsin, yang dimaksudkan adalah DR. Abdul Muhsin Al-Muthairy -hafidzahullah- yang berdomisili di Kuwait, Wakil Ketua Rabithah Ulama Muslim dan Dosen Universitas Al-Qur’an Kuwait
http://vb.tafsir.net/tafsir21357/

– Tiada maksud membenturkan Fatwa para Masyayekh kita -hafidzahumullah-, namun kami berinisiatis menanyakan dan menukil sebagai bandingan untuk menguatkan langkah kita dalam rangka membela agama yang mulia kita

– Ana sangat menghargai pendapat yang berseberangan sekaligus kami memohonn maaf jika ada tulisan atau sikap kami yang mungkin terkadang menyudutkan, tiada lain dan tiada bukan hal itu didorong kecemburuan kami pada agama yang mulia ini dan hanya Allah yang mengetahui niat-niat hambaNya..

– Mari saling mendoakan dan menguatkan dan merapatkan barisan, perbanyak do’a dan istighfar, semoga Allah memberkahi kita semua..

Muhibbukum

HARMAN TAJANG
===============================
Komentar Guru Kami Al Ustadz Abu Abdillah
Ini seharusnya tidak di masukkan di sini
Penyeru kesesatan itu berfatwah dulu dan menyeru serta mendorong orang utk melakukan kesesatannya, baru minta fatwa

Kalau minta fatwa maka mereka meminta Kepada orang orang yg tidak di kenal

Kalau minta fatwa mencari yg bisa mendukung kesesatan mereka

Kalau minta fatwa minta sama yg bukan ahlinya padahal fatwa dalam kondisi seperti ini hanyalah kepada kibarul’ulama

Dan lebih mengherankan mereka tahu fatwa kibarul’ulama ttg demonstrasi tapi tidak memakainya bahkan berusaha membatalkannya dengan cara yang busuk seperti di atas

Semoga Allah menjaga kaum muslimin dari para penyeru kesesatan dan menjaga mrk Dr berbagai fitnah
_________________________
Komentar saya :
– Penyebutan nama Syaikh Abdul Muhsin tanpa menyebutkan atau memperjelas siapa yang di maksud membuat orang yang berkecimpung di majelis ilmu akan langsung memahami bahwa yang dimaksud adalah Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr -hafizhahullah- sebab beliaulah yang paling Ma’ruf dengan nama itu.
Sebagai pembanding ketika disebut nama Syaikh al Fauzan, maka yang langsung terpikir adalah Syaikh Shaalih Al Fauzan, padahal ada ulama lain yang juga bisa (bukan biasa) dipanggil Al Fauzan yakni Syaikh Abdullah Al Fauzan.
Apalagi diketahui banyak orang orang dari Ormas WI ini yang kuliahnya di Madinah sehingga sangkaan itu semakin kuat. Maka jika hal seperti ini benar maka sungguh ini adalah makar yang sangat halus terhadap kaum Muslimin dan Ulamanya tapi semoga saja saya salah. Dan Allah Ta’ala lah yang lebih mengetahui
– Hanya saja kemudian muncul Fatwa dari Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- disertai rekaman suara yang melarang dan mengharamkan Demonstrasi di Jakarta atau di tempat manapun. Wal hasil -jika memang di sengaja untuk menyembunyikan atau membuat kaum muslimin menyangka sebagaimana Point pertama- Fatwa Syaikh -hafizhahullaah- menggugurkan dan memberangus makar tersebut. Sehingga sebagian Ikhwa atau pengikut mereka – berdasarkan informasi yang bisa dipercaya- merasa diperdayai dan menggugat balik. Sehingga keluarlah surat klarifikasi di atas, yang mungkin saja jika Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad tidak keluar maka klarifikasi tersebut juga tidak akan keluar. Tapi semoga saja ini hanya sangkaan saya saja.
– seperti yang dikatakan guru kami al Ustadz Abu Abdillah diatas maka sangat mengherankan ketika sudah ada Fatwa dari para Masyaikh Kibarul Ulama tentang haramnya Demostrasi semisal Syaikh Bin Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin, dan yang terbaru Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad (yang pertanyaannya betul betul mufashshal). Mereka justru mencari Fatwa Fatwa dari pihak lain. Ini adalah pada dasarnya pengeremehan terhadap para Masyaikh Kibarul. Tapi demikianlah ketika Fatwa masyaikh tidak sejalan dengan keinginan mereka.
– Padahal sangat muda bagi mereka untuk bertanya kepada Ulama Ulama Kibar di Madinah semisal Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad dan Putra beliau, Syaikh Sulaiman ar Ruhaily, Syaikh Shaalih Al ‘Abud, Syaikh Shaalih as Suhaimi dan lainnya mengingat banyak di antara mereka masih kuliah di Madinah. Ada apa gerangan…?
– Kalau mau inshaf harusnya mereka bertanya kepada para Ulama yang mengharamkan Demonstrasi secara umum dengan merinci pertanyaan mereka dan menjelaskan kondisi dan situasi kota Jakarta sejelas-jelasnya bukan malah cari Fatwa tandingan untuk kemudian digunakan mendukung kemauan mereka. Ini adalah bentuk kurangnya Adab terhadap para Ulama terlebih ulama Kibar, meskipun kemudian berlindung di balik kedok ucapan ‘Kami menghormati, dst’ tapi ternyata perbuatannya tidak sejalan dengan perkataannya.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: