Nasehat, SYIAH-UDI

Ironi Hizbut Tahrir – Balada Demo 4 November, Antara Ahok dan Syi’ah

Lah kok tiba tiba membandingkan Syiah dan Ahok…?
Beberapa waktu yang lalu di grup WA keluarga sepupu istri yang aktifis Hizbut Tahrir tiba tiba mengeluarkan pernyataan : “Jika Tidak Turun Demonstrasi Gantilah Pakaianmu Dengan Kain Kafan”
Sebuah pernyataan yang sangat luar biasa bukan…?
Di bangun di atas ghirah dan kecemburuan yang besar -atau begitulah menurutnya.
Tidak bisa disangkal bahwa apa yang dilakukan Ahok dengan menyitir ayat Al Qur’an adalah sebuah tindakan kurang ajar, melampaui batas dan sewenang senang. Meskipun hal tersebut tidaklah mengherankan, bukankah Allah Ta’ala telah berfirman :
(وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
[Surat Al-Baqarah 120]
Dia Jallaah Jalaaluh juga berfirman :
(بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ)
“Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.”
[Surat Sad 2]
Maka wajar bahkan menjadi sebuah keharusan ketika kaum Muslimin bangkit dan muncul Ghirah dan Kecemburuannya. Tapi kemudian perkaranya adalah bagaimana menyalurkan amarah tersebut. Apakah kemudian amarah itu harus disalurkan dengan cara di luar Tuntunan Allah dan Rasul-Nya, bahkan Dengan cara yang dibenci Allah dan Rasul-Nya, mengganggu kaum Muslimin, menyempitkan jalan kaum Muslimin, berapa banyak kaum muslimin yang terganggu aktifitasnya, pekerjaannya, mobil ambulans jadi terhalang dan lainnya karena aksi demonstrasi tersebut.
Perhatikan hadits Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam :
عن معاذ بن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من ضيق منزلا أو قطع طريقا أو آذى مؤمنا فلا جهاد له .

Dari Muadz bin anas- radiyallahu’anhu-Rasulullah sallalahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mempersempit rumah, atau memutus jalan atau mengganggu seorang muslim maka tidak ada jihad baginya” [Dishohihkan Oleh Syeikh Al-Bani-rahimahullah]

Itu Nabi tegaskan pada jihad syar’i, lalu bagaimana kalau ini terjadi pada demonstrasi yang tentu saja bukan perkara syar’i meskipun di klaim sebagai Jihad.
Kemudian perhatikanlah…!!!
Adakah penguasa yang lebih bejad dari Fir’aun…?
Bersamaab dengan itu silahkan lihat perintah Allah Ta’ala kepada Nabi Musa dan Nabi Harun -‘alaihimassalam- dalam surat Thaha ayat 43 – 44. Allah Ta’ala Berfirman :
(اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ * فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ)
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
[Surat Ta-Ha 43 – 44]
Tapi bukan masalah demontrasi yang akan dibahas disini sebab sudah berlalu tulisan tulisan seputar itu di blog ini.
kemudian apa hubungan tulisan ini dengan Syiah… Maka bandingkan lah sikap mereka (Hizbut Tahrir) terhadap Syiah dan Sikap mereka terhadap Ahok. Ahok melecehkan Al Qur’an dan Syi’ah pun melecehkan Al Qur’an.
Kemana mereka ketika Syi’ah mengatakan Al Qur’an yang ada sekarang sudah di rubah rubah…?
Kemana mereka ketika seorang tokoh Syiah mencela dan mencaci maki Aisyah dan menyebutkan pelacur dan ibu dari kejelekan (lihat bukti videonya di  https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2012/10/27/video-syukuran-syiah-akan-kebinasaan-bunda-aisyah-menurut-sangkaan-mereka/)
Kemana mereka ketika Jalaluddin Rahmat mencela Aisyah (Lihat videonya di sini https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2012/10/27/jalaluddin-rahmat-mencela-bunda-aisyah-video/)
Kemana mereka ketika Khomeini mengatakan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam telah gagal dalam menegakkan keadilan.
Oh… Merek justru datang ke Iran dan menawarkan Khomeini untuk menjadi Khalifah (baca di sini https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2013/01/31/perselingkuhan-hizbut-tahrir-dengan-syiah/)
Syiah dengan berbagai bentuk permusuhan dan pengkianatannya kepada kaum muslimin (https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2013/11/23/jejak-berdarah-syiah-udi-dan-rangkaian-pengkianatan-mereka-membangunkan-hizbut-tahrir-dari-tidurnya/ – justru dibela dan siap hidup satu atap dengan mereka, bahkan menyerang mereka yang menentang hal itu dengan menyebutnya sebagai korban politisasi (baca di sini https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2013/06/02/hizbut-tahrir-selingkuh-dengan-syiah-mencela-ulama-membodohi-umat/)
Kemana bara api ghirah dan kecemburuan mereka ketika berhadapan dengan Syiah..?
Bukan sekedar padam tapi ia berubah menjadi pijar pijar kasih sayang dan pertemanan…?
Kemana bara api Ghirah yang samapi menyuruh saudaranya yang tidak ikut berdemo untuk mengganti pakaiannya dengan kain kafan ketika yang melakukan penistaan, celaan, penodaan dan makian itu adalah Syiah Rafidhah…?
Bukan sekedar redup tapi ia berubah menjadi Kerlip Kerlip pembelaan.
Padahal tak ada beda antara pelecehan yang dilakukan oleh Ahok dan oleh kelompok Syiah Rafidhah bahkan lebih hebat lagi apa yang dilakukan oleh Syiah Rafidhah dalam menghancurkan Islam.
Maka suatu yang sangat ironis ketika mereka membenci Ahok yang memang pantas dibenci – tapi dengan bimbingan Al Qur’an dan sunnah- tapi mereka justru mengulurkan tangan persahabatan dan pertemanan dengan Syiah Rafidhah bahkan berbalik memusuhi dan menyerang ahlussunah yang marah karena Rasul-Nya dilecehkan, atau ibu ibu mereka direndahkan dan dicaci sebagai pelacur demi membela kelompok Syiah.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: