Aqidah, Manhaj

Wahai Para Pendemo : Pelajaran Buat Kalian dari Al Imam Ahmad

 

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
« يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”

Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 1847. Lihat penjelasan hadits ini dalam Muroqotul Mafatih Syarh Misykah Al Mashobih, 15/343, Maktabah Syamilah)

Maka keta’atan itu kepada penguasa wajib meskipun penguasa itu durhaka kepada Allah, kecuali jika yang dia perintahkan adalah melakukan kedurhakaan maka tidak boleh di ta’ati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ
“Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).” (HR. Bukhari no. 7257)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ
“Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144)

Lihatlah bagaimana para salaf menyikapi umara yang zhalim dan melampaui batas serta sewenang wenang.
Belum pernah dilahirkan setelahnya dalam Islam seorang pemimpin yang lebih bengis, zhalim dan sewenang wenang semisal *_Al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi_*, dia membunuhi para ulama, menumpahkan darah di tanah haram bersamaan dengan itu para sahabat -setelah al Hajjaj bin Yusuf menundukkan Abdullah bin Zubair- menaati dan shalat di belakang Al Hajjaj.

Demikian halnya -dan sudah sering saya ulang- pelajaran besar dari kisah *Al Imam Ahmad bin Hanbal* _rahimahullah_ para pemimpin bukan saja tidak mau bertemu atau mendengar dari Imam Ahmad bin Hanbal. Bahkan Al Imam Ahmad *ditangkap, dipenjara, dicambuk, kemudian diboikot dan diasingkan* bersamaan dengan itu beliau memerintahkan kaum Muslimin bersabar dan tetap berjihad bersama penguasa. Padahal -jika boleh berandai- jika beliau memfatwakan Demonstrasi atau bahkan kudeta maka penguasa akan terguling. Dan perlu dicatat *bahwa penguasa pada saat itu mendakwahkan Aqidah sesat kufur* sehingga kalau ukuran pikiran orang sekarang sudah layak untuk digulingkan. Tapi sekali lagi lihatlah ketegaran dan Kesabaran Al Imam Ahmad, sehingga kemudian Allah membalas kesabaran Imam Ahmad dengan memilihkan pemimpin yang kokoh dan tegar di atas Sunnah. Walhamdulillah.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: