Nasehat

Fatwa Ulama Bukan Ocehan Sampah Wahai Ustadz : Menanggapi Seruan Boikot Ustadz Harman Tajang

Nasehat dan Bimbingan Para Ulama dianggap sebagai “Ocehan”…
Nasehat asy Syaikh Ibnu Utsaimin, Ibnu Baz, yang terbaru Syaikh Abdul Muhsin dianggap “Sampah’ atau bagian dari sampah..

Allahul Musta’an

Kalau Anda menyebut para Salafiyyun (yang Anda gelari sebagai Talafy) itu sebagai Sampah tidaklah masalah bagi saya pribadi, toh tidak memberi pengaruh juga dan juga saya bukanlah siapa siapa. Tapi Anda telah mencela apa yang mereka sampaikan itu sebagai “Ocehan Sampah” dan ini adalah penghinaan terhadap fatwa para Ulama sebab Tidaklah yang disampaikan oleh kaum yang Anda sebut Talafy itu melainkan Fatwa para Ulama Kibar Salafiyyuun.

Yaa Ustadz, segala galaunya Anda, omongan semisal itu tidaklah pantas keluar dari seorang dai semisal Anda (Fatwa Ulama dianggap Sampah’). Sepertinya anda sudah kehabisan Hujjah atau mungkin kebingungan menghadapi pertanyaan kader kader Anda sebab tak ada satupun dari para Masyaikh Kibar Ahlussunnah yang dijadikan rujukan mendukung aksi demonstrasi Anda. Sehingga Anda merasa perlu mencari Fatwa dari syaikh lain, inikah yang Anda sebut menghormati, betapa jauhnya. Seharusnya jika Anda benar benar menghormatinya maka Anda bertanya kepada Masyaikh Kibar semisal yang ada di Madinah, bukankah banyak kader kader WI di Madinah bukan justru berpaling kepada selainnya.

Itu karena Anda tahu sikap para masyaikh tersebut yang tidak akan mendukung Demonstrasi kalian. Bahkan Fatwa yang disebarkan pun hanya menyebutkan nama -di antaranya- Syaikh Abdul Muhsin tanpa nisbah, sehingga yang terpikir oleh kami dan saya kalau itu adalah Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad. Tapi ketika Fatwa sebenarnya dari beliau keluar, maka andapun pontang penting mengeluarkan klarifikasi. Kenapa tidak dari awal…?

Hanya Allah Ta’ala kemudian Anda dan teman teman Anda yang tahu.

Sehingga kemudian ditengah kegalauan Anda keluarlah ‘fatwa’ dan seruan boikot, tidak hanya di internet tapi juga di dunia nyata.

Sepertinya anda dan teman teman Anda takut kader kader Anda berpaling dan berubah haluan ketika mereka membaca dan mendengar ‘Ocehan Sampah’ para Salafiyyun yang andapun tahu kalau tidaklah yang mereka ‘Ocehkan’ melainkan Fatwa para Ulama Kibar Ahlussunnah.

Mencerai Beraikan Persatuan…?

Yakin …?
Kalian sebut Demonstrasi bersama itu persatuan…?
Mengagitasi kaum muslimin untuk mengancam dan menekan penguasanya itu seruan persatuan…?

Membenturkan Kaum Muslimin (Pendemo) dengan Kaum Muslimin (Aparat dan Penguasa) Anda Sebut Itu Persatuan…?

Sepertinya KBBI perlu direvisi.

 

Memboikot Ahlul Bid’ah…?

Lantas yang Anda temani Demonstrasi siapa wahai Ustadz…?
Anda berjalan bersama Ikhwani, Tahriri, Sufi kemudian kalian sebut itu sebagai persatuan. Anda tidak memboikot dan tidak memerintahkan memboikot mereka, hanya ada dua kemungkinan mereka bukan Ahlul Bid’ah -menurut anda- atau Anda dan teman teman andalah yang bukan Ahlussunnah sesuai yang dipahami dari pernyataan anda.

Ah mungkin saja para teman teman Anda akan segera memboikot dan tidak menghadiri Majelis Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad karena Fatwa beliau melarang Demonstrasi Yang kemudian di Amini para Salafiyyun di negeri ini dan disebarkan.

Ya mungkin saja, karena Fatwa tersebut bagi Anda hanyalah “Ocehan Sampah”

Anda menggelari mereka yang tidak turun berdemo dan Menasehati kaum Muslimin untuk bersabar dengan menyampaikan Fatwa para Ulama Besar dengan gelar ‘Talafy’…!?!?

Apa tidak terbalik Ustadz…? Bagaimana mungkin mereka yang menasehatkan untuk bersabar dengan bimbingan para ulama besar di sebut ‘Talafy’

Kemudian apakah Demonstrasi Yang Anda lakukan yang menjadi sebab terputusnya jalan sehingga kaum muslimin yang sudah mengeluhkan macetnya Jakarta jadi makin jauh memutar itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?

Apakah Demonstrasi Yang anda lakukan yang menjadi sebab dirampas dan dijarah nya harta benda serta dirusaknya bangunan dan toko itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)

Apakah Demonstrasi Yang anda lakukan yang menjadi sebab tumpahnya darah kaum muslimin (satu meninggal dan sebagian luka) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?

Apakah Demonstrasi yang anda lakukan yang menjadi sebab berbenturan dan bentrok serta saling serangnya kaum muslimin (Pendemo) dan kaum muslimin (aparat) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?

Apakah Demonstrasi yang anda lakukan yang menjadi dicela dan direndahkan nya sebagian kaum muslimin (khususnya dari kalangan penguasa) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?

Jadi siapakah yang selayaknya menyandang laqab ‘Talafy’..?

Jadi siapakah yang harusnya memboikot dan diboikot…?

Anda Bilang ‘Menebar Kebencian…?’

Lantas agitasi yang Anda dan teman teman Anda lakukan dalam demonstrasi itu apa…? Seruan kasih sayang…?

Seruan untuk memboikot itu bahkan bukan hanya di dunia Maya tapi juga di dunia nyata itu bukan seruan kebencian…?

Apakah menggelari orang yang Menasehati kaum muslimin untuk bersabar dan mungkin mengkritik metode demonstrasi anda dengan gelar Talafy itu bukan seruan kebencian…?

Ahlussunnah…?

Tolong datangkan satu Fatwa dari Masyaikh Kibar Ahlussunah yang kalian katanya bersama mereka yang mendukung Demonstrasi kalian..!

Apakah sifat seorang Ahlussunnah ketika telah ada Fatwa dari para Ulama -bahkan Ulama senior yang sudah diakui keilmuan, kejujuran, kecemburuan dan pembelaannya terhadap islam- tentang suatu perkara hanya saja tidak mencocoki apa yang ia inginkan sehingga ia berpaling mencari Fatwa kepada orang lain dalam keadaan ia mengetahui keberadaan Fatwa para Ulama tersebut…?

Sekali lagi yaa Ustadz… apakah itu sikap seorang Ahlussunnah…?

Atau bisakah Anda mengatakan bahwa Anda tidak mengetahui keberadaan Fatwa asy Syaikh Bin Baz, asy Syaikh Ibnu Utsaimin, asy Syaikh Al Albany, asy Syaikh Shaalih aalu Fauzan dan selain mereka dari para Ulama Kibar seputar Demonstrasi…?

Oh iya lupa, bagi Anda nasehat nasehat para Masyaikh Kibar hanyalah Ocehan Sampah atau bagian dari Sampah yang ‘diocehkan’ oleh mereka yang Anda gelari -dengan gelar buruk- ‘Talafy…’

Lantas saya bisa bilang apalagi…

Allahul Musta’an…!!!

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: