Manhaj, Nasehat

Siapa Yang Talafy Wahai Ustadz – Menanggapi Seruan Boikot Ustadz Harman Tajang

Anda menggelari mereka yang tidak turun berdemo dan Menasehati kaum Muslimin untuk bersabar dengan menyampaikan Fatwa para Ulama Besar dengan gelar ‘Talafy’…!?!?

Bagaimana mungkin mereka yang menasehatkan untuk bersabar sesuai bimbingan para ulama besar di sebut ‘Talafy’

Bukankah andapun tahu sebab pertolongan Allah Ta’ala kepada Bani Israil disebabkan karena kesabaran mereka? dan bukankah Allah Ta’ala telah menceritakan bagaimana nasehat Nabi Musa ‘Alaihissalam kepada kaum Bani Israil agar mereka bersabar sebagaimana yang disebutkan Allah Ta’ala dalam surat Al A’raf 128 dan 137, As Sajadah 24,

Bukankah andapun mengetahui dan sering membaca perintah perintah Allah Ta’ala kepada Nabi-Nya Untuk bersabar sebagaimana dalam Surat an Nahl 127, Al Muzzammil 10, Al Ahqaf 35.

Kemudian apakah Demonstrasi Yang Anda lakukan yang menjadi sebab terputusnya jalan sehingga kaum muslimin yang sudah mengeluhkan macetnya Jakarta jadi makin jauh memutar itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?
Apakah Demonstrasi Yang anda lakukan yang menjadi sebab dirampas dan dijarah nya harta benda serta dirusaknya bangunan dan toko itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…? ataukah itu yang anda sebut sebagai perbaikan…?
Apakah Demonstrasi Yang anda lakukan yang menjadi sebab tumpahnya darah kaum muslimin (satu meninggal dan sebagian luka) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?
Apakah Demonstrasi yang anda lakukan yang menjadi sebab berbenturan dan bentrok serta saling serangnya kaum muslimin (Pendemo) dan kaum muslimin (aparat) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…? atau itukah yang anda sebut sebagai merekatkan persatuan…?
Apakah Demonstrasi yang anda lakukan yang menjadi dicela dan direndahkan nya sebagian kaum muslimin (khususnya dari kalangan penguasa) itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?  atau itukah yang kalian sebut tidak menyebarkan kebencian…?

Bahkan sekarang setelah Demo itu usai kaum Muslimin menggugat kaum Muslimin lainnya, apakah itu bukan ‘Talafan’ (kerusakan)…?

Kemudian apakah seruan boikot dan gelaran Talafy itu bukan menebar kebencian…?

Jadi siapakah yang selayaknya menyandang laqab ‘Talafy’..?
Jadi siapakah yang harusnya memboikot dan diboikot…?

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menaatiku maka dia telah taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka dia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang menaati amirku maka dia telah menaatiku. Dan barangsiapa yang mendurhakai amirku maka dia telah durhaka kepadaku.” (HR. Bukhari [7137] dalam Kitab al-Ahkam)

al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma yang diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Thabrani bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah kalian telah mengetahui bahwa barangsiapa yang menaatiku maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan termasuk dalam bentuk ketaatan kepada Allah ialah dengan menaatiku?” Maka para sahabat menjawab, “Benar, kami mempersaksikannya.” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya termasuk bentuk ketaatan kepadaku adalah kalian taat kepada para penguasa kalian.” dalam lafal yang lain berbunyi, para pemimpin kalian.” Kemudian al-Hafizh berkata, “Di dalam hadits ini terkandung kewajiban untuk taat kepada para penguasa -kaum muslimin- selama itu bukan perintah untuk bermaksiat sebagaimana sudah diterangkan di depan dalam awal-awal Kitab al-Fitan. Hikmah yang tersimpan dalam perintah untuk taat kepada mereka adalah untuk memelihara kesatuan kalimat (stabilitas masyarakat, pent) karena terjadinya perpecahan akan menimbulkan kerusakan -tatanan masyarakat-.” (Fath al-Bari [13/131] cet. Dar al-Hadits)

maka kesatuan kalimat itu ada dalam menaati penguasa bukan keluar menentang mereka di jalan dengan cara demonstrasi.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: