Muslimah/Keluarga, Nasehat, Uncategorized

Bakti Para Ulama Kepada Orang Tua

 

🔵Bakti Para Salaf Terhadap Orang Tua🔷

✍Abdullah bin Umar-radiyallahu anhuma-menuturkan :

إبكاء الوالدين من العقوق

“Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”[1]
‏▪️كان محمد بن سيرين إذا كان عند أمه، خفض من صوته، وتكلم رويدا .

“Adalah Muhammad bin Sirrin, jika berada disisi ibunya, beliau merendahkan suaranya, dan berbicara dengan pelan (lembut).”[2]
✍Ja’far bin Sulaiman menceritakan :
كان محمد بن المنكدر يضع خده بالأرض ثم يقول لأمه : ضعي قدمك عليه !.

“Adalah Muhammad bin Al-Munkadir-rahimahullah-meletakkan pipinya di tanah, kemudian berkata kepada ibunya :”letakkanlah kakimu diatasnya!”.[3]
✍Mujahid-rahimahullah-menuturkan :

لا ينبغي للولد أن يدفع يد والده إذا ضربه، ومن شد النظر إلى والديه لم يبرهما، ومن أدخل عليهما ما يحزنهما فقد عقهما

“Tidak sepantasnya seorang anak menahan tangan kedua orang tuanya yang ingin memukulnya. Begitu juga tidak termasuk sikap berbakti adalah seorang anak memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang tajam. Barangsiapa yang membuat kedua orang tuanya sedih, berarti dia telah mendurhakai keduanya.”[4]
✍Al-Hafidz At-Thurthusi-rahimahullah-menukil :

كان طلق بن حبيب يقبل رأس أمه، وكان لا يمشي فوق ظهر بيت، هي تحته إجلالا لها

“Adalah Thalq ibnu Habib-rahimahullah-mencium kepala ibunya, dan beliau tidak berjalan didalam rumah, sementara ibunya berada dikolong rumah tersebut, dan itu beliau lakukan sebagai bentuk pemuliaan terhadap sang ibu.” [5]

✍Ka’ab Al-Ahbar pernah ditanya tentang perkara yang termasuk bentuk durhaka pada orang tua, beliau berkata :

إذا أمرك والدك بشيء فلم تطعهما فقد عققتهما العقوق كله

“Apabila orang tuamu memerintahkanmu dalam suatu perkara (selama bukan dalam maksiat, pen) namun engkau tidak mentaatinya, berarti engkau telah melakukan berbagai macam kedurhakaan terhadap keduanya.” [6]

____________
📚Rujukan :
[1] Birrul Walidein, Karya Ibnul Jauzy, hal.5
[2] Makarimul Akhlaq, Karya Ibnu Abid Dunia, hal 229.
[3] Ibid, hal.230
[4] Birrul Walidein, Karya Ibnul Jauzy, hal 8
[5] Birrul Walidein, Karya Al-Hafidz At-Thurthusi, hal.78
[6] Birrul Walidein, Karya Ibnul Jauzy, hal. 8

📝Hilal Abu Naufal
📲http://bit.ly/1IRISAP
🌐http://bit.ly/palopo-mengaji

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: