Uncategorized

Baktimu Pada Orang Tuamu – Duduklah Dan Berbicara Kepada Keduanya

*LEMBAR NASEHAT*

*Baktimu kepada kedua orangtua*
Berkata *Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin*
_’Alahi rahmatullah_ :

*إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ*
*وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه*
*بل هو عاقٌّ*

*تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه*
*ولا يملُّ الجلوس معهم*.

*لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه ساعةً*
*من نهار لوجدته متململاً*
*كأنّما هو على الجمر فهذا ليس ببارٍّ*.
*بل البَارُّ* :
*مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه*

*ويخدمهما على أهداب عينيه*

*ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما*
*بكلِّ ما يستطيع*

Jika kita memperhatikan kondisi manusia sekarang ini.

Niscaya kita akan mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya bahkan ia durhaka kepadanya.

Engkau mendapatinya berbuat baik kepada teman-temannya.

Tidak pernah merasa bosan duduk ngobrol bersama mereka.
Akan tetapi,
Tatkala ia duduk bersama ayah atau ibunya beberapa saat sunguh ia merasa jenuh.
Seakan-akan ia duduk di atas bara api.

Sungguh ia bukanlah orang yang berbakti.

*Orang yang berbakti* :
*Senantiasa melapangkan dada untuk ibu dan ayahnya*,

*Senantiasa melayani keduanya dengan senang hati*,

*Bersemangat untuk meraih keridhoan keduanya dari apa yang ia sanggupi*.
📚 *SUMBER* :
*Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah*
____________________________
✍ Alih bahasa :
Abu ‘abdillah sahl.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: