Fiqih/Tanya Jawab

Seseorang Yang Masuk ke dalam Sholat, Sedangkan Imam sudah Rukuk, Apakah dia Bertakbir Untuk Takbiratul Ihrom atau Takbir Untuk Rukuk ❓❓

🔵العـــنــوَان:
{ من دخل والإمام راكع هل يكبر للإحرام أم للركوع؟ }
▃▃▃▃▃▃▃

🔴الفـــــائدة:
《 السؤال:
إذا أتيت جماعة المسجد وهم في الصلاة في حالة الركوع. فهل أدخل معهم في هذه الحالة مكبرا تكبيرة الإحرام وتكبيرة الركوع وهل أقرأ دعاء الاستفتاح أم لا؟

الجواب: (لفضيلة الشيخ ابن باز رحمه الله)
إذا دخل المسلم المسجد والإمام راكع، فإنه يشرع له الدخول معه في ذلك مكبرا تكبيرتين، التكبيرة الأولى للإحرام وهو واقف، والثانية للركوع عند انحنائه للركوع، ولا يشرع في هذه الحالة دعاء الاستفتاح ولا قراءة الفاتحة من أجل ضيق الوقت، وتجزئه هذه الركعة لما ثبت في صحيح البخاري عن أبي بكرة الثقفي رضي الله عنه أنه دخل المسجد ذات يوم والنبي صلى الله عليه وسلم راكع، فركع دون الصف ثم دخل في الصف فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: ((زادك الله حرصا ولا تعد)) ولم يأمره بقضاء الركعة، فدل على إجزائها وعلى أن من دخل والناس ركوع ليس له أن يركع وحده بل يجب عليه الدخول في الصف ولو فاته الركوع لقول النبي صلى الله عليه وسلم لأبي بكرة: ((زادك الله حرصا ولا تعد)). والله ولي التوفيق.

المصدر:
http://binbaz.org.sa/fatawa/965
┈┈┈┈┈┈┈
✍الــتصنــــيف:
[ فتاوى ابن باز ]
▃▃▃▃▃▃▃

🔹موسوعة فتاوى كبار العلماء🔹

┈┈┈┈┈┈┈

🔵 Seseorang Yang Masuk ke dalam Sholat, Sedangkan Imam sudah Rukuk, Apakah dia Bertakbir Untuk Takbiratul Ihrom atau Takbir Untuk Rukuk ❓❓

⚫️ Soal :
Jika saya mendatangi jama’ah mesjid sedangkan mereka telah rukuk, apakah aku masuk bersama mereka dalam keadaan seperti ini sambil Bertakbir Takbiratul Ihrom lalu Bertakbir Untuk Rukuk, dan apakah aku membaca do’a iftitah atau tidak..???
🔴 Jawabannya :

Jika seorang muslim masuk mesjid sedangkan imamnya sudah rukuk, maka di syariatkan baginya untuk masuk bersama imam dalam keadaan seperti itu, lalu Bertakbir sebanyak DUA Kali.

Takbir pertama : adalah Takbiratul Ihrom dalam keadaan dia berdiri.

Takbir kedua : adalah Takbir Untuk rukuk ketika dia sudah mulai tunduk untuk rukuk.

🔹Dan tidaklah di syariatkan pada keadaan seperti ini untuk membaca do’a iftitah dan tidak pula membaca surah Alfatihah di sebabkan sempit nya waktu.

🔸Dan raka’at ini syah baginya (yakni dia mendapatkan satu raka’at dengan mendapatkan rukuk) berdasarkan hadits yang Tsabit dalam Shohih al bukhari dari sahabat Abu Bakroh Ats Tsaqofy Radiyallohu Anhu, bahwa beliau suatu hari pernah masuk mesjid sedangkan Nabi Shallallahu Alaihi Wa sallam sedang rukuk, lalu beliau juga rukuk sebelum sampai ke Shaf kemudian beliau masuk ke Shaf (dalam keadaan berjalan sambil rukuk) Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wa sallam berkata kepadanya :

زادك الله حرصاً ولا تعد
(semoga Allah menambahkan untukmu semangat dan jangan kamu ulangi)

Nabi tidak memerintahkan dia untuk mengqodho’ raka’atnya /menambah raka’at, menunjukkan bahwa akan syahnya.

Dan bagi siapa yang masuk ke dalam Sholat dan manusia telah rukuk, maka tidak boleh baginya untuk rukuk sendirian, bahkan wajib atasnya untuk masuk ke dalam shaf meskipun luput baginya rukuk, Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam kepada sahabat Abu Bakroh Radiyallohu Anhu :
زادك الله حرصا ولا تعد
Semoga Allah menambahkanmu semangat dan jangan kamu ulangi.

📓 Sumber : Fatawa Ibnu Baaz.
👆 Dari fatwa diatas ini , ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik :

1⃣ seorang yang masbuk dan mendapati imam rukuk maka dia dianggap mendapatkan satu raka’at berdasarkan hadits Abu Bakroh riwayat Al bukhari,

dan semisal hadits ini juga di riwayatkan oleh imam Al Baihaqy dari Jalan Zaid bin Wahb Rahimahullohu, dia berkata : Aku keluar bersama Sahabat Abdullah bin mas’ud Radiyallohu Anhu dari rumahnya menuju ke mesjid, maka tetkala kami berada di pertengahan mesjid, imamnya rukuk maka ibnu mas’ud Bertakbir lalu rukuk dan saya pun ikut rukuk bersamanya, kemudian kami berjalan (sambil rukuk) hingga kami sampai ke shaf ketika jama’ah sudah mengangkat kepala² mereka, maka tetkala imam sudah selesai dari Sholatnya maka Akupun berdiri karena aku memandang bahwa aku tidak mendapatkan raka’at, namun Abdullah bin mas’ud menarik tangan ku dan menjadikanku duduk kembali, kemudian Berkata : sesungguhnya kamu telah mendapatkan raka’at.
( Ash Shohihah 2/52)

2⃣ Hendaklah bagi siapa
saja yang masuk ke dalam Sholat agar supaya mengikuti imam dalam keadaan apapun, apakah imamnya rukuk atau sujud atau duduk atau tasyahud atau selainnya dan tidak menunggu sampai imamnya berdiri sebagaimana yang di lakukan oleh kebanyakan manusia.

Hal ini berdasarkan hadits Ali bin Abi Tholib dan muadz bin jabal, keduanya Berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam bersabda :
Apabila salah seorang diantara kalian mendatangi sholat sedangkan imamnya diatas suatu keadaan, maka lakukanlah sebagaimana yang di lakukan oleh imam.

(Shohih Al Jami’us Shogir 261)
3⃣ seseorang yang mendapati imam yang sudah rukuk atau sujud maka disunnahkan baginya untuk Bertakbir sebanyak DUA Kali.

– Takbir Pertama adalah Takbiratul Ihrom dan ini hukumnya RUKUN sholat dan wajib di lakukan dalam keadaan berdiri hingga selesai Takbirnya.

– Takbir Kedua adalah Takbir mengikuti gerakan imam waktu itu, apakah rukuk atau sujud dan hal ini hukumnya sunnah, dan jika dia meninggalkannya maka tidaklah mengapa.
4⃣ Tentang hukum Takbiratul Ihrom tidak dalam keadaan BERDIRI karena ingin segera mendapati rukuknya imam, perkara ini termasuk kesalahan fatal di dalam Sholat.

🌱 Para fuqoha menganggap kesalahan berat bagi seseorang yang Takbiratul Ihrom tidak dalam keadaan BERDIRI, seperti Takbiratul Ihrom sambil turun untuk rukuk atau sujud.

🌾 Imam An Nawawi Rahimahullohu Ta’ala Berkata : wajib Takbiratul Ihrom dalam keadaan BERDIRI, demikian pula MA’MUM yang mendapati imam sudah rukuk, wajib baginya untuk membaca Takbiratul Ihrom dengan semua huruf² nya dalam keadaan BERDIRI, maka jika dia membaca Takbir ini pada sebagian huruf nya bukan dalam keadaan BERDIRI, maka Sholat Fardhu nya tidaklah syah tanpa ada perselisihan, namun jika dalam Sholat sunnah masih di perselisihkan.

📔 Sumber : Al Majmu’ 3/692.
🎋 Imam Ibnu Qudama Rahimahulloh juga menjelaskan sebagaimana penjelasan imam An Nawawi Rahimahulloh Bahwa wajib bagi seorang yang masbuk untuk Takbiratul Ihrom dalam keadaan dia berdiri, jika dia membacanya ketika sdh selesai dari rukuk, maka tidaklah syah, karena dia telah mendatangi Takbir itu bukan pada tempatnya.

📕 Sumber : Al Mughni 1/544.
☘ Al Imam Ali Qoori Rahimahulloh juga berkata :
Adapun kalau seseorang Takbiratul Ihrom dalam turun (untuk rukuk atau sujud) sebagaimana yang di lakukan oleh orang awam dan orang² bodoh karena tergesa² (untuk mendapati rukuknya imam) Maka tidak syah Sholatnya, sebab BERDIRI ini adalah syarat pada Takbiratul Ihrom bagi orang yang sanggup.

📘 Sumber : Fushulul Muhimmah.
5⃣ Bagi orang yang MASBUK di sunnahkan dia Bertakbir sebanyak DUA Kali sebagaimana yang telah kita jelaskan, dan boleh satu kali Takbir saja yaitu Takbiratul Ihrom dan tidak Bertakbir Untuk Rukuk atau sujud, walaupun Takbir dua kali ini lebih utama dan lebih berhati-hati.

Demikian yang di fatwakan oleh imam Az zuhri, sa’id ibnul musayyab dan imam Al Auza’i serta imam malik

📕 Sumber : Fathul Baary 2/217-218.
6⃣ ketika seorang ma’mum itu masbuk, maka tidak di syariatkan baginya untuk bersedekap (meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri) setelah Takbiratul Ihrom, bahkan dia hendaknya Bertakbir Takbiratul Ihrom lalu menurunkan tangannya ke bawah, setelah itu mengikuti gerakan imam waktu itu, baik rukuk atau sujud atau duduk atau selainnya.
Yang demikian itu karena meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri (bersedekap) ini hanya ketika ingin membaca Alqur’an yaitu ketika berdiri, adapun bagi seorang yang masbuk maka dia Takbiratul Ihrom bukan untuk membaca Alfatihah.

📓 Sumber : AlQoulul Mubin Fi Akhthoil musholliin hal : 257.

🖍 Abu Farhan Al Bhugisy.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: