Uncategorized

Bagaimana Caranya Berbohong Memakai Surat Al Maidah Ayat 51…? Pertanyaan Buat Para Pembela Ahok

Kegetolan para pembela semisal bapak SM dan NW membela sitersangka penistaan agama sangatlah mengherankan buat saya selaku seorang muslim yang awam. Pembelaan yang diajukan sama dengan apa yang sudah disebutkan oleh Ahok bahwa yang dimaksud adalah politikus yang menggunakan surat Al Maidah Ayat 51 lah yang dimaksudkan. Maka pertanyaan saya sederhana Bagaimana caranya menggunakan ayat tersebut untuk membohongi orang?

Karena pada dzatnya ayat tersebut adalah ayat yang Muhkam dan sangat jelas maknanya dipahami seperti itu oleh orang Arab. Pun para Ahli Tafsir sudah menyepakati maksudnya, bahkan Umar bin Khaththab pun memahami seperti itu. (https://aboeshafiyyah.wordpress.com/2016/10/02/surat-untuk-teman-ahok-beginilah-umar-bin-khaththab-menafsirkan-surat-al-maidah-ayat-51-yang-dilecehkan-oleh-ahok/)

Maka ambillah contoh, ada seorang politikus yang berbicara di hadapan massa dan mengatakan “janganlah kalian memilih orang Nasrani dan Yahudi sebagai pemimpin karena itu di larang oleh Allah Ta’ala sebagaimana dalam Al Qur’an ayat 51 dari surat Al Maidah yang bunyinya :

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Maka dimanakah letak kebohongannya..?

Apakah yang dia sampaikan itu, larangan memilih pemimpin Kafir adalah kebohongan…?

Kalau dikatakan ia (politikus tersebut ) telah berbohong menggunakan ayat, di mana kebohongannya. Sebab apa yang ia sampaikan memang demikian adanya. Mengatakan ia telah berbohong dengan menggunakan ayat 51 surat Al Maidah sama saja kalau mengatakan ayat tersebut adalah kebohongan sebab ayat itu jelas bermaksud seperti itu.

Persoalan niatnya menggunakan ayat itu untuk kepentingan pribadinya itu adalah perkara lain, Pembahasannya di masalah niat. Tapi apa yang dia sampaikan “larangan memilih pemimpin Kafir sebagaimana dalam Surat Al Maidah Ayat 51 itu adalah kebenaran yang sifatnya mutlak bukan sebuah kebohongan dan iapun tidak berbohong ketika mengatakannya”

Kemudian kalau dikatakan bahwa si tersangka penistaan agama ini tidaklah memaksudkan bahwa ayat Al Maidah surat 51 itu bukan sebuah kebohongan, apakah Anda percaya..?

Apakah ia meyakini kebenaran Al Qur’an sehingga ucapannya bisa dipercaya…?

Bagaimana ucapannya itu bisa diterima sementara ia sendiri Mendustakan, mengingkari keseluruhan Al Qur’an dan menganggapnya sebagai sebuah kebohongan. Tanya saja sama ditersangkakan tersebut “apakah Anda meyakini kebenaran Al Qur’an ataukah tidak?”

Kalau ia mengatakan bahwa ia meyakini bahwa Al Qur’an bukanlah kebohongan yang artinya kebenaran maka tentulah ia sudah masuk islam tapi ternyata belum. Kalau ia meyakini bahwa Al Qur’an bukanlah sebuah kebenaran (bahkan ianya adalah kebohongan, dan inilah keyakinan setiap orang non muslim) maka bagaimana bisa ucapannya bisa diterima…?

Kemudian apakah layak dan pantas seorang yang mendustakan Al Qur’an berbicara tentang tafsir Al Qur’an yang orang Muslim saja tidak semua boleh. Kalau yang semisal ini bukan sebuah pelecehan maka saya tidak tahu lagi yang manakah yang dimaksud pelecehan.

Maka dengan ini selesailah persoalan.

Kalau tidak selesai juga nanti bisa bisa

– Germo Germo aka Mucikari ngomong di depan laki laki “Jangan Mau dibohongi pakai ayat 32 surat Al Isra”

– Peternak Babi akan ngomong : “Jangan Mau di Bohongi Pakai Surat Al Baqarah Ayat 173”

– Bandar Judi dan Penjual Miras/Khamr akan Ngomong : “Jangan Mau dibohongi Pakai Al Baqarah Ayat 219”

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: